UIN SGDUIN SGD
IJNIIJNIMasyarakat modern hidup di lingkungan yang ditandai oleh keragaman budaya, etnis, dan agama yang semakin kompleks akibat pengaruh globalisasi. Kondisi ini menuntut sistem pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk beradaptasi agar tidak hanya menekankan ritual dan aspek dogmatis, tetapi juga memupuk saling menghormati, empati, dan toleransi antar komunitas keagamaan. Tanpa pendekatan berbasis pluralisme, proses pembelajaran PAI berpotensi menjadi kaku dan kurang relevan dengan realitas sosial siswa. Oleh karena itu, penting bagi PAI untuk mengintegrasikan nilai-nilai pluralisme, seperti rasa hormat terhadap perbedaan, kasih sayang, dan kerja sama, ke dalam proses belajar sejak usia dini. Nilai-nilai ini sejalan dengan nilai QS. Al‑Hujurat ayat 13 yang menekankan pentingnya mengenali dan menghormati keragaman. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar inklusif, reflektif, dan dialogis, sehingga nilai-nilai pluralisme dapat diinternalisasikan secara alami oleh siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di SMPN 46 Bandung dan SMPN 2 Cileunyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai pluralisme dalam pembelajaran PAI terjadi secara sistematis, kontekstual, dan efektif melalui kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman, peran model guru, dan budaya sekolah yang mendukung. Proses ini berhasil membentuk karakter keagamaan siswa menjadi toleran, inklusif, dan berkuasa. Oleh karena itu, pendidikan karakter berbasis pluralisme dalam PAI merupakan strategi krusial dalam mempersiapkan generasi keagamaan yang mampu hidup harmonis di masyarakat yang beragam dan dinamis.
Penelitian mengungkapkan bahwa internalisasi nilai-nilai pluralisme dalam Pendidikan Agama Islam pada SMPN 46 Bandung dan SMPN 2 Cileunyi secara efektif membentuk karakter keagamaan siswa menjadi toleran, empatik, dan berkuasa.Proses internalisasi ini diperkuat melalui pendekatan belajar berbasis pengalaman, peran guru sebagai contoh, serta budaya sekolah yang mendukung nilai-nilai inklusif.Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter berbasis pluralisme dapat meningkatkan kesadaran sosial serta kemampuan siswa dalam menegakkan kerukunan dan kolaborasi antarperbedaan dalam masyarakat yang semakin beragam.
Dalam rangka memperluas pemahaman tentang peran nilai pluralisme dalam pendidikan keagamaan, peneliti selanjutnya dapat mengkaji efek jangka panjang program internalisasi nilai pluralisme pada perkembangan karakter siswa hingga tingkat perguruan tinggi, untuk menilai apakah transformasi karakter yang dihasilkan berlanjut di lingkungan pendidikan yang lebih kompleks; selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi integrasi metode pembelajaran berbasis teknologi digital—seperti simulasi virtual dan pembelajaran berbasis proyek daring—untuk memperkuat pengalaman real-time siswa dalam menghadapi keragaman, sehingga dapat meningkatkan keterlibatan dan refleksi kritis terhadap nilai pluralisme; terakhir, studi komparatif lintas sektor dapat dilakukan antara sekolah menengah nonformal dan formal yang mengimplementasikan program serupa, guna menilai perbedaan konteks dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan internalisasi nilai pluralisme di berbagai lingkungan pendidikan.
- PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTARUMAT... doi.org/10.70367/arrasyiid.v3i1.24PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENINGKATKAN TOLERANSI DAN KERUKUNAN ANTARUMAT doi 10 70367 arrasyiid v3i1 24
- Merdeka Belajar dan Pendekatan Holistik: Pendidikan Islam yang Terintegrasi | Utomo | Instructional Development... ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/IDJ/article/view/31704Merdeka Belajar dan Pendekatan Holistik Pendidikan Islam yang Terintegrasi Utomo Instructional Development ejournal uin suska ac index php IDJ article view 31704
- Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement | Jurnal... journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpi/article/view/40221Transformational Leadership in Islamic Education Institution Through Social Media Engagement Jurnal journal uinsgd ac index php jpi article view 40221
- Internalizing Pluralism in Islamic Education: Boosting Religious Character at SMPN 46 and SMPN 2 Cileunyi,... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/48742Internalizing Pluralism in Islamic Education Boosting Religious Character at SMPN 46 and SMPN 2 Cileunyi journal uinsgd ac index php ijni article view 48742
| File size | 300.19 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UVAYABJMUVAYABJM Bahan ajar konvensional gagal melibatkan siswa SD memahami keragaman budaya, khususnya kearifan lokal Palembang dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian iniBahan ajar konvensional gagal melibatkan siswa SD memahami keragaman budaya, khususnya kearifan lokal Palembang dalam Kurikulum Merdeka. Penelitian ini
UNUGHAUNUGHA Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, dinamika budaya, dan meningkatnya nilai-nilai sosial dalam pendidikan, calon guru PAI dihadapkan pada tantanganDi tengah pesatnya perkembangan teknologi, dinamika budaya, dan meningkatnya nilai-nilai sosial dalam pendidikan, calon guru PAI dihadapkan pada tantangan
UINSAUINSA 0 berfokus pada pendekatan inovatif dan berbasis teknologi untuk membentuk karakter siswa. Pendekatan seperti Inquiry Learning, Discovery Learning, dan0 berfokus pada pendekatan inovatif dan berbasis teknologi untuk membentuk karakter siswa. Pendekatan seperti Inquiry Learning, Discovery Learning, dan
LAKASPIALAKASPIA Implementasi nilai-nilai tersebut berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius, penguatan kesadaran spiritual, serta pengembangan sikapImplementasi nilai-nilai tersebut berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius, penguatan kesadaran spiritual, serta pengembangan sikap
PUTRAGALUHPUTRAGALUH Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas Kahoot dalam mengukur pemahaman peserta didik berada pada angka 48%, yang termasuk dalam kategoriHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas Kahoot dalam mengukur pemahaman peserta didik berada pada angka 48%, yang termasuk dalam kategori
STIKKENDALSTIKKENDAL Peran guru PAI sangat strategis dalam membentuk karakter religius siswa di era digital.meskipun teknologi menghadirkan tantangan berupa degradasi moralPeran guru PAI sangat strategis dalam membentuk karakter religius siswa di era digital.meskipun teknologi menghadirkan tantangan berupa degradasi moral
PTIQPTIQ Penguatan kurikulum PAI dapat dilakukan melalui standardisasi kurikulum, pengintegrasian nilai-nilai Islam dengan konteks keilmuan dan profesi mahasiswa,Penguatan kurikulum PAI dapat dilakukan melalui standardisasi kurikulum, pengintegrasian nilai-nilai Islam dengan konteks keilmuan dan profesi mahasiswa,
STITMUHBASTITMUHBA Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat (r = 0,72) antara kepemimpinan sekolah dan kualitas pembelajaran PAI, dengan nilai p-valueHasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat (r = 0,72) antara kepemimpinan sekolah dan kualitas pembelajaran PAI, dengan nilai p-value
Useful /
UVAYABJMUVAYABJM Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual.
UINSAUINSA PMM merupakan inovasi teknologi pendidikan yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari KurikulumPMM merupakan inovasi teknologi pendidikan yang dikembangkan oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi sebagai bagian dari Kurikulum
LPPM STIEATMABHAKTILPPM STIEATMABHAKTI Literasi keuangan merupakan kemampuan atau tingkat pemahaman seseorang atau masyarakat tentang cara kerja uang. Kekurangan literasi keuangan dapat secaraLiterasi keuangan merupakan kemampuan atau tingkat pemahaman seseorang atau masyarakat tentang cara kerja uang. Kekurangan literasi keuangan dapat secara
LPPM STIEATMABHAKTILPPM STIEATMABHAKTI Sekolah Dasar Negeri 4 Made di Kabupaten Lamongan telah melakukan perbaikan dan pengembangan fasilitas dan infrastruktur, khususnya dalam menerapkan kantinSekolah Dasar Negeri 4 Made di Kabupaten Lamongan telah melakukan perbaikan dan pengembangan fasilitas dan infrastruktur, khususnya dalam menerapkan kantin