UNISAPUNISAP

SIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan PembelajaranSIBERNETIK: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

Penelitian ini bermula dari maraknya kebiasaan menyontek bagi para pelajar, Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan dampak dari kebiasaan menyontek bagi perkembangan karakter dan proses belajar siswa SD/MI. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi kasus. Informan pada penelitian ini yaitu wali kelas kelas 2 dan wali kelas kelas 4 SD X Batusangkar. Instrumen dalam penelitian ini yaitu peneliti sendiri namun dalam proses penelitian peneliti menggunakan alat bantu dengan pedoman wawancara, kamera, perekam suara dan juga catatan lapangan. Proses pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan observasi, mengamati proses pembelajaran di kelas, wawancara dan tak lupa dokumentasi. Peneliti memperoleh data informasi dengan cara analisis data menggunakan model miles dan huberman, yaitu reduksi data display data dan kesimpulan. Demi menghasilkan keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi. Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan menyontek sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter siswa dan proses belajar siswa di SD/MI, tingkat kemalasan siswa dalam belajar menjadi meningkat, siswa tidak biasa untuk berpikir kritis dan siswa akan terus merasa tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebiasaan menyontek secara signifikan berdampak negatif pada perkembangan karakter siswa, menyebabkan kemalasan belajar, kebohongan, ketergantungan pada orang lain, dan ketidakpercayaan diri.Selain mengganggu proses pembelajaran dengan membuat siswa kurang fokus dan mengganggu teman, kebiasaan ini juga dipengaruhi oleh tekanan untuk nilai tinggi, keinginan menghindari kegagalan, dan standar keberhasilan yang didasarkan pada ranking.Pembiasaan karakter buruk ini sejak dini akan terus terealisasi hingga dewasa, menjadikan penanaman karakter positif sejak usia sekolah dasar sangat krusial.

Penelitian selanjutnya dapat lebih mendalam mengkaji dan mengembangkan upaya pencegahan kebiasaan menyontek. Salah satu arah penelitian yang menarik adalah dengan menguji secara empiris efektivitas program intervensi komprehensif di lingkungan sekolah dasar. Program ini bisa dirancang untuk melibatkan pelatihan khusus bagi guru mengenai metode penilaian yang lebih berfokus pada pemahaman dan proses belajar siswa, bukan sekadar hasil akhir, sekaligus mengadakan lokakarya bagi orang tua untuk mengurangi tekanan akademik yang mungkin tanpa sadar mereka berikan kepada anak. Selain itu, penting juga untuk menggali lebih jauh perspektif dan pengalaman siswa secara langsung. Bagaimana perasaan mereka saat menyontek, apa motivasi terdalam di balik tindakan tersebut, serta bagaimana lingkungan pertemanan dan persepsi mereka terhadap sistem sekolah memengaruhi pilihan mereka untuk berlaku tidak jujur. Ini bisa dilakukan melalui wawancara mendalam atau diskusi kelompok terfokus dengan siswa. Terakhir, untuk memahami dampak jangka panjang, penelitian longitudinal akan sangat berharga. Studi semacam ini dapat melacak sekelompok siswa dari sekolah dasar hingga jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk melihat bagaimana kebiasaan menyontek yang terbentuk di usia dini berpengaruh pada integritas akademik, kepercayaan diri, dan etika mereka di kemudian hari. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang akar masalah dan solusi berkelanjutan.

  1. DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF SOSIAL MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK (Studi Kasus di SMP Negeri 2... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/cobaBK/article/view/693DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF SOSIAL MEDIA TERHADAP PENDIDIKAN AKHLAK ANAK Studi Kasus di SMP Negeri 2 jurnal ar raniry ac index php cobaBK article view 693
Read online
File size419.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test