UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA

Keraton: Journal of History Education and CultureKeraton: Journal of History Education and Culture

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana perjanjian antara Sabdopalon dan Syekh Subakir direpresentasikan dalam kehidupan masyarakat Lembah Tidar, Magelang. Fokus penelitian ini adalah mengungkap isi perjanjian, proses negosiasi spiritual yang berlangsung selama 40 hari 40 malam, serta menganalisis pesan moral, nilai, dan norma yang terkandung di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan juru kunci Gunung Tidar dan tokoh masyarakat, serta tinjauan dokumen dan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian ini melambangkan akulturasi budaya antara ajaran Islam dan tradisi Jawa, yang meliputi penyebaran Islam secara damai, penghormatan terhadap tradisi Jawa, penyesuaian tempat ibadah dengan budaya lokal, dan adaptasi ajaran Islam dengan kearifan lokal. Penelitian ini berkontribusi pada studi folklor dan memperkaya pemahaman tentang hubungan harmonis antara kepercayaan lokal dan ajaran baru dalam masyarakat Jawa.

Folklor ini berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang membentuk pemahaman terhadap nilai-nilai lokal dan proses akulturasi budaya antara Islam dan tradisi Jawa.Syekh Subakir dan Sabdopalon memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di Jawa yang berlangsung secara damai melalui akulturasi budaya.Perjanjian ini mengandung prinsip-prinsip penting, yaitu penyebaran Islam secara damai, penghormatan terhadap budaya lokal, dan kemampuan Islam untuk berkembang di tanah Jawa dengan tetap mempertahankan identitas budaya setempat.Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya folklor sebagai medium dalam memahami dinamika sejarah, identitas, dan kebudayaan masyarakat Jawa yang terus berkembang hingga saat ini.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, penelitian selanjutnya dapat mengkaji lebih mendalam mengenai pengaruh perjanjian Sabdopalon dan Syekh Subakir terhadap pembentukan identitas masyarakat Lembah Tidar, khususnya dalam konteks toleransi antarumat beragama dan pelestarian budaya lokal. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk membandingkan versi cerita rakyat mengenai perjanjian ini di berbagai wilayah di Jawa, guna mengidentifikasi perbedaan dan persamaan dalam interpretasi dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan model pendidikan karakter berbasis folklor yang mengintegrasikan nilai-nilai moral dan budaya dari cerita Sabdopalon dan Syekh Subakir, sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai positif pada generasi muda dan melestarikan warisan budaya bangsa.

  1. Analisis Resepsi Konten Sabdo Palon Nagih Janji pada Kanal Youtube Kisah Tanah Jawa terhadap Nilai Budaya... journalaudiens.umy.ac.id/index.php/ja/article/view/6Analisis Resepsi Konten Sabdo Palon Nagih Janji pada Kanal Youtube Kisah Tanah Jawa terhadap Nilai Budaya journalaudiens umy ac index php ja article view 6
  2. Cultural and Moral Values in East Javanese Folklore | ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities.... journal.unhas.ac.id/index.php/jish/article/view/22230Cultural and Moral Values in East Javanese Folklore ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities journal unhas ac index php jish article view 22230
  3. Nilai Kearifan Lokal Nengah Nyappur dalam Pencegahan Kasus Kriminalitas Anak di Kota Bandar Lampung |... doi.org/10.32585/keraton.v6i1.5216Nilai Kearifan Lokal Nengah Nyappur dalam Pencegahan Kasus Kriminalitas Anak di Kota Bandar Lampung doi 10 32585 keraton v6i1 5216
Read online
File size474.99 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test