YMPAIYMPAI
Jurnal Masyarakat Sehat IndonesiaJurnal Masyarakat Sehat IndonesiaPendidikan seks pada anak prasekolah merupakan upaya penting untuk membentuk pemahaman awal mengenai tubuh, batasan diri, dan perilaku yang aman. Namun, pelaksanaannya sangat bergantung pada peran orang tua, terutama terkait pola asuh dan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seks pada anak usia prasekolah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak usia 4–6 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua (nilai p = 0,001; OR = 4,042) dan tingkat pengetahuan orang tua (nilai p = 0,008; OR = 3,094) dengan perilaku orang tua dalam memberikan pendidikan seks. Kesimpulannya, semakin baik pola asuh dan semakin tinggi pengetahuan orang tua, maka semakin positif perilaku mereka dalam memberikan pendidikan seks kepada anak prasekolah. Diharapkan orang tua dapat meningkatkan pengetahuan dan menerapkan pola asuh yang mendukung keterbukaan serta komunikasi efektif mengenai pendidikan seks sejak dini.
Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan pengetahuan orang tua terhadap perilaku orang tua dalam pendidikan seks prasekolah pada anak usia 4-6 tahun di RT 04 RW 07 Kelurahan Pondok Rajeg Kecamatan Cibinong.Orang tua dengan pola asuh dan pengetahuan yang baik akan memiliki perilaku pendidikan seksual yang lebih baik dibandingkan responden dengan pola asuh dan pengetahuan kurang baik.
Pertama, peneliti dapat mengembangkan program pelatihan bagi orang tua yang menargetkan pola asuh demokratis dan deskriptif tentang seksualitas, kemudian mengukur perubahan pengetahuan dan perilaku orang tua selama setahun. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengkaji peran tingkat pendidikan dan pendapatan keluarga dalam memfasilitasi komunikasi terbuka tentang pendidikan seks, menggali faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi asumsi dan stigma. Ketiga, studi longitudinal dengan sampel anak prasekolah di beberapa RT dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang dari penyuluhan bersama orang tua dan guru terhadap pemahaman anak dan perilaku haptik serta respons terhadap situasi berisiko. Keempat, peneliti dapat mengujicobakan pendekatan digital—seperti aplikasi mobile interaktif—untuk melatih orang tua dan memantau interaksi keluarga guna meningkatkan konsistensi penyampaian informasi. Kelima, melalui teknik analisis statistik multivariat, nilai interaksi antara pola asuh, pengetahuan, dan konteks budaya dapat diidentifikasi untuk memperkuat model teori. Keenam, laporan hasil penelitian ini dapat diintegrasikan ke dalam pedoman kebijakan pendidikan kesehatan reproduksi di tingkat sekolah dasar. Kesembilan, selanjutnya, kesetaraan gender dalam pengajarannya dapat dievaluasi menggunakan instrument validitas dan reliabilitas khusus. Ketujuh, studi perbandingan antar daerah yang berbeda level urbanisasi dapat membantu mengadaptasi strategi intervensi nasional.
| File size | 511.73 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Tiga fase utama dalam 7000 hari pertama kehidupan usia 5-9 tahun, 10-14 tahun, dan 15-19 tahun merupakan periode kritis yang membutuhkan perhatian terhadapTiga fase utama dalam 7000 hari pertama kehidupan usia 5-9 tahun, 10-14 tahun, dan 15-19 tahun merupakan periode kritis yang membutuhkan perhatian terhadap
PELITAIBUPELITAIBU Oleh karena itu, sebaiknya program intervensi preventif dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan terstruktur kepada remaja. Program tersebut perluOleh karena itu, sebaiknya program intervensi preventif dilakukan melalui penyuluhan dan pendampingan terstruktur kepada remaja. Program tersebut perlu
STIKESHBSTIKESHB Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan limbah medis oleh CS di Rumah Sakit Sansani Kota Pekanbaru padaPenelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan limbah medis oleh CS di Rumah Sakit Sansani Kota Pekanbaru pada
STAIDHISTAIDHI Hal ini membuat anak beresiko terpapar konten negatif terhambatnya pertumbuhan dan yang berakibat pada perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untukHal ini membuat anak beresiko terpapar konten negatif terhambatnya pertumbuhan dan yang berakibat pada perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk
KAMPUSMELAYUKAMPUSMELAYU Pemeliharaan anak (hadhanah) dalam Islam merupakan kewajiban utama orang tua, khususnya ibu bagi anak yang belum mencapai usia tamyiz (12 tahun), kecualiPemeliharaan anak (hadhanah) dalam Islam merupakan kewajiban utama orang tua, khususnya ibu bagi anak yang belum mencapai usia tamyiz (12 tahun), kecuali
SALNESIASALNESIA Kegiatan yang masuk dalam rangkaian acara CHAIN (Chemical Engineering in Action) dan merupakan program Divisi Pengabdian Masyarakat HIMATEKIM (HimpunanKegiatan yang masuk dalam rangkaian acara CHAIN (Chemical Engineering in Action) dan merupakan program Divisi Pengabdian Masyarakat HIMATEKIM (Himpunan
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di Puskesmas Merakurak. PemberianPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III di Puskesmas Merakurak. Pemberian
UNTAG SMDUNTAG SMD Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada ditinjau dari aspek-aspek masing-masing variabel, yaitu pola asuh otoriter sebagai variabel bebasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada ditinjau dari aspek-aspek masing-masing variabel, yaitu pola asuh otoriter sebagai variabel bebas
Useful /
SALNESIASALNESIA Selain itu, lima dari delapan ibu hamil menyatakan akan menggunakan KBPP, dua IUD dan tiga implan. Kesimpulannya, pencapaian KBPP dapat meningkat jikaSelain itu, lima dari delapan ibu hamil menyatakan akan menggunakan KBPP, dua IUD dan tiga implan. Kesimpulannya, pencapaian KBPP dapat meningkat jika
SALNESIASALNESIA Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan tahapan kegiatan yaitu (1) pemantauan berat badan anak dan (2) pemberian edukasi gizi pada makanan pendampingMetode yang dilakukan adalah dengan melakukan tahapan kegiatan yaitu (1) pemantauan berat badan anak dan (2) pemberian edukasi gizi pada makanan pendamping
SALNESIASALNESIA Edukasi yang diberikan adalah tentang pengelolaan anggaran rumah tangga dan pengetahuan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah ceramah, pengisianEdukasi yang diberikan adalah tentang pengelolaan anggaran rumah tangga dan pengetahuan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah ceramah, pengisian
UNTAG SMDUNTAG SMD Hasil hipotesis pada penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh agresivitas pasien terhadap strategi coping stress perawat Atma Husada Mahakam denganHasil hipotesis pada penelitian ini menunjukkan tidak ada pengaruh agresivitas pasien terhadap strategi coping stress perawat Atma Husada Mahakam dengan