UNTARUNTAR
Jurnal ProvitaeJurnal ProvitaeMemenuhi tuntutan berbagai peran yang diemban sebagai ayah yang baik, sebagai pencari nafkah, dan memiliki peran dalam keluarga, dapat menjadi tekanan ketika terjadi inkonsistensi dan konflik antar peran tersebut. Konflik semacam itu disebut Work-Family Conflict (WFC). Mengingat pentingnya keselarasan antara pekerjaan dengan keluarga, penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai bentuk konflik antara pekerjaan dengan keluarga pada dosen pria serta strategi yang mereka lakukan untuk mengatasi konflik tersebut. Pemilihan dua subjek berusia 22 hingga 52 tahun dalam penelitian ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Families and Work Institute (Lamanna, Riedman, dan Strahm, 2012) yang menyatakan bahwa pria kelahiran antara tahun 1965 dan 1994 sebagian besar memiliki pandangan bahwa keluarga itu penting (family-centric). Untuk mendapatkan pemahaman yang lengkap dan menyeluruh mengenai pengalaman subjek, penelitian ini menggunakan desain studi kualitatif. Studi ini mengungkapkan bahwa sebagai dosen, kedua subjek mengalami konflik di mana keluarga mengganggu pekerjaan dan pekerjaan mengganggu keluarga. Bentuk konflik dominan yang mereka alami sebagai dosen adalah konflik berbasis ketegangan (Strain-based conflict) dan konflik berbasis waktu (Time-Based Conflict). Sebagian besar konflik dialami oleh subjek yang istrinya merupakan ibu rumah tangga, di mana istri tidak dapat sepenuhnya memahami situasi pekerjaan suami. Strategi koping yang digunakan subjek mencakup semua bentuk koping berfokus masalah (problem-focused coping) dan koping berfokus emosi (emotion-focused coping), kecuali strategi koping penyangkalan (denial) karena semua subjek mengakui dan terus memikirkan konflik tersebut.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dosen pria memiliki pandangan modern tentang peran ayah dan aktif dalam keluarga, namun mengalami Work-Family Conflict (WFC) berbasis waktu dan ketegangan, terutama ketika peran keluarga mengganggu pekerjaan dan sebaliknya.Konflik ini lebih menonjol pada subjek dengan istri ibu rumah tangga karena kurangnya pemahaman terhadap tuntutan pekerjaan suami.Untuk mengatasinya, para dosen ini menerapkan strategi koping berfokus masalah seperti mencari solusi dan penyesuaian kognitif, serta koping berfokus emosi seperti mencari dukungan sosial, namun tidak melakukan penyangkalan.
Mengingat hasil penelitian ini menunjukkan adanya Work-Family Conflict (WFC) yang dialami dosen pria dan strategi koping yang digunakan, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang sangat menarik untuk dieksplorasi lebih dalam guna melengkapi pemahaman kita. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk meneliti secara kuantitatif dampak langsung dari jenis dan intensitas WFC yang dialami oleh dosen, baik pria maupun wanita, terhadap kualitas kinerja akademik mereka, kepuasan hidup, serta perkembangan psikososial anak-anak mereka. Penelitian semacam ini dapat menggunakan sampel yang lebih besar untuk mengidentifikasi pola dan hubungan sebab-akibat yang lebih jelas. Kedua, dengan mempertimbangkan bahwa strategi koping bervariasi dan sebagian besar konflik muncul karena kurangnya pemahaman lingkungan keluarga terhadap tuntutan pekerjaan, perlu diinvestigasi efektivitas program intervensi atau dukungan institusional. Misalnya, bagaimana pengaturan kerja yang lebih fleksibel, pelatihan manajemen waktu, atau program konseling keluarga yang disediakan oleh universitas dapat secara signifikan mengurangi tingkat WFC dan meningkatkan kesejahteraan dosen. Pertanyaan penelitian bisa berfokus pada bentuk dukungan seperti apa yang paling efektif dan bagaimana implementasinya. Ketiga, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi perspektif pasangan (istri) dari dosen yang mengalami WFC. Ini penting terutama untuk memahami bagaimana pemahaman, dukungan, atau bahkan konflik yang dialami oleh istri (baik yang bekerja maupun ibu rumah tangga) turut memengaruhi WFC yang dialami oleh dosen pria. Dengan begitu, kita bisa menggali dinamika interaksi dalam keluarga yang lebih mendalam dan menemukan solusi yang lebih holistik.
| File size | 533.94 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
YMPAIYMPAI Ketidakpatuhan ini berisiko mengurangi efektivitas pengobatan dan memicu timbulnya resistensi terhadap obat. Studi ini bertujuan untuk menilai sejauh manaKetidakpatuhan ini berisiko mengurangi efektivitas pengobatan dan memicu timbulnya resistensi terhadap obat. Studi ini bertujuan untuk menilai sejauh mana
YMPAIYMPAI Tumbuh kembang mereka sangat dipengaruhi oleh peran ayah dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran ayah danTumbuh kembang mereka sangat dipengaruhi oleh peran ayah dan keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran ayah dan
YAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURANYAYASANPENDIDIKANDZURRIYATULQURAN Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam pendekatan Gentle Parenting, ayah direpresentasikan sebagai figur pengasuhan yang hangat, responsif, dan empatik sehinggaHasil kajian menunjukkan bahwa dalam pendekatan Gentle Parenting, ayah direpresentasikan sebagai figur pengasuhan yang hangat, responsif, dan empatik sehingga
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Intervensi edukasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu tentang tanda bahaya, tetapi terdapat tantangan seperti rendahnya kualitas danIntervensi edukasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan ibu tentang tanda bahaya, tetapi terdapat tantangan seperti rendahnya kualitas dan
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Sampel penelitian sebanyak 106 siswa melalui Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Father Presence Questionnaire (FPQ), kuesionerSampel penelitian sebanyak 106 siswa melalui Teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan Father Presence Questionnaire (FPQ), kuesioner
ABHINAYAABHINAYA Stunting di Kabupaten Brebes dapat dipahami melalui lensa Segitiga Kekerasan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan budaya. KekerasanStunting di Kabupaten Brebes dapat dipahami melalui lensa Segitiga Kekerasan Galtung, yang mencakup kekerasan langsung, struktural, dan budaya. Kekerasan
STIK KENDALSTIK KENDAL Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan besar yang dihadapi manusia di era modern, seperti kemajuan teknologi, krisis sosial, dan hilangnya maknaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan besar yang dihadapi manusia di era modern, seperti kemajuan teknologi, krisis sosial, dan hilangnya makna
UNDIPUNDIP Dukungan ayah dinilai menggunakan kuesioner Dukungan Ayah Selama Kehamilan, yang diberikan tiga kali dengan interval 72 jam. Depresi pascapersalinan diukurDukungan ayah dinilai menggunakan kuesioner Dukungan Ayah Selama Kehamilan, yang diberikan tiga kali dengan interval 72 jam. Depresi pascapersalinan diukur
Useful /
UNDIPUNDIP Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi kesehatan psikologis dan sosial suku Badjao dan faktor-faktor yang memengaruhi mereka selama pandemi COVID-19. Metode:Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi kesehatan psikologis dan sosial suku Badjao dan faktor-faktor yang memengaruhi mereka selama pandemi COVID-19. Metode:
UNDIPUNDIP Banyak wanita merasa lebih nyaman di rumah, menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengunjungi rumah sakit, dan dapat menemukan aplikasi online dan telemonitoringBanyak wanita merasa lebih nyaman di rumah, menghabiskan lebih sedikit waktu untuk mengunjungi rumah sakit, dan dapat menemukan aplikasi online dan telemonitoring
UNDIPUNDIP Regresi logistik multivariat digunakan dalam analisis untuk menentukan faktor risiko yang terkait dengan prediabetes. Hasil: Terdapat 126 peserta yangRegresi logistik multivariat digunakan dalam analisis untuk menentukan faktor risiko yang terkait dengan prediabetes. Hasil: Terdapat 126 peserta yang
UNTARUNTAR Artinya, semakin tinggi tingkat perfectionism, semakin rendah pula harga diri mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa dengan adaptiveArtinya, semakin tinggi tingkat perfectionism, semakin rendah pula harga diri mahasiswa. Penelitian ini juga menemukan bahwa mahasiswa dengan adaptive