4141
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)Sanitasi yang buruk merupakan kontributor signifikan terhadap masalah kesehatan di negara-negara berkembang. Penanganan limbah rumah tangga yang tidak tepat mencemari tanah, air permukaan, dan air tanah, menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat melalui konsumsi air dan paparan. Studi ini memanfaatkan data dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dari tahun 2016 hingga 2018 untuk menguji hubungan antara fasilitas sanitasi dan kualitas kesehatan rumah tangga di Indonesia, menganalisis sampel 883.845 rumah tangga. Menggunakan regresi kuadrat terkecil biasa (OLS), temuan menunjukkan bahwa rumah tangga dengan fasilitas sanitasi yang memadai umumnya mengalami hasil kesehatan yang lebih baik. Studi ini menekankan pentingnya prioritas kebijakan dalam membangun fasilitas pengolahan limbah komunal, seperti instalasi pengolahan air limbah (IPAL), terutama di daerah padat penduduk. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak buruk polusi limbah domestik terhadap kesehatan masyarakat.
Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya fasilitas sanitasi yang memadai, terutama Toilet Bilik Jongkok (TBJ) dengan pengolahan limbah, bagi masyarakat di Indonesia.Meskipun upaya terus dilakukan, akses terhadap fasilitas tersebut stagnan antara tahun 2016 dan 2018, dengan wilayah perkotaan umumnya lebih baik daripada wilayah pedesaan.Temuan empiris kami menyoroti dampak signifikan dari berbagai fasilitas sanitasi terhadap kesehatan rumah tangga, menunjukkan bahwa TBJ dengan fasilitas pengolahan limbah berkorelasi dengan peningkatan hasil kesehatan.Pemerintah perlu meningkatkan intervensi, terutama penyediaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal di daerah padat penduduk berpenghasilan rendah.
Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi kualitatif untuk memahami lebih dalam persepsi masyarakat mengenai pentingnya fasilitas sanitasi yang memadai, khususnya terkait dengan pemeliharaan dan pengelolaan IPAL. Hal ini penting untuk mengidentifikasi hambatan sosial dan budaya yang mungkin menghalangi adopsi praktik sanitasi yang lebih baik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas berbagai model IPAL komunal yang telah diterapkan di Indonesia, dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekonomi, dan sosial. Evaluasi ini dapat memberikan informasi berharga untuk meningkatkan desain dan pengelolaan IPAL di masa depan. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari peningkatan akses sanitasi terhadap indikator kesehatan masyarakat, seperti prevalensi penyakit diare dan stunting pada anak-anak. Studi ini akan memberikan bukti empiris yang lebih kuat mengenai manfaat investasi dalam sanitasi bagi kesehatan masyarakat.
| File size | 196.41 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNRAMUNRAM Akses terhadap sanitasi yang layak, seperti ketersediaan air bersih dan fasilitas pembuangan limbah yang memadai, menjadi kebutuhan dasar manusia untukAkses terhadap sanitasi yang layak, seperti ketersediaan air bersih dan fasilitas pembuangan limbah yang memadai, menjadi kebutuhan dasar manusia untuk
POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA Oleh karena itu, pemanfaatan karbon aktif kayu besi dengan aktivasi NaOH atau NaCl direkomendasikan untuk pengolahan limbah cair laundry, terutama dalamOleh karena itu, pemanfaatan karbon aktif kayu besi dengan aktivasi NaOH atau NaCl direkomendasikan untuk pengolahan limbah cair laundry, terutama dalam
POLTEKMUPOLTEKMU Kegiatan pengabdian kepada masyarakat menambah pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dari lubang resapan biopori. Masyarakat juga mengerti cara pembuatanKegiatan pengabdian kepada masyarakat menambah pengetahuan masyarakat terhadap manfaat dari lubang resapan biopori. Masyarakat juga mengerti cara pembuatan
STKIP JBSTKIP JB Mitra PM-UPUD adalah UD Shalempang Batik Madura (Mitra 1) dan Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit Dusun Pliyang (Mitra 2). PermasalahanMitra PM-UPUD adalah UD Shalempang Batik Madura (Mitra 1) dan Kelompok Pembatik Rumahan, Pemasok Bahan, dan Penjahit Dusun Pliyang (Mitra 2). Permasalahan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Berdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan HTA, pada stasiun penggilingan mempunyai 14 tahapan pekerjaan. Analisis secara kualitatif menggunakanBerdasarkan data yang diperoleh dengan menggunakan HTA, pada stasiun penggilingan mempunyai 14 tahapan pekerjaan. Analisis secara kualitatif menggunakan
UBTUBT Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, para guru merasa sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Selain menambah pengetahuanBerdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, para guru merasa sangat terbantu dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Selain menambah pengetahuan
UBTUBT Produk hasil kelompok kami mengolah sampah kaleng menjadi scented candle dengan melibatkan ibu rumah tangga, anak putus sekolah, dan pengangguran; produkProduk hasil kelompok kami mengolah sampah kaleng menjadi scented candle dengan melibatkan ibu rumah tangga, anak putus sekolah, dan pengangguran; produk
UNISBAUNISBA Kesimpulannya, penggunaan mikroorganisme lokal terbukti efektif dalam mengolah limbah industri di Pangandaran. 349 tenaga kerja, dengan industri makananKesimpulannya, penggunaan mikroorganisme lokal terbukti efektif dalam mengolah limbah industri di Pangandaran. 349 tenaga kerja, dengan industri makanan
Useful /
POLTEKMUPOLTEKMU Pengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan tentang persiapan lingkungan rumah sakit dalam menyongsong AkreditasiPengabdian masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan tentang persiapan lingkungan rumah sakit dalam menyongsong Akreditasi
4141 In conclusion, ensuring continued basic immunization coverage in infants post-COVID-19 is crucial to prevent the spread of preventable diseases and maintainIn conclusion, ensuring continued basic immunization coverage in infants post-COVID-19 is crucial to prevent the spread of preventable diseases and maintain
4141 769 kasus. Sementara itu, berdasarkan gambaran CFR, banyak terjadi pada tahun 2019 dengan persentase 18,202%, kemudian pada tahun berikutnya terjadi penurunan769 kasus. Sementara itu, berdasarkan gambaran CFR, banyak terjadi pada tahun 2019 dengan persentase 18,202%, kemudian pada tahun berikutnya terjadi penurunan
4141 Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 218 orang. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis multivariat, menunjukkanJumlah sampel dalam penelitian ini adalah 218 orang. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis multivariat, menunjukkan