4141

J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health)

Sampah merupakan masalah yang belum terselesaikan, terutama di Indonesia. Dari waktu ke waktu, jumlah sampah terus mengalami fluktuasi. Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tumpukan sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 26,39 ton. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2020 di mana total sampah nasional diperkirakan mencapai 33,16 ton. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sumber utama polusi tersebut, mengidentifikasi masalah terkait sanitasi lingkungan akibat penumpukan sampah, serta dampak terhadap kesehatan di Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan di Kecamatan Beras Basah, khususnya di Kelurahan XI, mayoritas penduduknya memiliki pendidikan rendah umumnya hanya mencapai tingkat sekolah menengah pertama. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan mengambil data dari kuesioner, wawancara, dan pengamatan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 53 responden yang berbeda dengan pejabat desa seperti kepala desa, Kipling, dan masyarakat setempat. Lokasi penelitian berada di Desa Beras Basah, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Penelitian ini menggarisbawahi dampak buruk dari pengelolaan sampah yang tidak memadai terhadap sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat, yang ditekankan oleh faktor-faktor seperti kurangnya kesadaran, dukungan yang tidak memadai dari pihak berwenang, dan infrastruktur yang tidak memadai (Marpaung et al.Dengan mengintegrasikan wawasan dari inisiatif pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan kerangka hukum dari wilayah pesisir yang serupa, strategi yang disesuaikan dapat dikembangkan untuk mengatasi tantangan ini dan mendorong solusi berkelanjutan untuk pengelolaan sampah di Desa Beras Basah dan wilayah lainnya.

Untuk mengatasi akar penyebab pengelolaan sampah yang tidak memadai, termasuk kesadaran, infrastruktur, dan pemerintahan, penting untuk mengembangkan strategi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan spesifik Desa Beras Basah dan komunitas pesisir lainnya. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan program edukasi dan pelatihan yang komprehensif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sanitasi lingkungan dan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Selain itu, penelitian dapat mengeksplorasi peran teknologi dan inovasi dalam pengelolaan sampah, seperti penerapan sistem pengolahan sampah yang efisien dan ramah lingkungan. Akhirnya, studi komparatif antara Desa Beras Basah dengan komunitas pesisir lainnya dapat memberikan wawasan tentang praktik terbaik dan strategi yang efektif dalam menjaga sanitasi lingkungan dan kesehatan masyarakat di wilayah pesisir.

Read online
File size149.46 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test