STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK
PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANHingga saat ini, intoleransi dan radikalisme masih terus menjadi permasalahan yang menimbulkan kekacauan dan secara tidak langsung merusak keharmonisan dan persatuan bangsa Indonesia. Gerakan dan kebijakan yang dilakukan pemerintah adalah moderasi beragama. Dari sudut pandang Gereja Katolik, konsep moderasi beragama berawal dari doktrin iman: Alkitab dan Magisterium Gereja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana, dari sudut pandang Gereja Katolik, kita dapat berupaya mencapai toleransi melalui moderasi beragama. Penulisan ini menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan kombinasi metode dalam proses pengumpulan datanya. Pokok bahasan yang dibahas dalam tulisan ini adalah pandangan Gereja Katolik terhadap konsep dan pemahaman moderasi beragama dalam upaya mencapai toleransi. Dalam dokumen Konsili Vatikan II yaitu ajaran Nostra Aetate tentang hubungan Gereja Katolik dengan agama non‑Kristen, sangat jela terlihat bagaimana cara pandang dan sikap Gereja Katolik yang merangkul sepenuhnya seluruh kebenaran dan nilai. Menguduskan seluruh agama di dunia agar dapat hidup rukun dan toleran sebagai saudara (Pasal 2 Nostra Aetate). Hal ini mengharuskan Gereja Katolik untuk menyediakan program pembinaan iman melalui katekese komunitas, dialog terbuka dan kerja sama dengan para pemimpin agama lain, serta mengatasi bahaya radikalisme di kalangan pelajar secara lebih serius dan berkelanjutan. Program penindasan dan anti‑kekerasan. Pemerintah akan memperkuat langkah‑langkah yang tepat dan efektif untuk mendukung terjalinnya kerukunan dan toleransi beragama, terus memperkuat moderasi beragama secara sistematis dan sistematis, serta mengoptimalkan peran Forum Kerukunan Umat Beragama;.
Gereja Katolik memandang kehidupan beragama sebagai terbuka, menerima keberagaman, dan menolak segala bentuk kekerasan serta diskriminasi.Gerakan moderasi beragama yang diusung pemerintah Indonesia selaras dengan ajaran Katolik yang didasarkan pada Alkitab dan Magisterium, sehingga Gereja berupaya memperkuat toleransi melalui dialog, kerja sama, dan pendidikan iman.Upaya tersebut mencerminkan teladan Yesus Kristus dalam mempromosikan persaudaraan universal dan menghormati perbedaan antar umat beragama.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas program katekese khusus yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman moderasi beragama di kalangan pemuda Katolik di sekolah-sekolah Indonesia, dengan mengukur perubahan sikap toleransi dan penurunan radikalisme; selanjutnya, studi komparatif antara perspektif Gereja Katolik, Islam, dan Protestan mengenai moderasi beragama dapat mengidentifikasi kesamaan nilai dasar serta perbedaan praktik yang potensial untuk memperkaya dialog lintas‑agama; selain itu, penelitian tindakan terapan dapat menilai dampak inisiatif dialog interfaith yang difasilitasi oleh paroki Katolik terhadap tingkat konflik sosial dan indikator radikalisme di komunitas lokal, memberikan bukti empiris untuk kebijakan publik dan strategi keagamaan yang lebih inklusif.
| File size | 561.88 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
LP3MZHLP3MZH Ia menyatakan bahwa organisasi kemasyarakatan adalah satu keharusan dan bahwa manusia memerlukan satu organisasi kemasyarakatan yang menurut istilah paraIa menyatakan bahwa organisasi kemasyarakatan adalah satu keharusan dan bahwa manusia memerlukan satu organisasi kemasyarakatan yang menurut istilah para
UMSJUMSJ Penelitian ini didasarkan pada teori kepemimpinan transformasional dan pendidikan karakter dalam konteks islam. Kepemimpinan Kyai dipahami sebagai kunciPenelitian ini didasarkan pada teori kepemimpinan transformasional dan pendidikan karakter dalam konteks islam. Kepemimpinan Kyai dipahami sebagai kunci
MUTIARAHATIMOESLEMMUTIARAHATIMOESLEM Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun (AR) yang menjalani masa percobaan diStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun (AR) yang menjalani masa percobaan di
UntikaUntika Faktor utama yang mempengaruhi disiplin meliputi ketepatan waktu, pemanfaatan sarana kerja, tanggung jawab tinggi, dan ketaatan terhadap regulasi instansi.Faktor utama yang mempengaruhi disiplin meliputi ketepatan waktu, pemanfaatan sarana kerja, tanggung jawab tinggi, dan ketaatan terhadap regulasi instansi.
UntikaUntika 5 Tahun 1960) yang membatasi hak milik tanah hanya bagi WNI. Akibat hukumnya adalah pembatalan hak atas tanah yang diperoleh secara tidak sah dan pengembalian5 Tahun 1960) yang membatasi hak milik tanah hanya bagi WNI. Akibat hukumnya adalah pembatalan hak atas tanah yang diperoleh secara tidak sah dan pengembalian
UntikaUntika Influencer sebagai bagian dari sistem pemasaran dapat dimintai pertanggungjawaban hukum secara perdata, pidana, hingga administrasi. Sehingga hasil analisisInfluencer sebagai bagian dari sistem pemasaran dapat dimintai pertanggungjawaban hukum secara perdata, pidana, hingga administrasi. Sehingga hasil analisis
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Ketidakhadiran regulasi yang tegas mengenai sanksi tersebut menimbulkan sejumlah implikasi negatif yang signifikan. Pertama, potensi penyalahgunaan wewenangKetidakhadiran regulasi yang tegas mengenai sanksi tersebut menimbulkan sejumlah implikasi negatif yang signifikan. Pertama, potensi penyalahgunaan wewenang
UNSAPUNSAP Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penerapan pendekatan enklitik membuktikan keterkaitan latar belakang sosiologiMetode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penerapan pendekatan enklitik membuktikan keterkaitan latar belakang sosiologi
Useful /
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Penelitian ini menyimpulkan bahwa label Generasi Strawberry merepresentasikan realitas sosio‑teologis yang ditandai kerapuhan emosional, rendahnya dayaPenelitian ini menyimpulkan bahwa label Generasi Strawberry merepresentasikan realitas sosio‑teologis yang ditandai kerapuhan emosional, rendahnya daya
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Kemampuan membaca merupakan dasar penting dalam pembelajaran di tingkat pendidikan dasar, namun anak berkebutuhan khusus dengan kategori slow learner seringKemampuan membaca merupakan dasar penting dalam pembelajaran di tingkat pendidikan dasar, namun anak berkebutuhan khusus dengan kategori slow learner sering
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Pendekatan ini menekankan interaksi pemahaman tradisional dan modern dan menyoroti betapa dinamisnya pembentukan identitas. Melalui pendekatan eksploratif,Pendekatan ini menekankan interaksi pemahaman tradisional dan modern dan menyoroti betapa dinamisnya pembentukan identitas. Melalui pendekatan eksploratif,
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA Kebaruan kajian ini terletak pada sorotannya terhadap kompleksitas unik dalam menerjemahkan humor, menjadikannya kontribusi penting dalam ranah kajianKebaruan kajian ini terletak pada sorotannya terhadap kompleksitas unik dalam menerjemahkan humor, menjadikannya kontribusi penting dalam ranah kajian