UIN SGDUIN SGD

IJNIIJNI

Penelitian ini menyelidiki representasi simbol keagamaan yang tertanam dalam motif batik Tokwi Lasem, dengan menggunakan kerangka semiotik Charles Sanders Peirce. Berasal dari komunitas Tionghoa Peranakan di Lasem, Jawa Tengah, motif batik ini memiliki makna spiritual yang mendalam, khususnya simbol-simbol yang berakar pada sistem kepercayaan Taoisme, seperti Tiga Dewa Bintang (Fu Lu Shou), Delapan Dewa (Ba Xian), naga, phoenix, dan karakter Mandarin. Dengan menggunakan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengrajin, ahli budaya, kurator, serta tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa motif-motif ini tidak hanya berfungsi sebagai seni dekoratif, tetapi sebagai tanda-tanda suci yang berfungsi dalam model triadic semiosis Peirce - terdiri dari representamen, objek, dan interpretan. Tanda-tanda ini merepresentasikan pertukaran dinamis antara makna keagamaan dan memori budaya, membentuk bahasa visual yang menghubungkan yang sakral dan yang sehari-hari. Motif-motif ini mencerminkan sincretisme yang mendalam antara kosmologi Taoisme Tionghoa dan tradisi lokal Jawa, mengartikulasikan identitas, penghormatan, dan kontinuitas kepercayaan. Secara teoritis, penelitian ini berkontribusi pada tubuh pengetahuan yang berkembang tentang semiotika keagamaan dan budaya material, sambil menekankan kekayaan interpretatif batik tradisional sebagai media komunikasi spiritual. Secara praktis, penelitian ini mendukung pengakuan batik sebagai warisan hidup, memupuk ketahanan budaya, pemahaman antaretnis, dan pendekatan lokal terhadap pendidikan dan pelestarian warisan.

Studi ini mengungkapkan bahwa motif batik Tokwi Lasem mengandung representasi simbol keagamaan yang kuat dan kompleks, khususnya simbol-simbol Taoisme seperti Fu Lu Shou (Tiga Dewa), Ba Xian (Delapan Dewa), naga, phoenix, dan karakter Mandarin.Melalui pendekatan semiotik Charles Sanders Peirce, ditemukan bahwa tanda-tanda dalam batik Tokwi tidak hanya hadir sebagai elemen visual, tetapi juga merepresentasikan struktur makna keagamaan yang ada dalam praktik budaya komunitas Tionghoa Peranakan di Lasem.Ikon, indeks, dan simbol yang tertanam dalam batik ini menjadi bentuk konkret dari proses semiotik yang memediasi antara dunia profan dan sakral, mencerminkan hubungan yang mendalam antara estetika, spiritualitas, dan identitas budaya.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada dalam paper, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Mempelajari lebih lanjut tentang proses akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa dalam batik Tokwi Lasem, dengan fokus pada bagaimana simbol-simbol keagamaan Taoisme terintegrasi dengan tradisi lokal Jawa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai dan kepercayaan Taoisme diserap dan diadaptasi oleh masyarakat Jawa, serta bagaimana hal ini tercermin dalam motif-motif batik.. . 2. Menganalisis makna dan interpretasi simbol-simbol dalam batik Tokwi Lasem dari perspektif pengguna batik. Penelitian ini dapat melibatkan wawancara mendalam dengan pengguna batik, baik dari komunitas Tionghoa Peranakan maupun masyarakat Jawa, untuk memahami bagaimana mereka memahami dan menginterpretasikan simbol-simbol tersebut dalam konteks budaya dan keagamaan mereka.. . 3. Meneliti peran batik Tokwi Lasem dalam memperkuat identitas budaya dan ketahanan budaya komunitas Tionghoa Peranakan di Lasem. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana batik berfungsi sebagai media ekspresi identitas, kontinuitas budaya, dan pemeliharaan warisan budaya Tionghoa dalam konteks masyarakat multikultural di Indonesia.

  1. Unraveling Religious Symbolism in Tokwi Lasem Batik Motifs: Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis... journal.uinsgd.ac.id/index.php/ijni/article/view/45718Unraveling Religious Symbolism in Tokwi Lasem Batik Motifs Charles Sanders Peirces Semiotic Analysis journal uinsgd ac index php ijni article view 45718
Read online
File size1.02 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test