PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA

Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan Indonesia

Penguasaan kosakata sangat penting bagi pembelajar Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) karena menjadi dasar bagi semua keterampilan bahasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan dan menerapkan kosakata baru secara efektif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental dengan satu kelompok eksperimen yang mendapatkan kegiatan ice‑breaking dan satu kelompok kontrol, keduanya menjalani pre‑test dan post‑test untuk mengukur penguasaan kosakata. Hasil menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan signifikan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (rata‑rata skor post‑test 84,17 vs 69,62; t(23) = 3,884, p < .001), menandakan bahwa kegiatan ice‑breaking dapat meningkatkan motivasi siswa, mengurangi kecemasan, dan mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran bahasa. Temuan ini menyarankan integrasi kegiatan ice‑breaking secara rutin dalam pengajaran EFL di sekolah menengah Indonesia.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ice‑breaking activities secara signifikan meningkatkan pencapaian mastery kosakata pada siswa SMA NU Palangka Raya dibandingkan dengan metode konvensional, dimana kelompok eksperimen memperoleh nilai post‑test yang jauh lebih tinggi.Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ice‑breaking tidak hanya berfungsi sebagai pemanasan, tetapi juga memperkuat pembelajaran kosakata melalui peningkatan keterlibatan siswa, pengurangan kecemasan, dan penciptaan lingkungan belajar yang interaktif.Meskipun demikian, keterbatasan sampel kecil dan fokus pada hasil jangka pendek menyarankan perlunya penelitian lanjutan dengan sampel lebih luas, pemeriksaan retensi jangka panjang, serta eksplorasi efek pada keterampilan bahasa lainnya.

Penelitian selanjutnya sebaiknya meneliti efektivitas kegiatan ice‑breaking terhadap retensi kosakata jangka panjang dengan menggunakan post‑test tertunda selama beberapa bulan dan melibatkan sampel yang lebih besar serta multisekolah; selain itu, penting untuk membandingkan berbagai jenis ice‑breaking, seperti berbasis permainan versus berbasis diskusi, dalam meningkatkan tidak hanya kosakata tetapi juga keterampilan berbicara, mendengar, dan membaca pada siswa EFL; selanjutnya, eksplorasi penggunaan platform ice‑breaking digital, misalnya aplikasi seluler atau ruang kelas virtual, dapat memberikan wawasan tentang bagaimana teknologi memengaruhi motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar dalam konteks pembelajaran hibrida atau daring.

  1. An An Exploration Of Icebreakers And Their Impact On Student Engagement In The Classroom | International... ijssr.ridwaninstitute.co.id/index.php/ijssr/article/view/566An An Exploration Of Icebreakers And Their Impact On Student Engagement In The Classroom International ijssr ridwaninstitute index php ijssr article view 566
Read online
File size238.35 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test