UNIKOMUNIKOM

CRANE: Civil Engineering Research JournalCRANE: Civil Engineering Research Journal

Sejauh ini penggunaan semen terutama semen portland (PCC) masih merupakan alternatif dalam bahan pengikat utama dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap kuat tekan beton normal yang dibandingkan dengan kuat tekan beton yang dicampur dengan serbuk kapur dan serbuk batu bata, sebagai bahan pengikat lain selain semen yang dapat dicampur dengan bahan campuran dalam pembuatan beton. Pada prinsipnya pelaksaan dari penelitian ini adalah membuat beton dengan mutu K-175 yang dibagi dalam dua jenis pembuatan yaitu beton normal dan beton dengan campuran 5% kapur dan serbuk batu bata, 10% kapur dan serbuk batu bata, 20% kapur dan serbuk batu bata, dan 30% kapur dan serbuk batu bata, di mana setiap campuran semen diganti dengan kapur sebesar 70% dari persen pembuatan campuran beton dan 30% dari serbuk batu bata. Dari pengujian kuat tekan beton yang dicampur dengan bahan campuran berupa kapur dan serbuk batu bata tersebut dapat maksimal atau optimum dari kuat tekan beton normal sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan beton di kemudian hari.

Dari kegiatan penelitian yang telah dilakuakan, nilai kuat tekan dari trial mix beton normal pada umur 28 hari dicapai sebesar 234,5 kg/cm2.Variasi subtitusi semen yang digantikan oleh kapur sebesar 70% dan bubuk bata merah sebesar 30% mempengaruhi hasil nilai kuat tekan yang diperoleh pada usia 28 hari, dengan beton dengan subtitusi semen sebesar 10% memiliki nilai kuat tekan yang optimal.Beton dengan campuran 10% kapur dan bubuk bata merah dapat digunakan sebagai bahan untuk bangunan struktural karena memiliki kuat tekan yang optimal dibanding dengan beton normal.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji pengaruh variasi ukuran partikel serbuk kapur dan serbuk batu bata terhadap kuat tekan beton, dengan tujuan menemukan ukuran partikel optimal yang dapat meningkatkan kinerja beton campuran. Selain itu, studi mengenai durabilitas beton dengan campuran kapur dan serbuk batu bata perlu dilakukan, termasuk pengujian terhadap ketahanan terhadap serangan sulfat dan klorida, untuk memastikan keandalan jangka panjang material ini. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan formulasi campuran beton yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan limbah industri sebagai pengganti sebagian semen, kapur, atau batu bata, sehingga berkontribusi pada praktik konstruksi yang berkelanjutan dan mengurangi dampak lingkungan.

Read online
File size730.39 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test