4141

J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)

Infeksi saluran kemih adalah penyakit menular yang umum terjadi di masyarakat dan membawa banyak dampak negatif, termasuk perawatan yang lebih lama serta biaya pengobatan yang lebih mahal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi dan faktor risiko infeksi saluran kemih (ISK) di rumah sakit, Yogyakarta. Desain penelitian adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang didiagnosis dengan infeksi saluran kemih di rumah sakit. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode consecutive sampling. Pengambilan data berasal dari data pasien yang tersimpan dalam rekam medis. Izin etik diperoleh dari RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan nomor: 053/KEP-PKU/III/2023. Prevalensi ISK selama dua tahun masa pengumpulan data adalah 65 orang, terdiri dari 16 laki-laki dan 49 perempuan. Terdapat hubungan antara lama rawat inap dengan kejadian ISK dengan p = 0,019 dan OR = 2,56, hubungan antara usia dengan ISK dengan p = 0,001 dan OR = 7,113, serta hubungan antara gender dengan ISK dengan p = 0,001 dan OR = 4,136. Pengaruh lama perawatan, usia, dan gender terhadap kejadian ISK sebesar 31,4%. Jumlah kasus ISK adalah 65 kasus. Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ISK adalah lama rawat, usia, dan jenis kelamin dengan nilai p sebesar 31,4%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lama rawat, usia, dan gender secara signifikan memengaruhi kejadian infeksi saluran kemih di rumah sakit, Yogyakarta, dengan faktor-faktor tersebut menjelaskan 31,4% variasi kasus ISK.

Kejadian infeksi saluran kemih (ISK) sebanyak 65 kasus.Faktor-faktor yang memengaruhi kejadian ISK adalah lama rawat, usia, dan jenis kelamin dengan nilai p sebesar 31,4%.Nilai odds ratio (OR) untuk lama rawat adalah 2,565, untuk usia 7,113, dan untuk jenis kelamin 4,136.Dengan mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dan besarnya nilai OR, diharapkan dapat meningkatkan motivasi dalam upaya pencegahan ISK.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menyelidiki bagaimana perilaku pribadi seperti menahan urin, kebiasaan kebersihan, dan aktivitas fisik berdampak terhadap risiko ISK pada kelompok usia berbeda, terutama pada perempuan usia lanjut yang menjadi kelompok rentan. Kedua, diperlukan studi lanjutan yang menguji efektivitas protokol pengurangan penggunaan kateter dalam waktu lama di rumah sakit, termasuk evaluasi terhadap kepatuhan tenaga kesehatan dan sistem pemantauan harian terhadap pasien terpasang kateter. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor bawaan seperti kondisi medis penyerta (misalnya diabetes dan hiperplasia prostat) serta status imunologis dalam kaitannya dengan kejadian ISK, guna mengembangkan model prediksi risiko ISK yang lebih komprehensif di lingkungan rumah sakit. Penelitian-penelitian ini dapat membantu rumah sakit merancang strategi pencegahan yang lebih personal dan efektif, mengurangi ketergantungan pada antibiotik, serta memperbaiki kualitas pelayanan pasien secara keseluruhan.

  1. Risk factors and predisposing conditions for urinary tract infection - Oscar Storme, José Tirán... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1756287218814382Risk factors and predisposing conditions for urinary tract infection Oscar Storme Josy Tiryn journals sagepub doi 10 1177 1756287218814382
Read online
File size143.78 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test