UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Status gizi masih menjadi masalah di dunia hingga saat ini, termasuk di Indonesia. Status gizi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu asupan makan, durasi tidur serta aktivitas fisik yang tidak seimbang dapat menyebabkan status gizi berlebih atau status gizi kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan asupan makan, durasi tidur dan aktivitas fisik dengan status gizi karyawan toko ritel Kota Batam tahun 2023. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik cross sectional dengan teknik sampling aksidental sebanyak 60 sampel. Asupan makan diukur menggunakan kuesioner food frequency questioner (FFQ) semi-kualitatif, durasi tidur diukur menggunakan kuesioner rerata durasi tidur dalam 1 minggu, aktivitas fisik diukur dengan kuesioner global physical activity questionnaire (GPAQ) dan status gizi diukur dengan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) dengan mengukur berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji korelasi Gamma. Hasil: Hasil analisis uji korelasi Gamma, hubungan asupan makan dengan status gizi diperoleh nilai p = 0,000 (p ≤ 0,05) (r = 0,919), hubungan durasi tidur dengan status gizi diperoleh nilai p = 0,137 (p > 0,05) (r = -0,284) , hubungan aktivitas fisik dengan status gizi diperoleh nilai p = 0,758 (p > 0,05) (r = -0,067). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan makan dengan status gizi karyawan toko ritel Kota Batam tahun 2023. Namun, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi tidur, aktivitas fisik dengan status gizi karyawan toko ritel Kota Batam tahun 2023.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara asupan makan dengan status gizi karyawan toko ritel Kota Batam, dengan mayoritas responden berada dalam kategori normal untuk semua variabel.Namun, durasi tidur dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi pada kelompok responden ini.Hasil ini menekankan pentingnya pola makan dalam menjaga status gizi, serta menyarankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor lain yang mungkin memengaruhi status gizi terkait durasi tidur dan aktivitas fisik.

Untuk penelitian lanjutan mengenai status gizi karyawan toko ritel, sangat dianjurkan untuk melakukan studi yang lebih mendalam dan komprehensif. Pertama, perlu diselidiki lebih lanjut mengapa durasi tidur dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi dalam studi ini. Penelitian di masa mendatang dapat berfokus pada pengukuran kualitas tidur yang lebih rinci, bukan hanya durasinya, serta membedakan jenis dan intensitas aktivitas fisik yang dilakukan, baik di lingkungan kerja maupun di luar, untuk menangkap nuansa yang mungkin terlewat. Kedua, mengingat konteks karyawan toko ritel yang seringkali bekerja dengan sistem shift, penting untuk mengeksplorasi bagaimana pola kerja shift yang tidak teratur secara spesifik memengaruhi kebiasaan makan, ritme tidur-bangun, dan tingkat stres yang mungkin dialami. Dengan memahami dampak langsung dari lingkungan kerja yang unik ini, kita bisa mengidentifikasi pemicu potensial yang berkontribusi pada status gizi. Ketiga, penelitian selanjutnya juga bisa mengkaji faktor-faktor lain yang bertindak sebagai jembatan atau pengubah dalam hubungan antara asupan makan, durasi tidur, dan aktivitas fisik dengan status gizi. Misalnya, bagaimana tingkat literasi gizi, kondisi sosial ekonomi, atau bahkan dukungan dari manajemen tempat kerja dalam penyediaan makanan sehat dan waktu istirahat yang cukup, dapat memengaruhi pilihan gaya hidup dan pada akhirnya status gizi karyawan. Pendekatan ini akan memberikan gambaran yang lebih utuh tentang interaksi berbagai variabel kompleks yang membentuk status gizi seseorang.

Read online
File size356.49 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test