STIKES AISYIYAH PALEMBANGSTIKES AISYIYAH PALEMBANG

Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science KesehatanBabul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan

Latar Belakang: Meningkatnya angka kejadian penyakit tidak menular (PTM) menjadi masalah kesehatan masyarakat saat ini. Oleh karena itu perlu dilibatkan peran serta masyarakat untuk mengendalikan PTM dengan melaksanakan program Posbindu PTM. Tujuan: Mengetahui gambaran deskriptif penyakit tidak menular. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif menggambarkan distribusi frekuensi kegiatan Posbindu PTM di Pos Bandara SMB II Palembang tanggal 25 Februari 2025. Sampel accidental sampling, populasi adalah seluruh peserta kegiatan Posbindu PTM di Pos Bandara SMB II Palembang sebanyak 89 orang. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil: Posbindu PTM di Pos Bandara SMB II Palembang dikunjungi oleh masyarakat yang ada di Bandara SMB II Palembang, mayoritas laki-laki (71,91%), berusia 20 – 44 tahun (74,16%), berpendidikan SMA/sederajat (68,54%), sudah menikah (58,42%). Berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah dan kadar lipid dalam darah, peserta Posbindu PTM di Pos Bandara SMB II Palembang mayoritas tekanan darah normal (61,8%), kadar lipid dalam darah mayoritas normal.

Peserta Posbindu PTM pada tanggal 25 Februari 2025 mayoritas laki-laki, berusia 20–44 tahun, berpendidikan SMA/sederajat, dan telah menikah.Mayoritas peserta memiliki tekanan darah, kadar kolesterol, trigliserida, gula darah sewaktu, dan asam urat dalam kategori normal.Kegiatan Posbindu PTM diharapkan dapat mendorong masyarakat menerapkan perilaku CERDIK serta deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular.

Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas metode edukasi interaktif berbasis aplikasi digital terhadap peningkatan kunjungan dan pemahaman masyarakat usia produktif mengenai risiko PTM di Posbindu bandara. Kedua, perlu dikaji perbedaan pola kunjungan dan temuan faktor risiko PTM antara pekerja bandara dengan penumpang, untuk mengevaluasi apakah Posbindu lebih efektif jika diarahkan pada satu kelompok tertentu. Ketiga, penting untuk meneliti dampak pemberdayaan kader kesehatan dari kalangan petugas kekarantinaan terhadap kelangsungan dan kualitas pelayanan Posbindu PTM secara berkala, agar program dapat berjalan mandiri dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini akan membantu merancang intervensi yang lebih tepat sasaran, meningkatkan keterlibatan masyarakat, serta memastikan keberlangsungan program deteksi dini PTM di area strategis seperti bandara. Dengan pendekatan yang lebih spesifik dan berkelanjutan, diharapkan Posbindu PTM dapat lebih efektif dalam mencegah beban PTM di masa depan.

  1. Prevalensi Kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) | Jurnal Keperawatan Silampari. prevalensi penyakit... doi.org/10.31539/jks.v6i2.4967Prevalensi Kejadian Penyakit Tidak Menular PTM Jurnal Keperawatan Silampari prevalensi penyakit doi 10 31539 jks v6i2 4967
Read online
File size328.58 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test