PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA
Jurnal Pendidikan IndonesiaJurnal Pendidikan IndonesiaGagal ginjal kronis (GGK) merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Hipertensi diidentifikasi sebagai salah satu faktor risiko utama terjadinya dan progresivitas GGK, dengan prevalensi mencapai 85-90% pada pasien GGK. Penurunan Glomerular Filtration Rate (GFR) merupakan indikator utama penurunan fungsi ginjal yang progresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hipertensi dengan penurunan GFR pada pasien GGK di Rumah Sakit Khusus Ginjal Rasyida Medan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 129 pasien GGK. Data dikumpulkan melalui rekam medis yang mencakup karakteristik demografis, status hipertensi, nilai GFR, dan komorbiditas lainnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan program SPSS. Dari 129 subjek penelitian, mayoritas adalah laki-laki (62,8%) dengan kelompok usia terbanyak 60-80 tahun (45,0%). Prevalensi hipertensi pada pasien GGK sangat tinggi mencapai 95,3%. Sebagian besar pasien berada pada stadium terminal G5 (67,4%). Diabetes melitus ditemukan pada 17,8% pasien. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pada pasien dengan hipertensi, 82,2% berada pada stadium lanjut (G4-G5), mengonfirmasi hubungan yang kuat antara hipertensi dengan progresivitas GGK. Kelompok usia muda (25-42 tahun) menunjukkan proporsi tertinggi pada stadium terminal (88,9%), mengindikasikan progresivitas yang lebih cepat. Terdapat hubungan bidireksional antara hipertensi dan penurunan GFR pada pasien GGK. Hipertensi mempercepat penurunan fungsi ginjal melalui berbagai mekanisme patofisiologis, sementara penurunan fungsi ginjal memperburuk hipertensi, membentuk siklus yang saling memperkuat. Tingginya proporsi pasien pada stadium terminal menekankan pentingnya deteksi dini, kontrol tekanan darah yang optimal, dan penatalaksanaan komprehensif untuk memperlambat progresivitas GGK.
Penelitian ini menyimpulkan terdapat hubungan bidireksional antara hipertensi dengan penurunan GFR pada pasien gagal ginjal kronis.Prevalensi hipertensi yang sangat tinggi pada pasien gagal ginjal kronis mengonfirmasi hipertensi sebagai faktor risiko utama progresivitas penyakit.Deteksi dini, kontrol tekanan darah yang optimal, dan penatalaksanaan komprehensif sangat penting untuk memperlambat progresivitas gagal ginjal kronis.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi mekanisme spesifik yang mendasari hubungan bidireksional antara hipertensi dan penurunan GFR pada pasien GGK, termasuk peran faktor genetik dan inflamasi. Kedua, studi intervensi yang mengevaluasi efektivitas strategi kontrol tekanan darah yang dipersonalisasi, seperti penggunaan obat antihipertensi kombinasi atau terapi non-farmakologis, dalam memperlambat progresivitas GGK perlu dilakukan. Ketiga, penelitian prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan periode tindak lanjut yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi dampak jangka panjang dari hipertensi yang tidak terkontrol terhadap perkembangan penyakit ginjal, serta untuk mengidentifikasi biomarker prediktif yang dapat membantu dalam stratifikasi risiko pasien dan personalisasi terapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang patofisiologi GGK dan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif.
| File size | 372.87 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) kini tumbuh menjadi masalah kesehatan dunia, lamanya perawatan pada pasien DM menyebabkan menurunnya kualitas hidupPendahuluan: Diabetes mellitus (DM) kini tumbuh menjadi masalah kesehatan dunia, lamanya perawatan pada pasien DM menyebabkan menurunnya kualitas hidup
LITERASISAINSLITERASISAINS Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest tentang diabetes melitus. Masyarakat juga aktifHasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta berdasarkan hasil pretest dan posttest tentang diabetes melitus. Masyarakat juga aktif
UNTUNT Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dengan uji wilcoxon didapatkan p value (0,001) < α (0,05) ada perbedaan nilai ABI sebelum danHasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan dengan uji wilcoxon didapatkan p value (0,001) < α (0,05) ada perbedaan nilai ABI sebelum dan
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Diabetes melitus (DM) menyebabkan penurunan serius dalam kualitas hidup yang terutama memengaruhi kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. JenisDiabetes melitus (DM) menyebabkan penurunan serius dalam kualitas hidup yang terutama memengaruhi kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan. Jenis
WDHWDH Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Wilayah Klinik Pratama Marlina Ciputat dengan nilai p-value 0,020.Terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup penderita hipertensi di Wilayah Klinik Pratama Marlina Ciputat dengan nilai p-value 0,020.
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Simpulan: Lebih dari setengah (53,4 %) responden memiliki self‑management cukup, kurang dari setengah (46,6 %) baik. Diharapkan dukungan dari semuaSimpulan: Lebih dari setengah (53,4 %) responden memiliki self‑management cukup, kurang dari setengah (46,6 %) baik. Diharapkan dukungan dari semua
EBSINAEBSINA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 selama masa pandemi COVID-19.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara aktivitas fisik dan kualitas hidup pasien diabetes melitus tipe 2 selama masa pandemi COVID-19.
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Penelitian ini bertujuan untuk melihat intervensi terapi modalitas terhadap nilai ABI pada penderita diabetes mellitus. Desain penelitian adalah quasiPenelitian ini bertujuan untuk melihat intervensi terapi modalitas terhadap nilai ABI pada penderita diabetes mellitus. Desain penelitian adalah quasi
Useful /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan dan menerapkan kosakata baru secara efektif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimentalNamun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam mempertahankan dan menerapkan kosakata baru secara efektif. Penelitian ini menggunakan desain kuasi‑eksperimental
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Penelitian ini menyelidiki permintaan akan talenta Chinese Vocational di Indonesia dan jalur untuk pembudidayaannya. Dengan pendekatan campuran yang menggabungkanPenelitian ini menyelidiki permintaan akan talenta Chinese Vocational di Indonesia dan jalur untuk pembudidayaannya. Dengan pendekatan campuran yang menggabungkan
STISABUZAIRISTISABUZAIRI Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan pribadi seperti permasalahan pembagian tanah warisan,Dengan demikian, tidak menutup kemungkinan menimbulkan permasalahan yang berkaitan dengan kepentingan pribadi seperti permasalahan pembagian tanah warisan,
UNISAYOGYAUNISAYOGYA Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian karies gigi pada siswa antara lain pengetahuan, cara menyikat gigi,Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor risiko yang mempengaruhi kejadian karies gigi pada siswa antara lain pengetahuan, cara menyikat gigi,