HARAPANHARAPAN
Jurnal Perspektif HukumJurnal Perspektif HukumPutusan Mahkamah Konstitusi No. 135/PUU-XXII/2024 memperkenalkan pemisahan antara pemilihan umum nasional dan daerah, yang memungkinkan jeda 2–2,5 tahun. Putusan ini membuka ruang bagi perpanjangan masa jabatan eksekutif daerah atau perpanjangan pengangkatan pejabat pelaksana tanpa legitimasi elektoral, sehingga menimbulkan dilema konstitusional antara legalitas formal dan keadilan substantif dalam kerangka hukum Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan analisis deskriptif-kualitatif. Analisis menunjukkan bahwa putusan ini mencerminkan pergeseran peran Mahkamah Konstitusi dari legislator negatif menjadi legislator positif yang menimbulkan kekhawatiran akan pelanggaran konstitusional dan inkonsistensi yudisial. Selain itu, apabila dikaji dengan menggunakan teori tujuan hukum Gustav Radbruch yakni keadilan, kepastian, dan kemanfaatan, bahwa apabila dilihat dari sisi keadilan putusan tersebut dapat menimbulkan voter fatigue atau kelelahan pemilih yang pada akhirnya menurunkan kualitas partisipasi politik dan dampak yang paling problematik memperpanjang masa jabatan kepala daerah atau pengangkatan kepala daerah. Sehingga secara konstitusi menimbulkan kekhawatiran serius terhadap pelanggaran 22E (1) UUD NRI 1945 yang menyatakan pemilu harus dilaksanakan secara Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil, dalam jangka waktu 5 tahun. Selanjutnya dilihat dari sisi kepastian hukum bahwa putusan ini membuka ruang ketidakpastian karena memerlukan revisi besar terhadap UU Pemilu dan UU Pilkada. Penyelenggara pemilu seperti KPU dan Bawaslu harus menyesuaikan sistem, anggaran, serta regulasi teknis yang belum memiliki landasan operasional yang jelas. Kemudian jika dilihat dari sisi kemanfaatan hukum, Pemisahan antara Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah berpotensi menimbulkan beban fiskal yang lebih besar karena negara harus menyelenggarakan dua kali proses electoral.
135/PUU-XXII/2024 mengandung konflik tajam antara legalitas formal dan keadilan substantif.Konsekuensi normatifnya berupa perpanjangan masa jabatan atau penunjukan pejabat tanpa pemilu berpotensi mereduksi hak konstitusional warga negara dan menciptakan ketidakadilan elektoral.Mahkamah Konstitusi perlu lebih berhati-hati dalam menjangkau wilayah legislasi agar tidak melampaui batas kewenangan yang ditentukan oleh UUD NRI 1945 dan selalu mempertimbangkan dasar moral dan keadilan substantif dalam setiap putusan konstitusional.
Berdasarkan analisis terhadap putusan MK No. 135/PUU-XXII/2024, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai dampak putusan ini terhadap partisipasi politik masyarakat, khususnya kelompok marginal dan pemilih pemula, untuk mengidentifikasi potensi penurunan kualitas demokrasi akibat jeda waktu antara pemilu nasional dan daerah. Kedua, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme pengawasan yang efektif terhadap penggunaan kewenangan Mahkamah Konstitusi sebagai positive legislator, termasuk pembentukan lembaga independen yang bertugas mengevaluasi konsistensi normatif dan dampak sosial-politik dari putusan-putusan kontroversial. Ketiga, studi komparatif dengan negara-negara lain yang memiliki sistem pemilu serupa dapat dilakukan untuk mengidentifikasi praktik terbaik dalam menyeimbangkan antara efisiensi penyelenggaraan pemilu, kepastian hukum, dan perlindungan hak-hak konstitusional warga negara. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat fondasi demokrasi dan supremasi hukum di Indonesia, serta mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang yang dapat merugikan kepentingan publik.
- Normative Legal Research in Indonesia: Its Originis and Approaches | Audito Comparative Law Journal... doi.org/10.22219/ACLJ.V4I1.24855Normative Legal Research in Indonesia Its Originis and Approaches Audito Comparative Law Journal doi 10 22219 ACLJ V4I1 24855
- Radbruch’s Formula in the Constitution of Bosnia and Herzegovina – Untapped Potential for... dhs.ff.untz.ba/index.php/home/article/view/778RadbruchAos Formula in the Constitution of Bosnia and Herzegovina Ae Untapped Potential for dhs ff untz ba index php home article view 778
- The Role of Judges in Realizing the Three Basic Legal Values Reviewed from Gustav Radbruch's View... doi.org/doi:10.38142/jpls.v1i2.81The Role of Judges in Realizing the Three Basic Legal Values Reviewed from Gustav Radbruchs View doi doi 10 38142 jpls v1i2 81
| File size | 337 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Rumusan masalah yang diajukan ialah Bagaimana praktek perubahan nonformal konstitusi melalui judicial interpretation oleh Mahkamah Konstitusi. BagaimanaRumusan masalah yang diajukan ialah Bagaimana praktek perubahan nonformal konstitusi melalui judicial interpretation oleh Mahkamah Konstitusi. Bagaimana
DINASTIREVDINASTIREV Grasi adalah pemberian oleh dari Presiden dalam bentuk pengampunan yang berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan putusanGrasi adalah pemberian oleh dari Presiden dalam bentuk pengampunan yang berupa perubahan, peringanan, pengurangan, atau penghapusan pelaksanaan putusan
4141 Studi ini memanfaatkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2016 hingga 2018 untukStudi ini memanfaatkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2016 hingga 2018 untuk
4141 Desain penelitian adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis denganDesain penelitian adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis dengan
4141 Pada periode 2018-2022, puncak kasus DBD tertinggi terjadi pada tahun 2020, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi sehingga perkembanganPada periode 2018-2022, puncak kasus DBD tertinggi terjadi pada tahun 2020, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi sehingga perkembangan
DINASTIRESDINASTIRES Indonesia merupakan negara konstitusional (Rechtsstaat) yang menjunjung nilai-nilai norma hukum berbasis perundang‑undangan. Negara ini memiliki normaIndonesia merupakan negara konstitusional (Rechtsstaat) yang menjunjung nilai-nilai norma hukum berbasis perundang‑undangan. Negara ini memiliki norma
UTUUTU Hutan mangrove merupakan ekosistem di wilayah pesisir yang secara ekonomi memiliki manfaat sangat baik yang berasal dari kayu, biji, dan buah. Buah mangroveHutan mangrove merupakan ekosistem di wilayah pesisir yang secara ekonomi memiliki manfaat sangat baik yang berasal dari kayu, biji, dan buah. Buah mangrove
UTUUTU Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan desain penelitian kontrol kelompok posttest. Kami mengelompokkan menjadi 7 kelompok,Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium menggunakan desain penelitian kontrol kelompok posttest. Kami mengelompokkan menjadi 7 kelompok,
Useful /
HARAPANHARAPAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan peran Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam menyelesaikan sengketa proses pemilu yang timbulPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan peran Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dalam menyelesaikan sengketa proses pemilu yang timbul
DINASTIREVDINASTIREV Pemerintah daerah diberikan otonomi luas untuk melaksanakan urusan pemerintahan daerah. Upaya pengaturan yang tepat adalah mempertimbangkan pemusatan kewenanganPemerintah daerah diberikan otonomi luas untuk melaksanakan urusan pemerintahan daerah. Upaya pengaturan yang tepat adalah mempertimbangkan pemusatan kewenangan
DINASTIREVDINASTIREV c) Kepastian hukum bagi pewaralaba mengenai pengalihan kepemilikan merek waralaba melalui lelang pailit ditentukan oleh dua perlindungan hukum, yaitu perlindunganc) Kepastian hukum bagi pewaralaba mengenai pengalihan kepemilikan merek waralaba melalui lelang pailit ditentukan oleh dua perlindungan hukum, yaitu perlindungan
DINASTIREVDINASTIREV Penanganan anak dalam proses hukumnya harus mengutamakan, pendekatan, pelayanan, perlakuan, perawatan, serta perlindungan yang khusus bagi anak yang bermasalahPenanganan anak dalam proses hukumnya harus mengutamakan, pendekatan, pelayanan, perlakuan, perawatan, serta perlindungan yang khusus bagi anak yang bermasalah