ARIMSIARIMSI

Pentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamPentagon : Jurnal Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Model pembelajaran PASA adalah model pembelajaran yang bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan menggunakan media gambar yang berkaitan terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga peserta didik memiliki pengetahuan atau keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Gambar-gambar tersebut dapat membantu peserta didik menyusun bayangan yang terekam di benak mereka untuk kemudian dijadikan sebagai alat dalam berimajinasi tentang peristiwa yang terjadi di masa lalu secara akurat dan jelas. Model pembelajaran PASA bertujuan membantu peserta didik untuk memahami makna materi ajar dengan menggunakan media gambar yang berkaitan terhadap konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial dan kultural), sehingga peserta didik memiliki pengetahuan atau keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkonstruksi sendiri secara aktif pemahamannya.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa dengan Model Picture and Student Active (PASA) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VII SMP Nasional Makassar yang ditandai dengan peningkatan kategori hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II.Pada siklus I berada pada kategori 20 orang atau 50% dan pada siklus II berada pada kategori tinggi yaitu 40 orang atau 100 % dan ketuntasan hasil belajar pada siklus I yaitu 20 orang atau 50% dan siklus II 40 orang atau 100 %.

Berdasarkan latar belakang penelitian yang menyoroti kekurangan lingkungan belajar dan hasil belajar siswa yang belum optimal, serta saran penelitian lanjutan yang telah dilakukan, terdapat beberapa arah studi yang menjanjikan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas model PASA dengan CTL pada berbagai jenjang pendidikan dan mata pelajaran, dengan fokus pada adaptasi konteks lokal dan karakteristik siswa yang beragam. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami secara komprehensif proses berpikir dan interaksi siswa selama pembelajaran PASA, termasuk identifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi atau menghambat konstruksi pengetahuan aktif. Ketiga, pengembangan instrumen evaluasi yang lebih komprehensif, tidak hanya mengukur hasil belajar kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik, akan memberikan gambaran yang lebih holistik tentang dampak model PASA terhadap perkembangan siswa secara menyeluruh. Dengan demikian, penelitian lanjutan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Read online
File size1.01 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test