UMSBUMSB

Menara MedikaMenara Medika

Pendahuluan: Stunting merupakan salah satu gangguan pertumbuhan yang sulit dideteksi di masyarakat dan masih menjadi penanganan utama dalam pembangunan kesehatan. Pembangunan kesehatan memerlukan dukungan dari seluruh masyarakat termasuk kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keterlibatan kader dalam pencegahan stunting telah dilaksanakan, namun kesiapan kader dalam mencegah stunting belum diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya . Metode: Penelitian ini menggunakan metode praexperiment one group pre post test. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kesiapan kader dan lembar observasi pengukuran pertumbuhan anak yang telah dilakukan uji content validity. Hasil: Uji Wilcoxon digunakan dalam analisa data dengan hasil nilai p<0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari pelatihan kader terhadap kesiapan kader dalam pencegahan stunting. Pelatihan stunting pada kader harus berkelanjutan untuk pencegahan dan deteksi dini stunting.

Terdapat pengaruh yang signifikan dari pelatihan terhadap kesiapan kader dalam pencegahan stunting.Hal ini terlihat dari adanya perbedaan skor kesiapan kader antara sebelum dan setelah pelatihan.

Peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menggabungkan pelatihan berbasis teknologi seperti aplikasi simulasi pengukuran pertumbuhan anak untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Selain itu, perlu dilakukan studi lanjutan mengenai dampak jangka panjang pelatihan kader terhadap penurunan angka stunting di tingkat komunitas. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada pengembangan modul pelatihan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan formal kader agar materi lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam praktik lapangan.

Read online
File size362.42 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test