UNESAUNESA

Journal of Social Dynamics and GovernanceJournal of Social Dynamics and Governance

Artikel ini mengkaji Operasi Solomon (1991), sebuah operasi intelijen oleh pemerintah Israel untuk membawa orang Yahudi Etiopia ke Israel. Orang Yahudi Etiopia adalah sebuah komunitas yang telah berada di Etiopia selama ribuan tahun tetapi tetap mempertahankan tradisi agama dan impian mereka untuk kembali ke tanah yang dijanjikan di Palestina. Sebagai negara Zionis, Israel melihat penderitaan orang Yahudi Etiopia selama Perang Sipil Etiopia sebagai alasan untuk mengevakuasi mereka ke Israel. Hubungan antara Israel dan orang Yahudi Etiopia diperkuat oleh teori Konstruktivisme Alexander Wendt yang menyatakan bahwa pemahaman intersubjektif adalah kekuatan utama dalam kebijakan luar negeri sebuah negara. Israel menerima dukungan dari orang Yahudi Amerika dan berhasil melaksanakan Operasi Solomon setelah melakukan negosiasi dengan pemerintah Etiopia.

Identitas yang serupa antara Israel dan orang Yahudi Etiopia adalah faktor penentu dalam Operasi Solomon.Meskipun orang Yahudi Etiopia secara fisik, geografis, dan budaya berbeda dari berbagai kelompok Yahudi di Israel, keduanya bersatu oleh pemahaman intersubjektif yang sama, yaitu Zionisme.Selain itu, Operasi Solomon juga menggambarkan bahwa aktor non-negara seperti AAEJ dapat mendukung kebijakan luar negeri aktor negara.Peran AAEJ, sebuah LSM, dalam mendorong pemerintah Israel dan Amerika Serikat untuk menyelamatkan orang Yahudi Etiopia adalah bukti hipotesis ini.Orang Yahudi Etiopia memiliki impian untuk kembali ke tanah yang dijanjikan sebagai bagian dari memenuhi ajaran agama mereka.Meskipun mereka telah tinggal di Etiopia selama ribuan tahun, ajaran inti Yahudi tentang kembali ke tanah yang dijanjikan tidak pernah hilang dari doa dan harapan mereka.Keinginan orang Yahudi Etiopia untuk kembali ke tanah yang dijanjikan adalah manifestasi ideologi Zionisme.Pemerintah Israel sebagai perwakilan negara Yahudi memiliki kebijakan identitas politik untuk membawa orang Yahudi Etiopia.Zionisme adalah alasan utama pemerintah untuk menyingkirkan semua hambatan yang timbul dari kebijakan mengevakuasi orang Yahudi dari Etiopia.Ekspresi Zionisme juga muncul dari komunitas Yahudi di Amerika Serikat yang diwakili oleh AAEJ.Ekspresi ini melalui advokasi dan lobi kepada pemerintah Amerika dan Israel untuk mengevakuasi orang Yahudi dari Etiopia.Operasi Solomon dapat dilaksanakan dengan sukses karena setiap pihak yang terlibat, yaitu Israel, pemerintah Etiopia, AAEJ, dan orang Yahudi Etiopia, telah memenuhi kepentingan mereka.Negosiasi antara Israel yang didukung oleh Amerika Serikat (dengan lobi dari AAEJ) dan pemerintah Etiopia dilakukan secara menyeluruh.Meskipun pemerintah Etiopia di bawah Mengistu masih dikalahkan, pemerintah Israel mampu bernegosiasi dengan rezim pengganti Mengistu.Dengan koneksi ini, Operasi Solomon dapat dilaksanakan secara efektif.Karena setiap pihak yang terlibat (pemerintah Israel, pemerintah Etiopia, dan AAEJ) telah memenuhi kepentingan mereka.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk menganalisis lebih lanjut peran AAEJ dalam mendorong kebijakan luar negeri Israel dan Amerika Serikat. Selain itu, studi komparatif tentang operasi evakuasi lainnya yang dilakukan oleh Israel, seperti Operasi Ezra dan Nehemia dari Irak dan Operasi Magic Carpet dari Yaman, dapat memberikan perspektif yang lebih luas tentang strategi dan pendekatan yang digunakan oleh pemerintah Israel dalam mengevakuasi orang Yahudi dari berbagai negara. Terakhir, penelitian tentang dampak Operasi Solomon terhadap integrasi orang Yahudi Etiopia di Israel dan tantangan yang mereka hadapi dalam menyesuaikan diri dengan budaya dan masyarakat baru dapat memberikan wawasan yang berharga tentang dinamika sosial dan politik yang kompleks.

Read online
File size389.03 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test