UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan baik pengetahuan dan sikap untuk mencapai hidup sehat secara optimal. Salah satu cara untuk menyalurkan pesan adalah dengan menggunakan media audiovisual. Penyebaran informasi tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan bagi remaja. Tujuan Penelitian: Mengetahui di SMP Islam Kabupaten Tangerang Tahun 2022. Metode Penelitian: Penelitian Quasi Experimental dengan rancangan penelitian Pre and post test without control. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII sebanyak 86 siswa-siswi. Penelitian ini akan dilakukan di salah satu SMP Islam di wilayah kabupaten tangerang. Intervensi menggunakan video edukasi. Analisa data secara univariat dan bivariat. Hasil Penelitian: Skor pengetahuan sebelum intervensi video edukasi adalah 16,47 dan sesudah intervensi video edukasi adalah 22,26. Skor sikap sebelum intervensi video edukasi adalah 33,09 dan sesudah intervensi video edukasi adalah 43,56. Ada berpengaruh intervensi video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal tentang kesehatan reproduksi di SMP Islam Kabupaten Tangerang dengan nilai P value (0.000) < (0,05).

Ada berpengaruh intervensi video edukasi terhadap pengetahuan dan sikap remaja awal tentang kesehatan reproduksi.Bidan berpartisipasi aktif dalam program kemasyarakatan dengan memberikan penyuluhan kesehatan pada remaja tentang kesehatan reproduksi.Penelitian ini menunjukkan bahwa video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai kesehatan reproduksi, sehingga perlu dipertimbangkan sebagai metode penyuluhan yang lebih menarik dan modern.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh video edukasi terhadap perilaku remaja terkait kesehatan reproduksi, seperti penundaan aktivitas seksual atau penggunaan alat kontrasepsi. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan kelompok kontrol untuk membandingkan efektivitas video edukasi dengan metode penyuluhan kesehatan lainnya. Ketiga, penting untuk meneliti faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi efektivitas video edukasi, seperti karakteristik remaja (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan) dan kualitas video itu sendiri (durasi, konten, visualisasi). Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana memaksimalkan penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia.

  1. EFFECTS OF GIVING AUDIOVISUAL HEALTH EDUCATION ABOUT ADOLESCENT REPRODUCTION TO THE KNOWLEDGE OF PREMARITAL... doi.org/10.36376/bmj.v7i1.107EFFECTS OF GIVING AUDIOVISUAL HEALTH EDUCATION ABOUT ADOLESCENT REPRODUCTION TO THE KNOWLEDGE OF PREMARITAL doi 10 36376 bmj v7i1 107
  2. Pengaruh Media Lembar Balik, Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mengenai Reproduksi Seksualitas... doi.org/10.37012/jik.v13i1.493Pengaruh Media Lembar Balik Video Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Mengenai Reproduksi Seksualitas doi 10 37012 jik v13i1 493
Read online
File size608.67 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test