STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Agama adalah sumber nilai-nilai luhur dan mulia. Semua agama mengandung nilai-nilai universal yang bisa menjadi dasar dan tolok ukur untuk mendukung kehidupan yang memanusiakan. Semakin orang beragama dan taat pada ajaran agamanya, maka semakin semarak kehidupan umat beragama dengan nilai-nilai kemuliaan: kasih, berkat, hikmat dan kebijaksanaan. Namun, sangat disayangkan, ada kecenderungan realitas kehidupan beragama justru memperlihatkan kenyataan yang berbeda. Agama yang sejatinya sumber keluhuran dalam cinta kasih dan berkat, justru menjadi sumber perpecahan dan konflik. Untuk mengetahui berbagai faktor penyebab, perlu dilakukan penelitian. Tujuan penelitian untuk memahami akar masalah munculnya sikap-sikap ekstrim dalam memahami agama. Sehingga dipandang perlu untuk mencari bentuk moderat dalam beragama. Untuk itu, metodologi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan hermeneutik-komparatif dengan teknik studi kepustakaan dan wawancara. Berdasarkan penelitian tersebut, salah satu penyebab realitas praktek agama tidak sejalan nilai keluhuran agama adalah terkait bagaimana pendekatan terhadap teks kitab suci. Ada kecenderungan penganut agama bisa terjebak di antara dua pandangan ekstrim. Akibatnya pandangan keagamaan antara menjadi radikal atau liberal. Semua pandangan keagamaan ekstrim itu bersifat problematis. Diperlukan suatu pendekatan moderat atau jalan tengah, yang memungkinkan terjadinya dialog antara teks dan konteks di tengah realitas ciri khas masyarakat Indonesia yang majemuk. Pendekatan moderat bisa menjadi jembatan antara teks kitab suci dan konteks pembaca teks, serta perlunya menjadikan nilai-nilai universal dari teks kitab suci sebagai pondasi moderasi beragama dalam masyarakat majemuk.

Moderasi beragama adalah pandangan dan sikap yang tidak ekstrim kiri dan tidak ekstrim kanan.Moderasi beragama perlu dikembangkan, supaya umat beragama tidak mabuk agama di satu sisi, dan tidak bersikap relatif saja di sisi lain.Moderasi beragama adalah sikap sungguh-sungguh meyakini kebenaran agamanya dan pada saat bersamaan terbuka untuk menghormati keyakinan dan agama orang lain.Sangat diharapkan, semakin umat beragama sungguh-sungguh meyakini kebenaran agamanya, maka semakin antar umat beragama hidup saling menghormati dan menghargai.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan antara lain: pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana pengaruh pendidikan agama formal dan informal terhadap pembentukan sikap moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Hal ini penting untuk mengetahui apakah ada metode pembelajaran yang lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati antar umat beragama. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis peran tokoh agama dan masyarakat dalam mempromosikan moderasi beragama di tingkat lokal. Dengan memahami strategi yang digunakan oleh tokoh agama yang sukses dalam membangun kerukunan antar umat beragama, kita dapat mengadopsi praktik terbaik untuk diterapkan di komunitas lain. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur tingkat moderasi beragama pada kelompok masyarakat tertentu, serta mengidentifikasi faktor-faktor sosio-ekonomi dan demografis yang berkorelasi dengan sikap moderasi. Hasil penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dalam merancang program-program yang efektif untuk mempromosikan moderasi beragama dan mencegah terjadinya konflik antar umat beragama. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya membangun masyarakat Indonesia yang toleran, damai, dan harmonis.

Read online
File size448.48 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test