STAKATNPONTIANAKSTAKATNPONTIANAK

PROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAANPROSIDING PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEAGAMAAN

Pembahasan mengenai sosok Maria merupakan salah satu topik yang sering muncul dalam dialog agama baik Katolik maupun Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: 1. Mendeskripsikan bagaimana perspektif calon Guru Pendidikan Agama Katolik mengenai Bunda Maria 2. Mendeskripsikan bagaimana perspektif calon Guru Pendidikan Agama Islam mengenai Siti Maryam. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara yang dilanjutkan dengan FGD (Focus Group Discussion). Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Perspektif calon guru Agama Katolik terhadap Bunda Maria yaitu berdasarkan empat dogma; 2) Perspektif calon guru Agama Islam terhadap Maria secara rinci dijelaskan pada beberapa surah dalam Al-Quran. Persamaan perspektif calon pendidik Agama Katolik dan Islam terdapat pada keperawanan Maria saat melahirkan Yesus, juga Maria adalah wanita yang dimuliakan dan diyakini menjadi penghuni surga. Perbedaan perspektif mengenai Maria antara lain: calon Guru Agama Islam mempercayai bahwa Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan, sehingga berbeda dengan umat Katolik yang percaya bahwa Maria adalah Bunda Allah. Calon guru Agama Katolik juga mempercayai bahwa Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan tubuhnya, Maria dibebaskan dari dosa asal, dan Maria tetap perawan setelah melahirkan Yesus.

Maria memiliki posisi penting dalam pandangan Katolik, Kristen, dan Islam.Calon Guru Pendidikan Agama Katolik dan Kristen meyakini Maria sebagai Ibu yang melahirkan Yesus Kristus, atau Bunda Allah, sementara calon Guru Agama Islam meyakini Maryam sebagai salah satu wanita teragung dan ibu dari Nabi Isa.Meskipun terdapat perbedaan keyakinan mengenai keilahian Maria, kedua belah pihak sepakat mengenai keperawanan, kemuliaan, dan tempat Maria di surga.Perbedaan utama terletak pada keyakinan bahwa Maria adalah Bunda Allah, yang tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana dialog interreligius dapat memperkuat pemahaman bersama tentang peran Maria dalam iman Katolik dan Islam, dengan fokus pada nilai-nilai universal seperti kesucian, pengabdian, dan peran perempuan dalam agama. Selain itu, studi komparatif mendalam mengenai interpretasi teks-teks suci terkait Maria dalam tradisi Katolik dan Islam dapat mengungkap nuansa perbedaan dan persamaan yang lebih halus, serta potensi titik temu dalam teologi kedua agama. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan pengalaman pribadi umat Katolik dan Islam dalam menghormati Maria dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana keyakinan agama memengaruhi praktik keagamaan dan kehidupan sosial mereka, serta bagaimana perbedaan keyakinan dapat dikelola secara harmonis dalam masyarakat multikultural Indonesia. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan toleransi, saling pengertian, dan kerjasama antarumat beragama di Indonesia.

  1. STUDI KOMPARATIF KARAKTERISTIK MARYAM DAN ISA DALAM AL QURAN DAN BIBLE | Jurnal Studi Agama. studi komparatif... doi.org/10.19109/jsa.v3i2.5128STUDI KOMPARATIF KARAKTERISTIK MARYAM DAN ISA DALAM AL QURAN DAN BIBLE Jurnal Studi Agama studi komparatif doi 10 19109 jsa v3i2 5128
Read online
File size394.88 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test