UMPRUMPR

Suluh: Jurnal Bimbingan dan KonselingSuluh: Jurnal Bimbingan dan Konseling

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang sering menunda-nunda tugas, tidak menyukai pelajaran, berpikir waktu masih lama, sering bermain game, dan bermain media sosial sehingga mengakibatkan penundaan tugas. Prokrastinasi akan mengakibatkan penurunan prestasi yang diraih oleh siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental bentuk nonequivalent control group design dengan model pre-test post-test control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis presentase dengan Uji t (t-test). Hasil analisis skala prokrastinasi kelompok eksperimen dengan menggunakan uji-t hasil post-test menunjukkan rata-rata kelompok eksperimen sebesar 65% dan kelompok kontrol 70,75%. Sehingga terjadi penurunan rata-rata pada kelompok eksperimen sebesar 5,75. Pada penghitungan uji-t diperoleh hasil thitung (3,58) > ttabel (2,14), maka hipotesis kerja (Ha) diterima dan hipotesis nihil (Ho) ditolak. Disimpulkan bahwa ada pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik realita untuk mereduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA N 3 Pemalang.

Berdasarkan hasil uji hipotesis, terdapat pengaruh signifikan antara konseling kelompok dengan pendekatan realita terhadap reduksi prokrastinasi akademik siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Pemalang.Hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan uji-t yang menunjukkan nilai thitung (3,58) lebih besar dari ttabel (2,14), sehingga hipotesis alternatif diterima.Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan realita dapat menjadi intervensi yang efektif untuk mengatasi masalah prokrastinasi akademik pada siswa.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas konseling kelompok dengan pendekatan realita dengan pendekatan konseling lainnya, seperti pendekatan kognitif-behavioral atau pendekatan humanistik, untuk mengidentifikasi pendekatan yang paling efektif dalam mereduksi prokrastinasi akademik. Kedua, penelitian dapat diperluas dengan melibatkan partisipan dari berbagai tingkatan kelas dan jenis kelamin untuk menguji generalisasi temuan penelitian ini. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman subjektif siswa dalam mengikuti konseling kelompok dengan pendekatan realita, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan atau kegagalan intervensi ini. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang prokrastinasi akademik dan pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk membantu siswa mengatasi masalah ini.

Read online
File size178.69 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test