STTABSTTAB
MAN_RAFMAN_RAFThis article advocates for a constructive theological approach, in which theology is employed to interpret and give meaning to human experiences within the public sphere and daily life. One of the most profound traumatic experiences faced by individuals and societies is violence. Religious violence, in particular, represents a collective trauma, as it involves the misuse of religious symbols and language to legitimize acts of aggression. Consequently, theological efforts are essential to rediscover and reaffirm the noble values that constitute the essence and true purpose of religion, ensuring their revitalization. Importantly, the phenomenon of violence perpetrated in the name of religion does not indicate that religion itself is inherently violent; rather, it underscores the propensity of certain religious adherents toward conflict and aggression. This article also seeks to challenge and correct the stigmatization imposed by secularist perspectives, which unjustly portray religion as a fundamental source of violence, as a dangerous entity, or as a force that contributes more to harm than to good. On the contrary, this study highlights the richness of religious traditions, which encompass profound teachings of virtue, nobility, and moral greatness—values that hold significant potential for fostering healing, peace, solidarity, and reconciliation. Furthermore, this article explores the necessity of religious engagement in contemporary global and pluralistic societies. It examines how religious communities should embody their theological commitments within the public sphere in ways that contribute to minimizing human suffering and addressing the traumas that pervade modern life.
Religious violence in Indonesia is often rooted in the manipulation of religion for political gain, rather than being inherent to the faith itself.The revitalization of religions core values – peace, compassion, and ethical guidance – is crucial for restoring trust and fostering social harmony.Ultimately, a constructive theological approach is needed to address trauma and promote reconciliation, emphasizing religions potential as a force for healing and restoration in a pluralistic society.
Further research should explore the specific psychological mechanisms through which religious narratives contribute to both the experience and healing of trauma, potentially integrating insights from trauma-informed care and religious studies. Investigating the role of interfaith dialogue and collaborative initiatives in addressing the root causes of religious violence and fostering reconciliation within diverse Indonesian communities is essential. Additionally, studies could examine how religious education can be reformed to promote critical thinking, tolerance, and a nuanced understanding of religious texts, thereby mitigating the risk of religious extremism and violence, and fostering a more inclusive and peaceful society.
| File size | 330.02 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Selain itu, tersedianya dashboard berbasis web dan integrasi kode QRCode telah mempermudah pemantauan transaksi secara transparan. Dapat disimpulkan bahwaSelain itu, tersedianya dashboard berbasis web dan integrasi kode QRCode telah mempermudah pemantauan transaksi secara transparan. Dapat disimpulkan bahwa
UM SURABAYAUM SURABAYA Eco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, terutama kulit jeruk, gula, dan air, yang diproses selama kurang lebih tiga bulan. FermentasiEco-enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik, terutama kulit jeruk, gula, dan air, yang diproses selama kurang lebih tiga bulan. Fermentasi
SYEKH NURJATISYEKH NURJATI Sumber data dalam penelitian ini sebanyak 110 orang mahasiswa, dan 6 orang responden dari unsur dosen dan pimpinan lembaga. Analisis data dilakukan melaluiSumber data dalam penelitian ini sebanyak 110 orang mahasiswa, dan 6 orang responden dari unsur dosen dan pimpinan lembaga. Analisis data dilakukan melalui
UM SURABAYAUM SURABAYA Metode pelatihan dan pendampingan dilakukan secara sinkronus dan asinkronus di SMPN 6 Garut. Hasil pengabdian menunjukkan penguatan pemahaman konsep literasiMetode pelatihan dan pendampingan dilakukan secara sinkronus dan asinkronus di SMPN 6 Garut. Hasil pengabdian menunjukkan penguatan pemahaman konsep literasi
DAARULHUDADAARULHUDA Metode penelitian dengan menerapkan penelitian normatif, sedangkan hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak PidanaMetode penelitian dengan menerapkan penelitian normatif, sedangkan hasil penelitian menunjukan bahwa Undang-Undang nomor 12 tahun 2022 tentang Tindak Pidana
DINASTIREVDINASTIREV Hambatan-hambatan yang dihadapi dalam implementasi Undang-undang No. 17 Tahun 2016 antara lain adalah kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, minimnyaHambatan-hambatan yang dihadapi dalam implementasi Undang-undang No. 17 Tahun 2016 antara lain adalah kurangnya pemahaman aparat penegak hukum, minimnya
UNSURUNSUR Pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan asertif di lembaga keagamaan maupun pendidikan untuk meningkatkan kemampuan anak menolak tindakanPencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui pelatihan asertif di lembaga keagamaan maupun pendidikan untuk meningkatkan kemampuan anak menolak tindakan
UNSURUNSUR rehabilitasi psikiatri untuk pemulihan mental, rehabilitasi sosial untuk kembalinya individu ke fungsi sosialnya, dan rehabilitasi medis yang komprehensif.rehabilitasi psikiatri untuk pemulihan mental, rehabilitasi sosial untuk kembalinya individu ke fungsi sosialnya, dan rehabilitasi medis yang komprehensif.
Useful /
UM SURABAYAUM SURABAYA Hasil menunjukkan peningkatan traffic website rata-rata 45%, 53% mitra mengalami kenaikan omzet 15-30%, 100% mitra mampu mengelola website secara mandiri,Hasil menunjukkan peningkatan traffic website rata-rata 45%, 53% mitra mengalami kenaikan omzet 15-30%, 100% mitra mampu mengelola website secara mandiri,
STTABSTTAB Gereja dan misionaris lebih banyak menggunakan dampak hasil penelitian di ladang misi. Sedangkan untuk strategi misi dan lembaga misi sendiri tidak memberikanGereja dan misionaris lebih banyak menggunakan dampak hasil penelitian di ladang misi. Sedangkan untuk strategi misi dan lembaga misi sendiri tidak memberikan
STTABSTTAB Pandangan ini tidak hanya memperkaya teologi Kristologi, tetapi juga berdampak pada pemahaman dan praktik iman gereja Reformasi. Dengan mempelajari pandanganPandangan ini tidak hanya memperkaya teologi Kristologi, tetapi juga berdampak pada pemahaman dan praktik iman gereja Reformasi. Dengan mempelajari pandangan
INABAINABA Branding pribadi telah terbukti semakin penting dalam dunia profesional bagi orang-orang dari berbagai usia selama 17 tahun terakhir. Ketika Tom PetersBranding pribadi telah terbukti semakin penting dalam dunia profesional bagi orang-orang dari berbagai usia selama 17 tahun terakhir. Ketika Tom Peters