UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Coronary Heart Disease (CHD) atau sering disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan keadaan dimana terjadi penimbunan lemak (ateroma atau plak) pada pembuluh darah koroner. Gizi yang tidak baik adalah faktor risiko berbagai macam penyakit, salah satunya yaitu penyakit kardiovaskular. Status gizi (Indeks massa tubuh dan Rasio lingkar pinggang panggung) yang melebihi batas normal (kegemukan dan obesitas) merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien berobat Penyakit Jantung Koroner ke Poliklinik Jantung RS. Bhayangkara Jambi bulan Januari s/d Maret 2024. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dengan jumlah 40 sampel, Hasil penelitian diuji menggunakan Chi-square. Pada penelitian ini, status gizi (indeks massa tubuh dan rasio lingkar pinggang panggul) didapatkan p-value 0,094 (>0,05) dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul p-value 0,039 (>0,05) yang mengindikasikan bahwa kedua variabel tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap penyakit jantung koroner non diabetic.

Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara Indeks Massa Tubuh dan Rasio Lingkar Pinggang Panggul dengan kejadian penyakit jantung koroner.Penelitian ini menekankan bahwa meskipun mayoritas responden memiliki status gizi yang tidak normal dan menderita Penyakit Jantung Koroner dengan Diabetic, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara Indeks Massa Tubuh maupun Rasio Lingkar Pinggang Panggul dengan kejadian Penyakit Jantung Koroner.Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut dapat dijadikan penentu utama dalam kejadian Penyakit Jantung Koroner di antara pasien yang diteliti.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dengan ukuran sampel yang lebih besar dan metode pengukuran yang lebih akurat diperlukan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang hubungan antara faktor-faktor risiko dan kejadian Penyakit Jantung Koroner. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada eksplorasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam kejadian Penyakit Jantung Koroner, seperti faktor genetik, gaya hidup, dan komorbiditas lainnya. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dikembangkan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi efektivitas intervensi gizi dan gaya hidup dalam mengurangi risiko Penyakit Jantung Koroner pada populasi berisiko tinggi. Dengan menggabungkan temuan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan Penyakit Jantung Koroner yang lebih efektif dan komprehensif.

  1. The Influence of Sex, Age, and Race on Coronary Artery Disease: A Narrative Review | Cureus. influence... doi.org/10.7759/cureus.47799The Influence of Sex Age and Race on Coronary Artery Disease A Narrative Review Cureus influence doi 10 7759 cureus 47799
  2. HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI PUSKESMAS KOTA KUTACANE KECAMATAN... doi.org/10.30743/stm.v4i2.97HUBUNGAN FAKTOR RISIKO DENGAN ANGKA KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI PUSKESMAS KOTA KUTACANE KECAMATAN doi 10 30743 stm v4i2 97
Read online
File size507.44 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test