PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduPembelajaran berdiferensiasi dapat dimaknai sebagai pembelajaran yang berusaha untuk memberikan pelayanan pembelajaran kepada siswa secara maksimal. Pembelajaran ini sering disebut sebagai pembelajaran yang berpihak kepada siswa karena penyelenggaraannya mengacu pada pemetaan siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat belajar dan profil belajar. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti pada jenjang SMA/SMK di kota Mataram masih sangat jarang, dan salah satu sekolah yang menerapkan adalah SMAN 4 Mataram. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis secara kritis pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 4 Mataram dengan mengadopsi pendekatan Catur paramita yang bersumber dari konsep ajaran Agama Hindu.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di SMAN 4 Mataram dilaksanakan dengan pendekatan catur paramita yang merupakan salah satu konsep ajaran Hindu yang sarat dengan nilai etika.Penelitian ini menemukan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam bentuk diferensiasi proses dan diferensiasi produk dapat menjaga motivasi, konsentrasi dan focus belajar siswa.Implikasi praktis dari temuan ini adalah pentingnya penerapan pembelajaran berdiferensiasi untuk dapat melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti yang berpihak pada kebutuhan siswa.
Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak integrasi prinsip Catur Paramita dalam pembelajaran berdiferensiasi terhadap perkembangan karakter dan spiritualitas siswa. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang peran guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi dengan pendekatan Catur Paramita, termasuk strategi dan metode yang digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan belajar siswa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan motivasi, konsentrasi, dan fokus belajar siswa, serta bagaimana hal ini dapat berdampak pada pencapaian capaian pembelajaran (CP) dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.
| File size | 299.29 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEK KAMPARPOLTEK KAMPAR Setiap siswa mempunyai keunikan masing-masing, termasuk dalam pembelajaran. Ada 3 macam gaya belajar, di antaranya Visual, Auditori, dan Kinestetik. KetiganyaSetiap siswa mempunyai keunikan masing-masing, termasuk dalam pembelajaran. Ada 3 macam gaya belajar, di antaranya Visual, Auditori, dan Kinestetik. Ketiganya
PENERBITPENERBIT Implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) berhasil meningkatkan kesejahteraan siswa berupa hasil belajar Peserta Didik dan pengembangan bakat dan minat walauImplementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) berhasil meningkatkan kesejahteraan siswa berupa hasil belajar Peserta Didik dan pengembangan bakat dan minat walau
PENERBITPENERBIT Dengan memanfaatkan teknologi dan interaksi yang menarik, permainan Segara Watch dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi paraDengan memanfaatkan teknologi dan interaksi yang menarik, permainan Segara Watch dapat memberikan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi para
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagaiPenelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagai
UNISAPUNISAP Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan emosional dan kognitif siswa dapat diperkuat melalui penyajian nilai-nilaiDengan memanfaatkan pendekatan kualitatif, penelitian ini menemukan bahwa keterlibatan emosional dan kognitif siswa dapat diperkuat melalui penyajian nilai-nilai
UNISAPUNISAP Penggunaan WhatsApp yang terstruktur dan etis menjadi faktor kunci dalam efektivitas komunikasi ini. Simpulan penelitian ini adalah WhatsApp Group telahPenggunaan WhatsApp yang terstruktur dan etis menjadi faktor kunci dalam efektivitas komunikasi ini. Simpulan penelitian ini adalah WhatsApp Group telah
ARIMSIARIMSI Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa dengan Model Picture and Student Active (PASA) dengan Pendekatan Contextual Teaching and LearningBerdasarkan hasil penelitian dan analisis data bahwa dengan Model Picture and Student Active (PASA) dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning
UNISAPUNISAP Tata tertib sekolah merupakan ikatan atau aturan yang harus dipatuhi warga sekolah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Pelaksanaan tata tertibTata tertib sekolah merupakan ikatan atau aturan yang harus dipatuhi warga sekolah tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Pelaksanaan tata tertib
Useful /
PENERBITPENERBIT Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana harmonisasi nilai-nilai Hukum Hindu dalam Dharmaśāstra dengan ketentuan pewarisan dalam awig-awig desa adatPenelitian ini memfokuskan pada bagaimana harmonisasi nilai-nilai Hukum Hindu dalam Dharmaśāstra dengan ketentuan pewarisan dalam awig-awig desa adat
PENERBITPENERBIT Praktik CSR ini diwujudkan dalam tiga dimensi: dukungan ritual keagamaan (parhyangan), program kesejahteraan sosial (pawongan), dan pelestarian lingkunganPraktik CSR ini diwujudkan dalam tiga dimensi: dukungan ritual keagamaan (parhyangan), program kesejahteraan sosial (pawongan), dan pelestarian lingkungan
ARIMSIARIMSI Pembelajaran matematika yang efektif memerlukan pengembangan strategi yang relevan dengan kebutuhan siswa dan mendukung pemahaman konsep secara menyeluruh.Pembelajaran matematika yang efektif memerlukan pengembangan strategi yang relevan dengan kebutuhan siswa dan mendukung pemahaman konsep secara menyeluruh.
ARIMSIARIMSI Siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi ketiga indikator komunikasi matematis, yaitu written text, drawing, dan mathematical expressions. Sementara itu,Siswa berkemampuan tinggi mampu memenuhi ketiga indikator komunikasi matematis, yaitu written text, drawing, dan mathematical expressions. Sementara itu,