STTABSTTAB

MAN_RAFMAN_RAF

Krisis sosial seperti pandemi, konflik sosial, dan ketidakstabilan ekonomi memengaruhi kekuatan iman komunitas. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan bagaimana bentuk spiritualitas jemaat yang relevan dan tangguh. Pertanyaan utama yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk spiritualitas jemaat yang mampu menopang ketahanan iman di masa krisis sosial? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis pastoral, melalui telaah literatur dan analisis kontekstual. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai praktik spiritual, seperti doa dan persekutuan, serta keterlibatan dalam komunitas gereja, sangat berpengaruh dalam meningkatkan iman jemaat di tengah situasi krisis. Namun, hambatan seperti kurangnya pemuridan dan fragmentasi komunitas juga ditemukan. Oleh karena itu, gereja harus hadir secara kontekstual dan aktif untuk meneguhkan iman umat di masa krisis yang terjadi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan rohani jemaat sangat dipengaruhi oleh krisis sosial yang melanda masyarakat Indonesia, baik itu ekonomi, politik, bencana alam, atau pandemi.Krisis semacam ini tidak hanya berdampak pada bagian fisik dan sosial masyarakat, tetapi juga merusak struktur iman, harapan, dan hubungan spiritual jemaat.Dalam situasi seperti ini, pendampingan pastoral sangat penting karena gereja, sebagai tubuh Kristus, memiliki tugas moral dan spiritual untuk meneguhkan iman jemaat di tengah tekanan kesulitan hidup.Selain itu, praktik spiritual seperti doa, puasa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan dilakukan untuk memperkuat ketahanan iman karena itu memungkinkan orang untuk mengalami kedekatan dengan Tuhan saat menghadapi kesulitan.Hasilnya menunjukkan bahwa komunitas jemaat yang spiritual dan sosialnya sehat memiliki peran penting dalam membentuk ketahanan iman anggotanya, terutama saat situasi krisis.Namun demikian, masalah dan hambatan seperti pemisahan kepemimpinan rohani, dan kurangnya pembentukan spiritual adalah bahaya besar yang harus dihadapi dengan hati-hati dan bijaksana.

Untuk memperkuat ketahanan iman jemaat di masa krisis sosial, penelitian ini mengusulkan beberapa saran. Pertama, perlu ada pengembangan model pendampingan pastoral yang adaptif dan kontekstual, yang mempertimbangkan dinamika dalam jemaat yang sedang berubah, terutama dalam hal kehilangan makna hidup dan kerusakan relasi iman dengan Allah. Kedua, gereja harus menciptakan ruang-ruang pemulihan, baik secara fisik maupun digital, sebagai bentuk konkret dari pendampingan yang berakar pada kasih dan pengharapan. Ketiga, komunitas jemaat harus menjadi tempat untuk berbagi, menanggung beban bersama, dan memperbaiki makna hidup yang mungkin hilang akibat bencana. Dengan demikian, gereja dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam membangun ketahanan iman jemaat di masa krisis sosial.

  1. Mencari Tuhan di Tengah Tantangan: Refleksi Zefanya 2:1-3 | Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat. tuhan... prin.or.id/index.php/JURRAFI/article/view/5420Mencari Tuhan di Tengah Tantangan Refleksi Zefanya 2 1 3 Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat tuhan prin index php JURRAFI article view 5420
  2. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents... pharosjot.com/uploads/7/1/6/3/7163688/art_7_vol_102_se_2_unizul.pdf0 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei annots mediabox contents pharosjot uploads 7 1 6 3 7163688 art 7 vol 102 se 2 unizul pdf
Read online
File size353.65 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test