STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Abstrak Valensius Ngardi STAKat Negeri Pontianak flavingardi@gmail.com Masih ternyiang di telinga umat Paroki St. Paulus Pringgolayan saat ini, adalah perbincangan tentang sebuah kasus yang cukup menggelisahkan perasaan sesama warga di Kota Gede Bantul, Yogyakarta. Dimana, sekelompok oknum memotong sebuah nisan “Salib di makam umum atas nama Albertus Slamet Sugihardi. Almarum adalah bagian dari warga RT 53 RW 13, Purbayan, Kotagede Yogyakarta. Peristiwa ini terjadi tanggal 17 Desember 2018. Banyak orang kecewa karena mencoreng nilai persaudaraan dan humanis antar warga budaya Yogyakarta. Fenomena sosial yang menggiring opini diskrimasi sosial dan agama ini, cukup menohok perasaan antar umat beragama saat itu. Berita ini pun cepat viral di media massa. Rupa-rupanya peristiwa chaos ini, semakin memancing emosi sesama umat dan menjadi hangat di kalangan warga ketika fenomena yang sangat sesentif ini diangkat ke ruang publik dengan mengecam arogansi oknum yang tidak manusiawi dan tidak bertanggungjawab atas apa yang dilakukannya tanpa alasan yang mendasar dan elegan. (https://tirto.id/intoleransi-di-yogyakarta-meningkat-5-tahun diakses, 26 Oktober 2023). Kasus berikutnya, lagi-lagi penodaan simbol, terjadi penutupan Patung Bunda Maria yang terletak di Rumah Doa Sasana Adhi Rasa St Yakobus, Kulon Progo, Yogyakarta 23 Maret 2023. Patung ini ditutup menggunakan kain terpal berwarna biru, atas dasar suruhan sekelompok orang yang tidak senang dengan pemandangan patung tersebut di mata mereka.

Moderasi agama penting untuk mengakomodasi keanekaragaman budaya dan keberagaman agama dalam masyarakat modern.Dialog interagama melalui pendekatan pluralisme dapat menjadi jembatan yang mendorong penghormatan terhadap perbedaan.Untuk mewujudkan perdamaian, perlu fokus pada isu kemanusiaan seperti kemiskinan dan lingkungan hidup, di luar konteks simbol agama.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji lebih dalam pengaruh kepentingan politik dan ekonomi terhadap konflik antar agama, termasuk bagaimana faktor ini memperkuat perpecahan di masyarakat. Studi tentang implementasi konsep pluralisme dalam dialog antaragama juga diperlukan untuk mengidentifikasi strategi efektif mengatasi konflik simbol. Sebagai saran tambahan, evaluasi model pendekatan humanis dalam penanganan isu sosial seperti kemiskinan dan kerusakan lingkungan hidup di konteks interagama bisa memberikan wawasan baru untuk membangun harmonisasi antarumat beragama.

Read online
File size825.92 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test