UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Fistula perianal merupakan sebuah saluran yang terbentuk di antara kanalis analis dan rektum dengan kulit di sekitar anus. Kondisi patologis ini paling sering terjadi akibat ulserasi abses atau drainase insisi di sekitar anus dan rectum. Diketahui terdapat 20.000 hingga 25.000 kasus fistula perianal baru di Amerika Serikat setiap tahunnya. Sebagian besar (hingga 90%) kasus fistula ani adalah idiopatik. Beberapa kasus fistula perianal dihubungkan dengan kondisi lainnya seperti penyakit Crohn, tuberkulosis, hidradenitis supuratif, dan riwayat operasi sebelumnya ataupun radioterapi. Fistula ani tidak akan sembuh tanpa intervensi, dan kegagalan pengobatan dapat mendukung progresifitas penyakit. Komplikasi yang mungkin terjadi setelah dilakukan pembedahan pada fistula perianal antara lain yaitu kekambuhan fistula, inkontinensia, luka drainase kronis, dan striktur anus. Mengingat komplikasi yang sangat mungkin terjadi pada pasien dengan fistula perianal, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang gambaran karakteristik pasien fistula perianal di RS Hj. Bunda Halimah Batam periode 2022-2023. Didapatkan sampel sebanyak 14 orang, pada penelitian didapatkan bahwa pasien fistula perianal terjadi 3 hingga 4 kali lebih sering pada laki-laki dibanding perempuan di RS Hj. Bunda Halimah periode 2022-2023. Berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian ini, diketahui bahwa jumlah pasien yang berusia antara rentang usia terbanyak adalah 30-39 tahun, diikuti oleh usia 40-49 tahun, kemudian usia >50 tahun. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa jenis tindakan terbanyak adalah fistulotomi dibanding dengan fistulectomi.

Fistula perianal terjadi 3 hingga 4 kali lebih sering pada laki-laki dibanding perempuan di RS Hj.Rentang usia pasien terbanyak berada pada kelompok 30-39 tahun, diikuti oleh usia 40-49 tahun dan usia di atas 50 tahun.Tindakan yang paling banyak dilakukan adalah fistulotomi dibandingkan fistulectomi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas untuk mengetahui prevalensi fistula perianal di tingkat kota, provinsi, atau nasional, mengingat belum tersedianya data insidensi di Indonesia. Kedua, penelitian berikutnya dapat menggali karakteristik pasien secara lebih mendalam, seperti faktor risiko, lokasi dan jenis fistula, serta komplikasi pasca operasi, agar dapat membantu penyusunan pedoman tatalaksana yang lebih tepat sasaran. Ketiga, diperlukan studi longitudinal dengan jumlah sampel lebih besar dan periode pengamatan lebih panjang untuk menganalisis hubungan antara tindakan bedah yang digunakan dengan tingkat kekambuhan dan kualitas hidup pasien pascaterapi.

  1. Cross-national analysis about the difference of histopathological management in Tis and T1 colorectal... jstage.jst.go.jp/article/jarc/3/1/3_2017-031/_articleCross national analysis about the difference of histopathological management in Tis and T1 colorectal jstage jst go jp article jarc 3 1 3 2017 031 article
  2. A technique for retrieving misplaced intramedullary metalwork during total knee replacement | The Annals... doi.org/10.1308/rcsann.2019.0095A technique for retrieving misplaced intramedullary metalwork during total knee replacement The Annals doi 10 1308 rcsann 2019 0095
Read online
File size174.84 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test