4141
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, diidentifikasi dengan munculnya demam selama 2 hingga 7 hari. Penyakit ini termasuk dalam kelas Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus, dan famili Flaviviridae. Infeksi dengue merupakan penyakit menular yang berpotensi menjadi wabah (kejadian luar biasa). Selain itu, penyakit ini juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan perilaku masyarakat, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan data sekunder. Pada periode 2018-2022, puncak kasus DBD tertinggi terjadi pada tahun 2020, yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan kelembaban tinggi sehingga perkembangan nyamuk menjadi lebih pesat. Dari beberapa kabupaten/kota, tingkat prevalensi lebih tinggi di Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan. Angka CFR meningkat pada tahun 2019 dibandingkan tahun 2018. Gambaran demam berdarah dengue dalam 5 tahun terakhir di Provinsi Sumatera Utara pada periode 2018-2022 menunjukkan fluktuasi. Terlihat bahwa pada tahun 2020 puncak kasus DBD ditemukan di Sumatera Utara dengan tingkat prevalensi 7.769 kasus. Sementara itu, berdasarkan gambaran CFR, banyak terjadi pada tahun 2019 dengan persentase 18,202%, kemudian pada tahun berikutnya terjadi penurunan sebesar 0,256%.
Gambaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sumatera Utara selama periode 2018-2022 menunjukkan tren yang berfluktuasi, dengan puncak kasus terjadi pada tahun 2020 mencapai 7.Secara demografi, kelompok usia 15-44 tahun merupakan yang paling banyak terinfeksi dari 2018-2021, meskipun pada tahun 2022 terjadi peningkatan kasus pada kelompok usia 5-14 tahun, dan Kabupaten Deli Serdang konsisten memiliki kasus tertinggi dari 2019-2022 setelah Kota Medan di tahun 2018.Angka Fatalitas Kasus (CFR) tertinggi tercatat pada tahun 2019 sebesar 18,202%, mengalami penurunan signifikan di tahun 2020, namun kembali sedikit meningkat pada tahun 2021.
Penelitian ini memberikan gambaran awal tentang tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sumatera Utara. Untuk melengkapi temuan ini, saran penelitian lanjutan dapat fokus pada aspek yang lebih mendalam dan kausal. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk melakukan studi yang lebih rinci mengenai bagaimana faktor lingkungan seperti intensitas curah hujan spesifik, fluktuasi suhu harian, dan tingkat kelembaban berkorelasi secara langsung dengan peningkatan kasus DBD di tingkat kabupaten/kota, khususnya di Deli Serdang dan Medan yang menunjukkan kasus tinggi. Penelitian ini dapat menggunakan analisis time-series untuk memprediksi puncak kasus berdasarkan pola iklim. Kedua, perlu dilakukan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas program pencegahan DBD yang sudah berjalan, seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M, di berbagai wilayah Sumatera Utara. Studi ini dapat mengidentifikasi praktik terbaik atau kekurangan dalam implementasi program, serta mengukur dampaknya terhadap penurunan angka insiden dan fatalitas. Ketiga, mengingat adanya perbedaan angka fatalitas kasus (CFR) dan kelompok usia yang rentan, penelitian dapat menggali lebih jauh faktor sosio-demografi dan perilaku masyarakat, termasuk tingkat mobilitas dan kesadaran kesehatan, serta kapasitas sistem layanan kesehatan lokal dalam penanganan DBD. Ini termasuk ketersediaan tenaga medis, fasilitas, dan kecepatan diagnosis awal di daerah dengan CFR tinggi, guna merumuskan strategi intervensi yang lebih tepat sasaran dan adaptif.
- PENYULUHAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK (PSN) VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) KEPADA SISWA SMA | Jurnal... doi.org/10.23917/jpmmedika.v2i1.513PENYULUHAN PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK PSN VEKTOR DEMAM BERDARAH DENGUE DBD KEPADA SISWA SMA Jurnal doi 10 23917 jpmmedika v2i1 513
- Trend Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Sulawesi Tenggara Berbasis Ukuran Epidemiologi | Irma |... doi.org/10.30829/jumantik.v6i1.7968Trend Penyakit Demam Berdarah Dengue DBD di Sulawesi Tenggara Berbasis Ukuran Epidemiologi Irma doi 10 30829 jumantik v6i1 7968
| File size | 155.84 KB |
| Pages | 4 |
| DMCA | Report |
Related /
POLNAMPOLNAM Konsumsi tidak lagi tentang kebutuhan, tetapi sebagai strategi sosial untuk mendapatkan pengakuan, menjaga konektivitas, dan menemukan identitas di duniaKonsumsi tidak lagi tentang kebutuhan, tetapi sebagai strategi sosial untuk mendapatkan pengakuan, menjaga konektivitas, dan menemukan identitas di dunia
POLNAMPOLNAM Agama dalam masyarakat Indonesia memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Agama sendiri berarti tidak kacau atau teratur.Agama dalam masyarakat Indonesia memiliki peranan yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Agama sendiri berarti tidak kacau atau teratur.
UNSRATUNSRAT Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa dan guru tentang pentingnya energi bersih serta menunjukkan potensi penghematan biaya listrik apabila sistemKegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa dan guru tentang pentingnya energi bersih serta menunjukkan potensi penghematan biaya listrik apabila sistem
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Indeks kepadatan (HI 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%) dan DF 7,3 mengindikasikan tingkat kepadatan larva yang tinggi. Tiga spesies larva (AedesIndeks kepadatan (HI 88,23%, CI 10,85%, BI 217,64%, ABJ 11,76%) dan DF 7,3 mengindikasikan tingkat kepadatan larva yang tinggi. Tiga spesies larva (Aedes
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Pengabdian masyarakat di Puskesmas Gedong Tataan menunjukkan bahwa edukasi dan bimbingan teknis manajemen DOTS secara signifikan meningkatkan pengetahuanPengabdian masyarakat di Puskesmas Gedong Tataan menunjukkan bahwa edukasi dan bimbingan teknis manajemen DOTS secara signifikan meningkatkan pengetahuan
WIRARAJAWIRARAJA Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan antara demam berdarah dan pembuangan sampah (nilai p = 0,032) serta penampunganBerdasarkan penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan antara demam berdarah dan pembuangan sampah (nilai p = 0,032) serta penampungan
4141 Around 800 thousand children in the whole of Indonesia are at risk of diseases that can be prevented with vaccines, namely tetanus, diphtheria, measles,Around 800 thousand children in the whole of Indonesia are at risk of diseases that can be prevented with vaccines, namely tetanus, diphtheria, measles,
UMIUMI Dikarenakan objek bayangan tersebut bergerak terus-menerus sehingga mempengaruhi hasil foreground yang didapatkan. Dan itu akan mempengaruhi proses selanjutnyaDikarenakan objek bayangan tersebut bergerak terus-menerus sehingga mempengaruhi hasil foreground yang didapatkan. Dan itu akan mempengaruhi proses selanjutnya
Useful /
UNTARUNTAR Konflik semacam itu disebut Work-Family Conflict (WFC). Mengingat pentingnya keselarasan antara pekerjaan dengan keluarga, penelitian ini bertujuan untukKonflik semacam itu disebut Work-Family Conflict (WFC). Mengingat pentingnya keselarasan antara pekerjaan dengan keluarga, penelitian ini bertujuan untuk
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Tim pelaksana yang juga merupakan dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta sekaligus apoteker praktisiTim pelaksana yang juga merupakan dosen Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta sekaligus apoteker praktisi
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Hasil PkM menunjukkan bahwa rata-rata balita berumur 3 tahun 50%, laki-laki 50% dan perempuan 50%, balita yang tidak mendapatkan asi eksklusif 70%, pendidikanHasil PkM menunjukkan bahwa rata-rata balita berumur 3 tahun 50%, laki-laki 50% dan perempuan 50%, balita yang tidak mendapatkan asi eksklusif 70%, pendidikan
UNTARUNTAR Lingkungan sejawat juga tidak memberikan dampak signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Namun, task aversiveness memiliki pengaruh positif dan signifikanLingkungan sejawat juga tidak memberikan dampak signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Namun, task aversiveness memiliki pengaruh positif dan signifikan