PENERBITPENERBIT

Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama Hindu

Balikpapan, sebagai salah satu kota penting di Kalimantan Timur, memiliki kekayaan budaya dan nilai lokal yang berasal dari beragam suku seperti Bugis, Banjar, Dayak, Jawa, dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) kondisi penerapan sekolah ramah anak (SRA) bagi siswa miskin ekstrem SMP Negeri di Kota Balikpapan; dan (2) kearifan lokal Sekolah Ramah Anak di Balikpapan. Jenis penelitian deskripsi kuantitatif, dengan waktu penelitian dimulai bulan Maret 2024 sampai Juni 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh SMP Negeri di kota Balikpapan, sampel penelitian ini SMPN 2 Balikpapan, SMPN 4 Balikpapan, SMPN 8 Balikpapan, dan SMPN 22 Balikpapan. Teknik pengumpulan data berdasarkan wawancara dan dokumentasi berupa pemberian kuisioner. Teknik analisis data metode survei dengan mengubah data mentah dari kuesioner survei menjadi informasi yang bermakna dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Dengan hasil penelitian bahwa (1) penerapan sekolah ramah anak bagi siswa miskin ekstrem di SMPN Balikpapan terlaksana dengan baik melalui lingkungan aman, kesehatan mental dan kemampuan kognitif siswa, serta (2) Tingkat kearifan lokal SMP di Balikpapan terintegrasi baik dalam kegiatan pembelajaran. Kesimpulannya perlu ditingkatkan pemahaman konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta pengaruh budaya luar yang semakin mendominasi, dengan perlu ditingkatnya konten mengenai kearifan lokal sekolah ramah anak sehingga siswa miskin ekstrem dapat menjaga kesehatan mentalnya.

Tingkat keamanan lingkungan, kesehatan mental dan kognitif siswa miskin ekstrem cukup baik dalam mendukung proses belajarnya serta keamanan dan kenyamanan belajar di sekolah ramah anak Tingkat SMP bagi siswa miskin ekstrem membuat belajar yang nyaman membuat kognitif siswa miskin ekstrem bagus.Di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Balikpapan, integrasi kearifan lokal ke dalam kegiatan pembelajaran sangat penting dalam lingkungan aman, kesehatan mental serta kognitif siswa miskin ekstrem karena dengan adanya kegiatan pembelajaran di lingkungan aman akan mengakibatkan kemampuan kognitif siswa miskin ekstrem bertambah serta dapat mengendalikan kesehatan mentalnya.Dengan mental yang sehat siswa miskin ekstrem dapat menerima pelajaran dan memahami kearifan lokal yang sudah ditanamkan sejak SMP misalnya gotong royong, toleransi, menghormati orang yang lebih tua, cinta lingkungan dan adat istiadat.Jika penerapan kearifan lokal siswa miskin ekstrem SMP berhasil maka kesadaran pemahaman mengenai konten budaya lokal, minimnya media pembelajaran berbasis kearifan lokal, serta pengaruh budaya luar yang semakin mendominasi, dengan perlu ditingkatnya konten mengenai kearifan lokal sekolah ramah anak sehingga siswa miskin ekstrem dapat menjaga kesehatan mentalnya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan pemahaman siswa miskin ekstrem tentang budaya tradisional. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi dampak pengaruh budaya asing terhadap nilai-nilai lokal yang dimiliki oleh siswa miskin ekstrem. Terakhir, penelitian dapat mengevaluasi efektivitas program pendampingan mental kesehatan berbasis komunitas untuk membantu siswa miskin ekstrem menghadapi tantangan sosial dan emosional. Ketiga arah penelitian ini bertujuan untuk memperkuat integrasi kearifan lokal dalam sistem pendidikan, melindungi siswa dari pengaruh negatif budaya luar, serta memastikan kesejahteraan psikologis siswa miskin ekstrem melalui dukungan komunitas.

Read online
File size256.6 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test