UVAYABJMUVAYABJM

Pahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-BudayaPahlawan Jurnal Pendidikan-Sosial-Budaya

Penelitian ini mengembangkan Aplikasi Asesmen Digital berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui pemberdayaan nilai‑nilai budaya dalam penilaian. Latar belakangnya mencakup lemahnya integrasi kearifan lokal Dayak dalam instrumen asesmen dan rendahnya motivasi siswa dalam pembelajaran kontekstual. Tujuan penelitian adalah menghasilkan aplikasi asesmen digital yang valid, praktis, dan efektif, serta mampu mengukur hasil belajar siswa dalam ranah kognitif dan identitas budaya. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model Borg & Gall, meliputi analisis kebutuhan, perancangan item penilaian yang mencerminkan nilai handep, harmoni dengan alam, dan motif ukir, pengembangan prototipe, uji coba ahli, dan implementasi di tiga sekolah dasar di Kalimantan Selatan. Data dikumpulkan melalui validasi ahli, angket praktik guru/siswa, dan desain eksperimen kuasi (pre‑test/post‑test dengan kelompok kontrol). Hasil validasi ahli menunjukkan skor kelayakan > 90 %, kepraktisan > 85 %, dan nilai N‑Gain rata‑rata 0,76‑0,84 pada pemahaman konsep serta dimensi budaya lokal, yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.

Penelitian berhasil mengembangkan aplikasi asesmen digital berbasis kearifan lokal Suku Dayak yang valid, praktis, dan efektif untuk pembelajaran di sekolah dasar.Integrasi unsur budaya lokal meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta hasil belajar siswa, terbukti dari peningkatan signifikan nilai post‑test dibandingkan pre‑test.Aplikasi ini layak dikembangkan lebih lanjut dan direkomendasikan untuk penerapan luas serta penelitian lanjutan pada skala lebih besar dan konteks yang beragam.

Penelitian lanjutan dapat menguji dampak jangka panjang penggunaan aplikasi asesmen digital berbasis kearifan lokal terhadap prestasi akademik dan perkembangan identitas budaya siswa selama beberapa tahun ajaran, sehingga dapat menilai keberlanjutan manfaatnya. Selanjutnya, studi banding dapat memperluas penerapan model serupa ke suku atau komunitas budaya lain di Indonesia, seperti suku Batak atau Bugis, untuk menilai adaptabilitas metodologi pengembangan dan efektivitasnya dalam konteks budaya yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk mengembangkan fitur asesmen adaptif yang menyesuaikan tingkat kesulitan secara real‑time berdasarkan respons siswa, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap motivasi belajar dan pencapaian kompetensi kognitif dibandingkan asesmen konvensional.

  1. Pengembangan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk Meningkatkan Efektivitas... doi.org/10.57216/pah.v21i2.34Pengembangan Aplikasi Asesmen Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Dayak untuk Meningkatkan Efektivitas doi 10 57216 pah v21i2 34
Read online
File size339.8 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test