PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduSekolah Ramah Anak di Balikpapan saat ini masih belum membangun kearifan lokal untuk siswanya terutama dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Kearifan lokal ini bisa dimanfaatkan sebagai pendekatan berbasis budaya untuk mendukung mereka secara sosial, emosional, dan praktis. Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan bentuk keterlibatan orang tua dan komite sekolah dalam kearifan lokal Sekolah Ramah Anak (SRA); serta (2) menjelaskan pengalaman siswa miskin ekstrem (SME) terkait kenyamanan motivasi belajar. Jenis penelitian ini merujuk ke penelitian kualitatif. Subjek penelitian dipilih dari siswa miskin ekstrem di Sekolah Dasar (SD) di Balikpapan, bersama dengan guru, kepala sekolah, dan perwakilan orang tua. Sampel ditentukan secara purposive yaitu SDN 001 Balikpapan Timur, SDN 002 Balikpapan Selatan, SDN 001 Balikpapan Kota, SDN 004 Balikpapan Barat, SDN 009 Balikpapan Utara, dan SD Kumala Bhayangkari. Pengumpulan data melibatkan wawancara mendalam dengan siswa, guru, dan kepala sekolah, observasi kebiasaan belajar di kelas, dan analisis dokumen terkait. Data dianalisis secara induktif, dengan landasan teori fenomenologi untuk memahami pengalaman subjektif, etnografi untuk konteks budaya, dan analisis wacana untuk interpretasi bahasa. Hasil utamanya bahwa pendidikan sekolah ramah anak dapat membangun kearifan lokal siswa miskin ekstrem. Kesimpulannya (1) pembelajaran sekolah ramah anak bagi Peserta Didik Miskin Ekstrem memerlukan dukungan orangtua, komite dan layanan untuk membantu stabilitas, emosi dan mentalnya; serta (2) peningkatan hasil belajar, pendekatan individual, bantuan sosial, dan penguatan motivasi guru merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengalaman siswa terkait dengan motivasi hasil belajarnya.
Kesimpulan penelitian ini yaitu (1) pembelajaran sekolah ramah anak bagi Siswa Miskin Ekstrem memerlukan dukungan orangtua, komite dan layanan lebih secara psikologis dan psikis untuk membantu stabilitas, emosi dan mentalnya.Implementasi Sekolah Ramah Anak (SRA) berhasil meningkatkan kesejahteraan siswa berupa hasil belajar Peserta Didik dan pengembangan bakat dan minat walau belum optimal bagi kelompok Peserta Didik Miskin Ekstrem di SD Kota Balikpapan.Kondisi sosial emosional siswa kurang adanya dukungan orang tua terkadang siswa masih mengikuti tren mode internasional.Guru dan Komite Sekolah bekerja sama dalam mendukung mental dan emosional siswa misalnya pada Hari Kemerdakaan mengadakan lomba dan memberikan hadiah kepada siswa.Serta (2) peningkatan hasil belajar, pendekatan individual, bantuan sosial, dan penguatan motivasi guru merupakan strategi efektif untuk meningkatkan pengalaman siswa terkait dengan motivasi hasil belajarnya.Aspek kesehatan mental, merupakan indikator stratgis, berhubungan erat dengan emosi dan motivasi belajar yang ditunjukkan dalam perilaku belajar sehari-hari.Kesehatan mental menjadi fokus perhatian dari temuan penting bagi peserta didik miskin ekstrem di SRA SD Kota Balikpapan.Guru berperan penting dalam pembelajaran sekolah ramah anak bagi Peserta Didik Miskin Ekstrem memerlukan dukungan orangtua, komite dan layanan lebih secara psikologis dan psikis untuk membantu stabilitas, emosi dan mentalnya.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada tiga aspek: pertama, mengkaji dampak penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan partisipasi orang tua dalam program Sekolah Ramah Anak, terutama bagi keluarga miskin ekstrem yang memiliki keterbatasan akses. Kedua, mengeksplorasi peran guru dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam kurikulum inklusif untuk siswa miskin ekstrem, dengan mempertimbangkan perbedaan latar belakang budaya dan sosial. Ketiga, mengevaluasi efektivitas program gotong royong berbasis digital dalam meningkatkan keterlibatan siswa miskin ekstrem dalam kegiatan ekstrakurikuler, terutama di sekolah dengan fasilitas terbatas. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan yang terlihat dalam penelitian, seperti kurangnya dukungan orang tua, kesenjangan partisipasi siswa, dan keterbatasan infrastruktur pendidikan.
| File size | 226.64 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Filsafat Hindu melengkapi keterbatasan tersebut dengan menekankan intuisi, kesadaran batin, dan pengalaman spiritual, sehingga rekonstruksi integratifFilsafat Hindu melengkapi keterbatasan tersebut dengan menekankan intuisi, kesadaran batin, dan pengalaman spiritual, sehingga rekonstruksi integratif
PENERBITPENERBIT Hasil menunjukkan bahwa tiga dimensi Tri Hita Karana Parahyangan (spiritual), Pawongan (sosial), dan Palemahan (lingkungan) berhasil diintegrasikan secaraHasil menunjukkan bahwa tiga dimensi Tri Hita Karana Parahyangan (spiritual), Pawongan (sosial), dan Palemahan (lingkungan) berhasil diintegrasikan secara
PENERBITPENERBIT Penelitian ini memfokuskan pada bagaimana harmonisasi nilai-nilai Hukum Hindu dalam Dharmaśāstra dengan ketentuan pewarisan dalam awig-awig desa adatPenelitian ini memfokuskan pada bagaimana harmonisasi nilai-nilai Hukum Hindu dalam Dharmaśāstra dengan ketentuan pewarisan dalam awig-awig desa adat
PENERBITPENERBIT Puncak meditasi berada di tataran rohani kesadaran Monistis Imanen, yang pada tahap akhirnya dapat mencapai tataran samadhi (mencapai Kesadaran MonistisPuncak meditasi berada di tataran rohani kesadaran Monistis Imanen, yang pada tahap akhirnya dapat mencapai tataran samadhi (mencapai Kesadaran Monistis
PENERBITPENERBIT Salah satu konsep kearifan lokal Bali dalam aspek pendidikan adalah konsep Panca Siksaning Angaji. Konsep ini bukan hanya menjadi model pembelajaran, tetapiSalah satu konsep kearifan lokal Bali dalam aspek pendidikan adalah konsep Panca Siksaning Angaji. Konsep ini bukan hanya menjadi model pembelajaran, tetapi
PENERBITPENERBIT Teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara dan dokumentasi berupa pemberian kuisioner. Teknik analisis data metode survei dengan mengubah data mentahTeknik pengumpulan data berdasarkan wawancara dan dokumentasi berupa pemberian kuisioner. Teknik analisis data metode survei dengan mengubah data mentah
PENERBITPENERBIT Dengan demikian, Tari Rejang Keraman bukan hanya warisan budaya, melainkan manifestasi nyata dari teologi hidup masyarakat Hindu Bali, sebuah bentuk penghayatanDengan demikian, Tari Rejang Keraman bukan hanya warisan budaya, melainkan manifestasi nyata dari teologi hidup masyarakat Hindu Bali, sebuah bentuk penghayatan
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagaiPenelitian ini bertujuan untuk memetakan subsistem yang membentuk sistem pemujaan yang utuh, termasuk keyakinan Soroh Nyuwung, kehadiran Dukuh sebagai
Useful /
PENERBITPENERBIT Uji keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi data dan trianggulasi metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif.Uji keabsahan data yang digunakan adalah trianggulasi data dan trianggulasi metode dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data interaktif.
PENERBITPENERBIT Gagasan teologi kebudayaan tentunya dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian kebudayaan dan menguatkan pemahaman teologis. Tabuh rah yang merupakanGagasan teologi kebudayaan tentunya dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian kebudayaan dan menguatkan pemahaman teologis. Tabuh rah yang merupakan
PENERBITPENERBIT Dengan menggunakan metode kualitatif-interpretatif dan kerangka ekolinguistik yang mengacu pada model ekologi bahasa Haugen (1972) penelitian ini menganalisisDengan menggunakan metode kualitatif-interpretatif dan kerangka ekolinguistik yang mengacu pada model ekologi bahasa Haugen (1972) penelitian ini menganalisis
PENERBITPENERBIT Penghargaan yang baik, baik material maupun non‑material, serta kecerdasan spiritual yang tinggi, meningkatkan motivasi kerja yang pada gilirannya meningkatkanPenghargaan yang baik, baik material maupun non‑material, serta kecerdasan spiritual yang tinggi, meningkatkan motivasi kerja yang pada gilirannya meningkatkan