UNESAUNESA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPSJurnal Dialektika Pendidikan IPSPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS di SMP Swasta Surabaya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan nonlinier, seperti Pendidikan Akuntansi, Geografi, Ekonomi, dan Pendidikan Dunia Usaha. Penelitian ini juga mengobservasi proses pembelajaran di kelas serta menganalisis dokumen pembelajaran yang digunakan oleh guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPS dengan latar belakang pendidikan nonlinier mengadopsi berbagai strategi pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis konteks, penelitian, simulasi, dan field trip. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dan memperdalam pemahaman materi. Selain itu, mereka juga mengadaptasi pengalaman dari latar belakang pendidikan mereka untuk menyusun modul ajar yang relevan dengan konteks kehidupan nyata siswa. Meskipun terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan pengetahuan dan sumber daya, hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan kualitas pemahaman siswa terhadap materi IPS. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks pendidikan IPS di sekolah menengah pertama. Penelitian ini memberikan saran bagi cabang dinas agar cabang dinas mendukung penerapan strategi pembelajaran yang berbasis pada pengalaman siswa, dengan cara memberikan fleksibilitas dalam kurikulum yang memungkinkan guru untuk mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa seta pada penyediaan dana untuk kegiatan pemebelajaran di luar kelas.
Guru IPS nonlinier di SMP Swasta Surabaya berhasil mengimplementasikan berbagai strategi pembelajaran berbasis pengalaman, seperti penelitian, simulasi, kontekstual, dan field trip, yang secara signifikan meningkatkan kualitas pembelajaran IPS.Keberhasilan ini didukung oleh faktor internal seperti wawasan luas guru dan komitmen mereka, serta faktor eksternal berupa dukungan kurikulum dan fasilitas sekolah, yang juga selaras dengan teori pengalaman Carl Rogers.Dampaknya, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, dan kritis, mampu mengaitkan materi dengan kehidupan nyata, yang pada akhirnya memperdalam pemahaman mereka terhadap mata pelajaran IPS.
Penelitian ini telah mengungkap bagaimana guru IPS dengan latar belakang pendidikan nonlinier berhasil menerapkan strategi inovatif berbasis pengalaman untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Meskipun demikian, untuk lebih memperkaya pemahaman kita, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, akan sangat berharga jika dilakukan studi komparatif dengan pendekatan kuantitatif atau campuran yang membandingkan secara langsung efektivitas strategi pembelajaran guru IPS nonlinier dengan guru IPS yang memiliki latar belakang pendidikan linier. Penelitian semacam ini dapat mengukur dampak kuantitatif terhadap hasil belajar kognitif, keterampilan analitis, serta aspek afektif siswa, sehingga memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai keunggulan atau kekhasan pendekatan guru nonlinier. Kedua, mengingat adanya kendala internal berupa keterbatasan ilmu yang dimiliki guru nonlinier, perlu dirancang dan dievaluasi efektivitas suatu model program pelatihan atau pendampingan yang dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan penguasaan substansi materi IPS bagi mereka. Studi ini tidak hanya akan mengidentifikasi kebutuhan spesifik, tetapi juga mengembangkan solusi praktis untuk peningkatan profesionalisme guru. Terakhir, untuk mendapatkan perspektif yang komprehensif, penting untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman siswa terhadap berbagai strategi pembelajaran berbasis pengalaman yang diterapkan oleh guru nonlinier. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana strategi tersebut memengaruhi motivasi belajar, keterlibatan aktif di kelas, serta pemahaman mendalam mereka terhadap isu-isu sosial, yang pada gilirannya dapat memberikan masukan berharga bagi pengembangan kurikulum dan praktik pengajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik.
| File size | 417 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO Anak-anak saat ini sangat membutuhkan pendidikan karakter, di mana dalam hal ini guru dan orang tua, khususnya guru, memainkan peran penting dalam memperkuatAnak-anak saat ini sangat membutuhkan pendidikan karakter, di mana dalam hal ini guru dan orang tua, khususnya guru, memainkan peran penting dalam memperkuat
DINUSDINUS Iklan tersebut secara efektif menggambarkan bagaimana selfie telah menjadi media utama untuk mengekspresikan diri, perasaan, dan berbagi aktivitas sehari-hariIklan tersebut secara efektif menggambarkan bagaimana selfie telah menjadi media utama untuk mengekspresikan diri, perasaan, dan berbagi aktivitas sehari-hari
DDIPOLMANDDIPOLMAN Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui Bagaimana Strategi Bimbingan dan Penyuluhan Agama islam pada pedagang pasar senggol di Kota Parepare 2) untukPenelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui Bagaimana Strategi Bimbingan dan Penyuluhan Agama islam pada pedagang pasar senggol di Kota Parepare 2) untuk
PENERBITPENERBIT Pendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di era digital yang penuh tantangan, khususnya dalam menanamkanPendidikan Agama Hindu memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda di era digital yang penuh tantangan, khususnya dalam menanamkan
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Oleh karena itu, penguatan nilai toleransi melalui pendidikan dan internalisasi Pancasila sebagai fondasi karakter dan identitas nasional sangat krusialOleh karena itu, penguatan nilai toleransi melalui pendidikan dan internalisasi Pancasila sebagai fondasi karakter dan identitas nasional sangat krusial
PENERBITPENERBIT Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama yang beranekaragam. Hal ini dilakukan sebagaiMengingat Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari berbagai macam suku, ras, budaya dan agama yang beranekaragam. Hal ini dilakukan sebagai
PENERBITPENERBIT Dari lima indikator yang diukur, hanya satu indikator yang berkategori baik, yaitu pemahaman mendalam terhadap bidang yang diajarkan. Empat indikator lainnya,Dari lima indikator yang diukur, hanya satu indikator yang berkategori baik, yaitu pemahaman mendalam terhadap bidang yang diajarkan. Empat indikator lainnya,
PENERBITPENERBIT Kedua pustaka suci ini menuntun, mendorong dan menjadi pedoman dalam mewujudkan moderasi beragama melalui penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam TriKedua pustaka suci ini menuntun, mendorong dan menjadi pedoman dalam mewujudkan moderasi beragama melalui penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri
Useful /
DINUSDINUS Pembelajaran melalui refleksi pengalaman, mengembangkan kompetensi siswa dalam memahami proses desain. Penelitian ini merupakan pengembangan research andPembelajaran melalui refleksi pengalaman, mengembangkan kompetensi siswa dalam memahami proses desain. Penelitian ini merupakan pengembangan research and
IAILMIAILM Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar peserta didik setelah penerapan model STAD. Rata-rata nilai kelas meningkat dariHasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam hasil belajar peserta didik setelah penerapan model STAD. Rata-rata nilai kelas meningkat dari
UNESAUNESA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Wiwitan ini masih eksis di kalangan masyarakat di era modern seperti saat ini. Tradisi Wiwitan mengandung nilaiHasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Wiwitan ini masih eksis di kalangan masyarakat di era modern seperti saat ini. Tradisi Wiwitan mengandung nilai
UNESAUNESA dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik hal tersebut dibuktikan dari hasildapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik hal tersebut dibuktikan dari hasil