STT KADESISTT KADESI
Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus sangat penting mengetahui bahwa Yesus Kristus telah membebaskan setiap pribadi dari kehidupan lama ke kehidupan yang baru. Peneliti menemukan beberapa kesalahpahaman mengenai manusia baru seperti yang terdapat dalam Injil Yohanes 3:4 dan 7. Terdapat juga beberapa hal yang menjadi tantangan di jaman yang serba canggih ini, seperti perkembangan teknologi, meluasnya dan berkembangnya sosial media. Jemaat-jemaat diperhadapkan situasi dan kondisi yang membahayakan pikiran dan tindakan tidak sesuai dengan kehidupan yang baru yaitu manusia baru, karena segala sesuatu dapat di akses secara mudah oleh generasi zaman ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang eksplanatori dan konfirmatori pengajaran manusia baru berdasarkan surat kolose 3:1-17 bagi jemaat GPdI, Wilayah 16 Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil dari penelitian adalah hipotesis pertama diterima, karena Eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Rasul Paulus tentang manusia baru (Kolose 3:1-17) di jemaat GPdI Wilayah 16 Kabupaten Landak berada dalam kategori sedang, sesuai dengan hipotesis. Hipotesis kedua ditolak, karena dimensi yang paling dominan adalah Menanggalkan manusia lama (D2), bukan Hidup yang baru dalam Kristus Yesus (D1) seperti yang diajukan. Hipotesis ketiga diterima, karena usia terbukti sebagai latar belakang yang paling dominan memengaruhi pengajaran tersebut, sesuai dengan hipotesis.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tingkat eksplanatori dan konfirmatori pengajaran Paulus tentang manusia baru berada pada kategori sedang.Dimensi yang paling dominan memengaruhi pemahaman jemaat adalah Menanggalkan manusia lama, dengan kontribusi yang sangat tinggi.Faktor usia menjadi latar belakang yang signifikan, sementara pendidikan dan latar belakang lainnya memengaruhi secara lebih kecil.
Penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada perbandingan antara wilayah dengan tingkat usia berbeda untuk menilai dampak usia dalam penerimaan konsep manusia baru. Selanjutnya, dapat dilakukan studi longitudinal untuk mengamati perubahan pemahaman jemaat seiring waktu setelah intervensi pendidikan teologis. Penelitian lain juga dapat mengeksplorasi pengaruh media sosial secara kuantitatif terhadap persepsi jemaat terhadap pengajaran Paulus tentang manusia baru.
| File size | 1.2 MB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Gereja Katolik tidak secara tegas melarang, namun melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan diharapkan praktik sinkretisme dapat dihindari demiGereja Katolik tidak secara tegas melarang, namun melalui pembinaan dan pendampingan berkelanjutan diharapkan praktik sinkretisme dapat dihindari demi
STIPASSTIPAS Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si dan data sekunder lainnya.Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif, menelaah dokumen Gereja seperti Laudato si dan data sekunder lainnya.
STIPASSTIPAS Gereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkanGereja Katolik melalui ajaran ekologi integral menegaskan bahwa tanggung jawab ekologis adalah bagian dari iman. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan
TEKNOKRATTEKNOKRAT Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan diskusi interaktif kepada ibu-ibu kelompok tani Desa Cipadang Gedong Tataan terkait perlindunganPengabdian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan diskusi interaktif kepada ibu-ibu kelompok tani Desa Cipadang Gedong Tataan terkait perlindungan
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Keberagaman masyarakat di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang merupakan aset berharga yang tercermin dalam tradisi pemberian parselKeberagaman masyarakat di RT 002 RW 001 dusun Pekau desa Jerora Satu kecamatan Sintang merupakan aset berharga yang tercermin dalam tradisi pemberian parsel
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil angket dari 20 responden menunjukkan keragaman suku (Batak, Dayak, Flores, Jawa, Melayu,Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil angket dari 20 responden menunjukkan keragaman suku (Batak, Dayak, Flores, Jawa, Melayu,
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Fenomena sosial yang menggiring opini diskrimasi sosial dan agama ini, cukup menohok perasaan antar umat beragama saat itu. Berita ini pun cepat viralFenomena sosial yang menggiring opini diskrimasi sosial dan agama ini, cukup menohok perasaan antar umat beragama saat itu. Berita ini pun cepat viral
STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK Pokok bahasan yang dibahas dalam tulisan ini adalah pandangan Gereja Katolik terhadap konsep dan pemahaman moderasi beragama dalam upaya mencapai toleransi.Pokok bahasan yang dibahas dalam tulisan ini adalah pandangan Gereja Katolik terhadap konsep dan pemahaman moderasi beragama dalam upaya mencapai toleransi.
Useful /
UPHUPH Secara teoritis, penelitian ini meningkatkan pemahaman manajemen sumber daya manusia dengan mengklarifikasi dinamika kondisional dari hubungan-hubunganSecara teoritis, penelitian ini meningkatkan pemahaman manajemen sumber daya manusia dengan mengklarifikasi dinamika kondisional dari hubungan-hubungan
ATTRACTIVEJOURNALATTRACTIVEJOURNAL Hari dengan penggunaan APD tertinggi adalah hari Selasa, 27 Mei 2025, dan Sabtu, 7 Juni 2025, dengan persentase 78%. pada beberapa hari, jumlah APD yangHari dengan penggunaan APD tertinggi adalah hari Selasa, 27 Mei 2025, dan Sabtu, 7 Juni 2025, dengan persentase 78%. pada beberapa hari, jumlah APD yang
STT KADESISTT KADESI Bahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus menggunakan waktu yang cukup banyak di dalam Bait Allah berbincang-bincang dengan para imam hanya sekali pada saatBahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus menggunakan waktu yang cukup banyak di dalam Bait Allah berbincang-bincang dengan para imam hanya sekali pada saat
STT KADESISTT KADESI Gereja dapat mengakomodasi upacara adat Suku Tengger, khususnya upacara unan-unan, melalui penerapan kontekstualisasi Injil tanpa menghilangkan prinsip-prinsipGereja dapat mengakomodasi upacara adat Suku Tengger, khususnya upacara unan-unan, melalui penerapan kontekstualisasi Injil tanpa menghilangkan prinsip-prinsip