STT KADESISTT KADESI

Jurnal Teologi (JUTEOLOG)Jurnal Teologi (JUTEOLOG)

Tulisan ini membahas bagaimana gereja dapat mengakomodasi upacara adat Suku Tengger, khususnya upacara unan-unan, dalam konteks kontekstualisasi Injil Kristen. Upacara unan-unan yang melibatkan roh leluhur dan sesaji sering kali bertentangan dengan ajaran Kristen, namun gereja dapat menggunakan pendekatan kontekstualisasi Injil untuk tetap relevan dengan budaya setempat tanpa mengorbankan iman Kristen. Kontekstualisasi Injil adalah usaha untuk menyampaikan pesan Kristen dengan cara yang menghormati budaya lokal, melalui adaptasi bentuk ibadah atau penggunaan simbol lokal yang menggambarkan ajaran Kristen. Dengan cara ini, gereja dapat menginjili masyarakat Tengger secara lebih efektif, menghindari sinkretisme, dan menjaga kebenaran ajaran Injil.

Gereja dapat mengakomodasi upacara adat Suku Tengger, khususnya upacara unan-unan, melalui penerapan kontekstualisasi Injil tanpa menghilangkan prinsip-prinsip dasar ajaran Kristen.Pendekatan ini memungkinkan gereja untuk menghormati budaya lokal sekaligus memperkenalkan nilai-nilai iman Kristen yang sejati.Dengan kontekstualisasi yang tepat, gereja dapat menjangkau masyarakat Tengger dengan cara yang relevan, menghargai tradisi mereka, dan tetap berpegang teguh pada kebenaran iman Kristen.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai persepsi masyarakat Suku Tengger terhadap gereja dan Injil, untuk memahami hambatan dan peluang dalam proses kontekstualisasi. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan model-model kontekstualisasi yang lebih spesifik dan relevan dengan karakteristik budaya Suku Tengger, dengan melibatkan partisipasi aktif dari tokoh-tokoh adat dan masyarakat setempat. Ketiga, penelitian perlu dilakukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan seni dan budaya Suku Tengger, seperti musik, tari, dan cerita rakyat, sebagai media untuk menyampaikan pesan-pesan Injil secara lebih efektif dan bermakna. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya gereja untuk menjangkau dan memberdayakan masyarakat Suku Tengger, serta membangun hubungan yang harmonis antara iman Kristen dan budaya lokal.

  1. KONSTRUKSI SOSIAL UPACARA ADAT KARO SUKU TENGGER DI DESA TOSARI, KECAMATAN TOSARI, KABUPATEN PASURUAN... jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/42103KONSTRUKSI SOSIAL UPACARA ADAT KARO SUKU TENGGER DI DESA TOSARI KECAMATAN TOSARI KABUPATEN PASURUAN jurnal uns ac jas article view 42103
  2. Gereja dan Upacara Unan-Unan: Strategi Gereja Mentrasformasi Budaya | Jurnal Teologi (JUTEOLOG). gereja... ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/juteolog/article/view/223Gereja dan Upacara Unan Unan Strategi Gereja Mentrasformasi Budaya Jurnal Teologi JUTEOLOG gereja ejurnal sttkadesiyogyakarta ac index php juteolog article view 223
  3. Contextualization: The Theory, the Gap, the Challenge - Darrell L. Whiteman, 1997. theory gap challenge... journals.sagepub.com/doi/10.1177/239693939702100101Contextualization The Theory the Gap the Challenge Darrell L Whiteman 1997 theory gap challenge journals sagepub doi 10 1177 239693939702100101
Read online
File size762.24 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test