UIN SGDUIN SGD

IJNIIJNI

Penelitian etnografi ini memeriksa dakwah budaya akar rumput Muhammadiyah melalui PCM Kasihan, Bantul, Yogyakarta (2023–2024), mengungkap bagaimana gerakan puritanik ini menegosiasi dan mengubah budaya Jawa. Berdasarkan dakwah budaya, Dahlanisme (strategi selektif‑akomodasi‑transformasional K.H. Ahmad Dahlan) dan dialektika pemurnian‑akomodasi (Geertz, Malinowski), penelitian menggunakan observasi partisipan, wawancara, FGDs, dan analisis tematik interaksi dakwah. Temuan menyoroti keberhasilan Dahlanisme: mengakomodasi kalender Jawa/Krama dalam upacara; memanfaatkan yasinan/tahlilan untuk pendidikan Quran; kemitraan budaya berbasis maslahah. Tantangan meliputi keseimbangan antara kebersihan dan tradisi serta ketidakgembar semangat kader; rekomendasi mendorong integrasi model ini dalam pelatihan pusat dan forum antar cabang. Kontribusi penelitian ini adalah portret mikro empiris dakwah; penyempurnaan teoretis Dahlanisme di luar bi­arisan puritan‑tradisional untuk strategi lokal Islam modern.

Penelitian etnografi ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak menolak budaya, melainkan menyesuaikan dan mengubah budaya Jawa melalui mekanisme tiga.akomodasi simbolik budaya, transformasi makna praktik budaya, dan orientasi sosial.Dakwah budaya Muhammadiyah terwujud melalui penggunaan kalender dan bahasa Jawa, penafsiran yasinan, serta perbaikan tahlilan menjadi forum edukatif.Model Dahlanisme ini menjembatani kebersihan Islam dengan penghargaan terhadap tradisi lokal, menegaskan relevansi dan adaptasi gerakan Islam modern di konteks Javanese.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana model Dahlanisme dapat diadaptasi di daerah dengan latar budaya berbeda, seperti daerah Sunda atau Bugis, dengan melakukan studi komparatif antara cabang Muhammadiyah di daerah tersebut dan PCM Kasihan; dapat juga menyelidiki persepsi masyarakat non‑Muhammadiyah, terutama Nahdlatul Ulama, terhadap transformasi tradisi dakwah yang diimplementasikan, guna memahami tingkat akseptasi dan dampak sosialnya; serta menindaklanjuti penelitian longitudinal yang memantau dinamika dan konsistensi penerapan dakwah budaya di tengah tantangan digitalisasi dan pengaruh budaya pop global, sehingga dapat dikembangkan strategi dakwah digital yang lebih relevan dengan generasi muda.

  1. Theology and Culture: Walisongo’s Strategy of Islamic Enculturation in Java | Aqlania. theology... doi.org/10.32678/aqlania.v16i1.26Theology and Culture WalisongoAos Strategy of Islamic Enculturation in Java Aqlania theology doi 10 32678 aqlania v16i1 26
  2. The spirit of Islam in Javanese mantra: Syncretism and education | Pamungkas | HTS Teologiese Studies... doi.org/10.4102/hts.v79i1.8407The spirit of Islam in Javanese mantra Syncretism and education Pamungkas HTS Teologiese Studies doi 10 4102 hts v79i1 8407
  3. Exploring the Values of Education through Post-Death Traditions in Indonesia | QALAMUNA: Jurnal Pendidikan,... ejournal.insuriponorogo.ac.id/index.php/qalamuna/article/view/3977Exploring the Values of Education through Post Death Traditions in Indonesia QALAMUNA Jurnal Pendidikan ejournal insuriponorogo ac index php qalamuna article view 3977
  4. Islam dan Budaya Masyarakat Yogyakarta Ditinjau dari Perspektif Sejarah | Rahman | el Harakah: Jurnal... ejournal.uin-malang.ac.id/index.php/infopub/article/view/2019Islam dan Budaya Masyarakat Yogyakarta Ditinjau dari Perspektif Sejarah Rahman el Harakah Jurnal ejournal uin malang ac index php infopub article view 2019
Read online
File size405.52 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test