KEMENSOSKEMENSOS

Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan SosialSosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial

Ketidakadilan sosial yang dialami populasi disabilitas di berbagai rentang umur diperparah dengan kurangnya pelayanan lintas umur dan lintas jenis disabilitas yang disediakan baik itu oleh pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Lembaga penyedia layanan bagi populasi disabilitas mayoritas masih bersifat karitas dan masih belum berubah dari model tradisional ke model sosial. Model sosial memandang fenomena disabilitas sebagai suatu kondisi yang dipengaruhi oleh struktur fisik lingkungan, perilaku sosial serta nilai budaya yang berkembang mengenai populasi disabilitas. Tujuan penulisan adalah untuk menggambarkan pelayanan yang ada bagi penyandang disabilitas kemudian dianalisa dari sudut pandang praktik anti-oppressive. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara mendalam dan studi literatur, diperoleh 9 lembaga penyedia layanan bagi populasi disabilitas dan semua memberikan pelayanan yang bersifat rehabilitative. Setelah data terkumpul, kemudian dianalisa dengan menggunakan sudut pandang teori anti-oppressive. Hasil penelitian menemukan layanan bagi populasi disabilitas masih menggunakan pendekatan model medis dan orang disabilitas menjadi obyek dari layanan. Layanan yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap populasi disabilitas, perlu terus digalakkan sehingga tidak ada lagi cara pandang diskriminatif dan perlakuan oppressive yang diberikan kepada populasi disabilitas.

Lembaga pelayanan bagi orang dengan disabilitas dalam penelitian ini masih memusatkan perhatian pada orang dengan disabilitas saja dan menjadikan mereka sebagai target intervensi.Layanan yang disedikan lembaga-lembaga adalah rehabilitasi, terapi dan Pendidikan bagi orang dengan disabilitas.Lembaga-lembaga pelayanan sosial bagi orang dengan disabilitas harus mengubah cara pandang mereka terhadap populasi disabilitas dan mulai memandang masyarakaat umum atau orang selain orang disabilitas lah yang menjadi target intervensi dari lembaga-lembaga tersebut.

Penelitian lanjutan dapat menggali lebih dalam mengenai efektivitas program pelatihan keterampilan bagi penyandang disabilitas, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jenis disabilitas, lingkungan kerja, dan dukungan sosial. Studi komparatif mengenai model pelayanan disabilitas di berbagai negara, dengan fokus pada pendekatan inklusif dan pemberdayaan, dapat memberikan wawasan berharga untuk pengembangan kebijakan di Indonesia. Selain itu, penting untuk meneliti dampak intervensi yang bertujuan mengubah persepsi masyarakat terhadap disabilitas, serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling efektif untuk mengurangi stigma dan diskriminasi. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang tantangan dan peluang dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

  1. #kesejahteraan sosial#kesejahteraan sosial
  2. #perilaku sosial#perilaku sosial
Read online
File size484.52 KB
Pages15
Short Linkhttps://juris.id/p-12n
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test