CASSRCASSR
Journal of Asian Social Science ResearchJournal of Asian Social Science ResearchDukungan kuat Indonesia terhadap ASEAN Gender Mainstreaming Strategic Framework (AGMSF) menimbulkan paradoks yang menarik. Meskipun Indonesia telah memiliki rangkaian kebijakan domestik yang komprehensif untuk kesetaraan gender, advokasi terhadap kerangka kerja regional tampak berlebih. Artikel ini berargumen bahwa kontradiksi tersebut mencerminkan strategi dua jalur, di mana pembangunan norma regional dipakai untuk memperkuat tata kelola domestik sekaligus meningkatkan posisi Indonesia dalam ASEAN. Penelitian ini menelaah bagaimana Indonesia memframing AGMSF, faktor‑faktor yang memengaruhi penerjemahan komitmen regional ke praktik nasional, serta cara norma gender global diartikulasikan bersamaan dengan narasi etika lokal. Metode kualitatif deskriptif‑analitis berbasis konstruktivisme dalam Hubungan Internasional digunakan, dengan data berupa analisis dokumen AGMSF, dokumen kebijakan Indonesia dan ASEAN, pernyataan resmi, serta literatur ilmiah dan kebijakan terkait. Analisis konten kualitatif yang didukung oleh analisis wacana selektif menelusuri tema‑tema dominan dan justifikasi. Temuan menunjukkan Indonesia berperan sebagai norm entrepreneur dan memposisikan AGMSF sebagai mekanisme non‑koersif serta sarana pembangunan kapasitas untuk menglokalisasi prinsip gender global sesuai ASEAN Way. Kerangka kerja ini juga dipandang sebagai tuas eksternal untuk pembelajaran sejawat dan insentif reputasi guna mengatasi kesenjangan implementasi di dalam negeri. Artikel menyimpulkan bahwa AGMSF merupakan pelengkap strategis, bukan lapisan kebijakan yang redundan, serta memperkaya literatur yang masih terbatas tentang tata kelola gender ASEAN dengan menghubungkan norm entrepreneurship, institusionalisme regional, dan negosiasi nilai. Implikasinya menegaskan bahwa kerangka kerja yang resonan secara regional dapat memperkuat pelaksanaan domestik dan mengajak penelitian komparatif serta berbasis lapangan lintas negara anggota di masa mendatang.
Indonesia memanfaatkan AGMSF sebagai instrumen eksternal untuk memperkuat pelaksanaan kebijakan gender domestik sekaligus memperkuat kepentingan nasionalnya dalam ranah ekonomi, politik, dan diplomatik.Strategi dual‑track ini menjadikan Indonesia sebagai norm entrepreneur yang menyesuaikan norma global dengan konteks ASEAN, sehingga kerangka kerja regional berfungsi sebagai pelengkap strategis bukan lapisan kebijakan yang berlebihan.Penelitian selanjutnya perlu menguji secara empiris dampak strategi tersebut melalui studi lapangan, perbandingan antar‑negara, dan analisis interaksi antara norma gender dengan kerangka etika lokal seperti maqasid shariah dan adat.
Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan studi lapangan multidisipliner di berbagai lembaga sektoral ASEAN, kementerian domestik, dan organisasi masyarakat sipil untuk mengidentifikasi apakah proses mainstreaming gender bertransformasi menjadi politik substansial atau sekadar prosedur teknokratis, sekaligus menguji relevansi temuan Mukhopadhyay (2016) dan Rai & Grant (2023). Selanjutnya, dilakukan penelitian komparatif lintas negara anggota ASEAN guna mengukur efektivitas strategi dual‑track Indonesia dalam menutup kesenjangan implementasi kebijakan gender, dengan fokus pada bagaimana norma regional diadaptasi bersama nilai‑nilai lokal seperti maqasid shariah, adat, dan kepercayaan masyarakat. Terakhir, disarankan eksplorasi empiris mengenai interaksi antara kerangka gender regional dan kebijakan ekonomi inklusif, khususnya dampak AGMSF terhadap peningkatan partisipasi perempuan dalam sektor STEM, wirausaha, dan ekonomi perawatan, melalui survei longitudinal dan analisis kebijakan berbasis bukti yang dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pembuat kebijakan.
- DOI Name 10.1093 Values. name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin cnri reston... doi.org/10.1093DOI Name 10 1093 Values name values index type timestamp data serv crossref email doiadmin cnri reston doi 10 1093
- THE DEVELOPMENT OF ASEAN FROM STRATEGIC APPROACHE | Keling | Asian Social Science | CCSE. development... doi.org/10.5539/ass.v7n7p169THE DEVELOPMENT OF ASEAN FROM STRATEGIC APPROACHE Keling Asian Social Science CCSE development doi 10 5539 ass v7n7p169
- SIGI 2021 Regional Report for Southeast Asia | OECD. sigi regional report southeast asia oecd skip main... doi.org/10.1787/236f41d0-enSIGI 2021 Regional Report for Southeast Asia OECD sigi regional report southeast asia oecd skip main doi 10 1787 236f41d0 en
- Gender Policies of the new Developmental State: The Case of Indonesian new Participatory Village Governance... journals.sagepub.com/doi/10.1177/18681034221149750Gender Policies of the new Developmental State The Case of Indonesian new Participatory Village Governance journals sagepub doi 10 1177 18681034221149750
| File size | 1.25 MB |
| Pages | 38 |
| DMCA | Report |
Related /
JURNALDIALEKTIKAJURNALDIALEKTIKA Penelitian ini mengonfirmasi relevansi teori tiga modal Burt dalam konteks politik lokal Indonesia, dengan menyesuaikan diri dengan dinamika digital. ImplikasiPenelitian ini mengonfirmasi relevansi teori tiga modal Burt dalam konteks politik lokal Indonesia, dengan menyesuaikan diri dengan dinamika digital. Implikasi
STTABSTTAB Salatiga, which has received the title of being a tolerant city in Indonesia, is important to study regarding the existing social construction, so thatSalatiga, which has received the title of being a tolerant city in Indonesia, is important to study regarding the existing social construction, so that
UMMUMM Temuan mengungkap bahwa proses integrasi menimbulkan ambiguitas struktural, jurisdiksi yang tumpang tindih, dan penerimaan masyarakat yang tidak merata,Temuan mengungkap bahwa proses integrasi menimbulkan ambiguitas struktural, jurisdiksi yang tumpang tindih, dan penerimaan masyarakat yang tidak merata,
UNESUNES Penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas aplikasi canggih dalam memblokir pemberitaan pers yang memicu konflik secara otomatis. kajian mendalamPenelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas aplikasi canggih dalam memblokir pemberitaan pers yang memicu konflik secara otomatis. kajian mendalam
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan dengan memperjelas definisi pungli danPemerintah telah membentuk Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan dengan memperjelas definisi pungli dan
STAI MASSTAI MAS keempat, menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar, sepanjang tidak mengganggu kelancaran Proses Belajar Mengajar, demikian sebaliknyakeempat, menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar, sepanjang tidak mengganggu kelancaran Proses Belajar Mengajar, demikian sebaliknya
UNIMAUNIMA (2) Pelaksanaan program Dana Desa di Desa Talawaan Atas sudah sesuai dengan peraturan yang diatur oleh pemerintah. (3) Pelaporan Dana Desa secara teknis(2) Pelaksanaan program Dana Desa di Desa Talawaan Atas sudah sesuai dengan peraturan yang diatur oleh pemerintah. (3) Pelaporan Dana Desa secara teknis
STAIBSLLGSTAIBSLLG Untuk memperkuat Diplomasi Islam, diperlukan upaya kolektif untuk meningkatkan kerjasama politik, memperkuat ekonomi dan teknologi, mengintensifkan diplomasiUntuk memperkuat Diplomasi Islam, diperlukan upaya kolektif untuk meningkatkan kerjasama politik, memperkuat ekonomi dan teknologi, mengintensifkan diplomasi
Useful /
MIFTAHUL ULUMMIFTAHUL ULUM Tahap melakukan (destiny), pemberdaya mengirimkan surat pengajuan nomor gugus depan ke Kwartir Ranting Kecamatan Purwoasri, dan mendapatkan dokumen pengesahanTahap melakukan (destiny), pemberdaya mengirimkan surat pengajuan nomor gugus depan ke Kwartir Ranting Kecamatan Purwoasri, dan mendapatkan dokumen pengesahan
UMMUMM Namun, dialog yang muncul setelah sengketa air baru-baru ini antara Afghanistan dan Iran dapat menjadi peluang bagi negara-negara Asia Tengah untuk mempertahankanNamun, dialog yang muncul setelah sengketa air baru-baru ini antara Afghanistan dan Iran dapat menjadi peluang bagi negara-negara Asia Tengah untuk mempertahankan
UMMUMM The theoretical implications of the research-based learning model in the FPI course include developing students critical and analytical thinking skills,The theoretical implications of the research-based learning model in the FPI course include developing students critical and analytical thinking skills,
UMMUMM Model ini dirancang tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga menawarkan referensi berharga bagi negara lain, berlandaskan penelitian empiris tentang koreksiModel ini dirancang tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga menawarkan referensi berharga bagi negara lain, berlandaskan penelitian empiris tentang koreksi