STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Yesus datang ke dunia dengan misi penyelamatan yang bernilai rohani dan kekal, tetapi sejak Yesus mulai melayani di dalam pelaksanaan-Nya sehari-hari, Dia tidak terlihat eksklusif dengan hanya beredar di lingkungan rohani; Sinagoga, Bait Allah, para Farisi dan Saduki, para imam dan Lewi saja. Bahkan Alkitab mencatat bahwa Yesus menggunakan waktu yang cukup banyak di dalam Bait Allah berbincang-bincang dengan para imam hanya sekali pada saat dia masih kecil. Tetapi sejak pelayanannya dimulai, Dia menyatu dengan masyarakat dari semua tingkatan/strata berbincang dengan bahasa yang membumi tetapi mendorong keluar nilai-nilai dan kualitas kehidupan orang-orang yang bergaul dengan-Nya. Kepemimpinan pembapaan bergerak berdasarkan mandat/panggilan ilahi, tetapi memiliki relasi simetris dengan seluruh tingkatan/strata, bergaul dengan lugas menginternalisasikan nilai-nilai kebenaran Alkitabiah dalam kemasan modern yang tidak terlihat rohani tetapi tetap bergerak dengan otoritas yang dikenali dan diakui oleh orang-orang di sekitarnya, dengan demikian efektivitas kepemimpinannya menghasilkan jemaat, anak-anak atau pengikut-pengikut yang berkualitas, yang secara berkelanjutan mempengaruhi dunia sekelilingnya dengan kekuatan yang lebih besar.

Gereja belum siap menghadapi perkembangan modernisasi yang melangkah jauh dari kehendak Tuhan, sehingga banyak gereja terjebak dalam aktivitas sekular dan terlarut dalam pola pikir dunia.Kepemimpinan pembapaan harus menerapkan relasi simetris antara bapa dan anak, menggunakan teknologi terapan modern, dan menyusun strategi ibadah sebagai proses kehidupan bersama Yesus.Dengan menerapkan model Yesus—penginjilan, pemuridan, pengembangan kepemimpinan, pendelegasian otoritas, dan pengutusan—kepemimpinan ini dapat mengubah nilai-nilai transaksional menjadi ketulusan dan menghasilkan pertumbuhan rohani yang optimal dalam konteks modern.

Bagaimana penggunaan platform digital interaktif dapat meningkatkan keberlanjutan proses pemuridan dalam gereja lokal yang menghadapi tantangan modernisasi, sehingga dapat memfasilitasi pembentukan komunitas yang responsif terhadap kebutuhan rohani dan sosial? Apakah strategi pelatihan kepemimpinan berbasis pengalaman melalui simulasi situasi dunia nyata dapat memperkuat kemampuan para pemimpin dalam menjalankan pendelegasian otoritas secara transparan dan efektif di era serba digital? Bagaimana penerapan model kepemimpinan pembapaan yang menekankan relasi simetris dapat diadaptasi ke dalam program penggembalaan keluarga multi-generasi, agar nilai-nilai kebenaran Alkitab dapat disalurkan secara generasi demi generasi dalam konteks keluarga modern yang multikultural?.

  1. Kepemimpinan Pembapaan dalam Penggembalaan Jemaat Modern | Jurnal Teologi (JUTEOLOG). kepemimpinan pembapaan... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/250Kepemimpinan Pembapaan dalam Penggembalaan Jemaat Modern Jurnal Teologi JUTEOLOG kepemimpinan pembapaan ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 250
  2. GOSPELING THE GOSPEL IN ACTS | Scriptura: Journal for Biblical, Theological and Contextual Hermeneutics.... scriptura.journals.ac.za/pub/article/view/586GOSPELING THE GOSPEL IN ACTS Scriptura Journal for Biblical Theological and Contextual Hermeneutics scriptura journals ac za pub article view 586
Read online
File size506.7 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test