ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama IslamJurnal Budi Pekerti Agama Islam

Asia Tenggara telah menjadi wilayah strategis dalam perdagangan maritim internasional sejak masa pra-Islam. Melalui interaksi dagang dengan Arab, Persia, dan India, Islam masuk ke kawasan ini bukan melalui penaklukan militer, melainkan pendekatan damai dan kultural, khususnya lewat peran pedagang dan tokoh sufi. Proses islamisasi berlangsung bertahap, bermula dari pelabuhan-pelabuhan penting seperti Samudera Pasai, Malaka, dan Gresik, dengan dukungan para elite lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode studi pustaka, bertumpu pada sumber sejarah, manuskrip Islam Melayu, dan kajian akademik terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkembang dalam bentuk kesultanan, lembaga pendidikan tradisional seperti pesantren dan pondok, serta ekspresi budaya seperti seni, sastra, dan arsitektur yang bercorak lokal. Proses akulturasi menghasilkan bentuk Islam yang moderat, inklusif, dan berdaya tahan terhadap dinamika zaman. Di era modern, Islam di kawasan ini juga mampu merespons tantangan global melalui inovasi kelembagaan dan penguatan nilai-nilai keislaman yang kontekstual. Dengan demikian, Islam di Asia Tenggara bukan hanya sistem keagamaan, tetapi juga kekuatan peradaban yang membentuk identitas regional yang khas dan berkelanjutan.

Islam di kawasan ini telah menghasilkan lembaga politik, pendidikan, dan budaya yang bercorak lokal yang terus beradaptasi dengan tantangan modern.Oleh karena itu, Islam di Asia Tenggara menjadi model peradaban yang relevan untuk membangun masyarakat multikultural dan berkeadaban di era kontemporer.

Penelitian lanjutan perlu mengkaji bagaimana model dapat diimplementasikan dalam era digital dan globalisasi, khususnya melalui adaptasi lembaga pesantren dalam mengintegrasikan teknologi dan isu lingkungan seperti konsep green pesantren. Selain itu, diperlukan studi komparatif antara model Islam Nusantara dengan bentuk Islam di kawasan lain untuk mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilannya dalam menjaga identitas budaya sambil tetap relevan secara global. Terlebih lagi, penelitian harus mengeksplorasi mekanisme kelembagaan yang memungkinkan Islam moderat dan inklusif di Asia Tenggara untuk mengatasi potensi radikalisme melalui pendidikan keagamaan yang kontekstual dan dialog lintas budaya, serta bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat menjadi solusi bagi konflik sosial kontemporer.

  1. Development of a specialist pharmacist career ladder system and a pharmacy residency program as a result... doi.org/10.1002/jac5.1277Development of a specialist pharmacist career ladder system and a pharmacy residency program as a result doi 10 1002 jac5 1277
  2. Vernacular Morphology Based on Revitalization in the Context of Islamic Sustainability - Case Study:... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/JIA/article/view/20931Vernacular Morphology Based on Revitalization in the Context of Islamic Sustainability Case Study ejournal uin malang ac index php JIA article view 20931
  3. Peradaban Islam di Asia Tenggara | Jurnal Budi Pekerti Agama Islam. peradaban islam asia tenggara jurnal... journal.aripafi.or.id/index.php/jbpai/article/view/1350Peradaban Islam di Asia Tenggara Jurnal Budi Pekerti Agama Islam peradaban islam asia tenggara jurnal journal aripafi index php jbpai article view 1350
  4. METODE PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN DAARUN NAHDHAH THAWALIB BANGKINANG | Akbar | Al-Fikra... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/al-fikra/article/view/5139METODE PEMBELAJARAN KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN DAARUN NAHDHAH THAWALIB BANGKINANG Akbar Al Fikra ejournal uin suska ac index php al fikra article view 5139
Read online
File size437.13 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test