4141

J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)

Upaya pencegahan penyakit tidak menular dapat dilakukan melalui kegiatan promosi kesehatan. Melalui strategi promosi kesehatan yang dilaksanakan, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular. Partisipasi masyarakat secara luas diyakini bermanfaat bagi pengembangan, implementasi, dan evaluasi pelayanan kesehatan. Namun, masih banyak tantangan untuk keterlibatan masyarakat yang sukses dan berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh strategi promosi kesehatan terhadap partisipasi masyarakat dalam mencegah penyakit tidak menular. Metode penelitian yang digunakan adalah analitis dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 218 orang. Analisis data yang digunakan adalah Uji Chi-Square. Berdasarkan hasil analisis multivariat, menunjukkan bahwa nilai korelasi pemberdayaan masyarakat (0,354), nilai korelasi pembangunan suasana (0,179), nilai korelasi advokasi (0,643), dan nilai korelasi kemitraan (0,150). Kesimpulannya adalah variabel yang memiliki korelasi tinggi dengan partisipasi masyarakat adalah advokasi, variabel yang memiliki korelasi sedang dengan partisipasi masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat dan variabel yang memiliki korelasi sangat rendah dengan partisipasi masyarakat adalah variabel pembangunan suasana dan kemitraan.

Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa advokasi memiliki pengaruh signifikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pencegahan penyakit tidak menular.Pemberdayaan masyarakat juga menunjukkan pengaruh positif, sementara pembangunan suasana dan kemitraan memiliki pengaruh yang lebih rendah.Diharapkan, pusat kesehatan masyarakat, khususnya di Ujong Fatihah, dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui pertemuan rutin, membangun suasana yang baik dengan masyarakat, melibatkan masyarakat dalam setiap proses advokasi, dan membangun kemitraan yang baik dengan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik dalam strategi advokasi yang paling efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, misalnya, peran tokoh agama atau tokoh masyarakat dalam mempengaruhi perilaku masyarakat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi masyarakat dalam berpartisipasi dalam program pencegahan penyakit tidak menular, serta mengembangkan intervensi yang tepat untuk mengatasi hambatan tersebut. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari program promosi kesehatan terhadap penurunan prevalensi penyakit tidak menular di masyarakat. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana meningkatkan efektivitas program promosi kesehatan dalam mencegah penyakit tidak menular dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

  1. Community participation in health services development, implementation, and evaluation: A systematic... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0216112Community participation in health services development implementation and evaluation A systematic journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0216112
  2. Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten... doi.org/10.30994/jceh.v3i1.37Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten doi 10 30994 jceh v3i1 37
Read online
File size93.62 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test