PENERBITPENERBIT
Jurnal Penelitian Agama HinduJurnal Penelitian Agama HinduPura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda adalah pura yang dibangun dengan berlandaskan nilai-nilai teologi Śiwa dan Buddha. Upaya untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Siwa-Buddha merupakan wujud kongkrit dari mahayu-hayuning bhuana (menjaga keharmonisan alam). Eksisnya konsepsi Siwa-Buddha di Desa Tajun mengundang tanda tanya dari berbagai pihak, terkait konstruksi teologis yang terjadi di daerah Bali Aga. Penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dalam mengumpulkan data. Metode deskriptif kualitatif dipergunakan untuk menyajikan hasil dari penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan bahwa Sang Hyang Siwa dan Sang Hyang Buddha dianggap sebagai entitas yang tunggal (ya Buddha ya Śiva) oleh masyarakat Desa Tajun. Sang Hyang Siwa dipuja melalui pelinggih prasada, sedangkan Sang Hyang Buddha melalui palinggih stupa. Sinkretisme Siwa-Buddha di Pura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda telah mengkonstruksi pola keberagamaan dan pemahaman teologi masyarakat Desa Tajun, masyarakat yang awalnya memandang rwa-bhineda sebagai hal yang dikotomis, kini melihatnya sebagai hal yang paradoks. Apapun ajaran yang dipilih, baik melalui Śiwa maupun Buddha akan mengantarkan pada tujuan yang sama. Pemahan ini sejatinya sejalan dengan konsep ketuhanan Saguna Brahman dalam teks-teks Smerti. Aktif melakukan pemujaan terhadap Tuhan bukan berarti mengabaikan dimensi sosial, karena hidup harus selaras antara hal yang profan dengan hal yang sakral. Selain itu, solidaritas sosial harus dibangun dengan landasan tattwam asi agar terbebas dari kepentingan pribadi, dan memberi solusi bagi permasalahan manusia. Nilai-nilai teologi Siwa-Buddha yang selama ini telah berhasil menjaga harmonisasi antar umat beragama, hendaknya terus dijaga di setiap generasi.
Pura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda merupakan pura yang belandaskan teologi Śiwa dan Buddha.Pura ini berdiri di areal hutan lindung Desa Tajun dan terdiri atas tri mandala.Pelinggih utama dari pura ini berupa pelinggih prasada yang merupakan sthana dari Sang Hyang Śiwa, dan palinggih stupa yang merupakan sthana dari Sang Hyang Buddha.Kontruksi teologis yang terjadi di Pura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda berada dalam ranah teologis-praktis.Śiwa dan Buddha dalam dimensi teologis dinyatakan sebagai entitas yang tunggal (ya Buddha ya Śiva), namun dalam praktiknya masih merupakan mazab yang terpisah dengan tetap mempertahankan identitasnya masing-masing.Sinkretisme Śiwabuddha di pura ini berdampak pada pemahaman masyarakat Desa Tajun terkait konsep Rwa-Bhineda dan aktualisasinya dalam menyikapi kehidupan.Dualitas dipandang sebagai keniscayaan, dan harus disikapi dengan bijak.Pradigma masyarakat terkait teologi saat ini tidak hanya sebatas hubungan manusia dengan Tuhan atau berbagai ritus keagamaan, namun terkait dengan kebermanfaatannya dalam menghadapi dinamikan kehidupan.Semakin matang pemahaman umat akan hakikat dari Siwabuddha, maka semakin toleran dalam keseharian.Nilai-nilai teologi Siwabuddha yang telah terbukti berhasil menyatukan masyarakat Desa Tajun hendaknya disebarluaskan agar masyarakat diberbagai daerah dapat hidup berdampingan dengan harmonis.Solidaritas antar umat bergama akan terbangun apabila berbagai ruang perjumpaan mampu memberikan hak dan kewajiban secara berdab.Hal inilah yang selalu diupayakan oleh umat Hindu dan Buddha saat terjadi perjumpaan di Pura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda, yang secara tidak langsung menempatkan solidaritas sebagai bagian konstruksi teologis diranah sosial.
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih mendalam tentang sinkretisme Śiwa-Buddha di Pura Dasar Buana Amerta Jati Śiwa Buda, termasuk bagaimana bentuk pemujaan Śiwa-Buddha yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Tajun dan pengaruhnya terhadap kehidupan sosio-kultural masyarakat. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk menelusuri sejarah dan perkembangan sinkretisme Śiwa-Buddha di Bali, termasuk bagaimana konsepsi keagamaan yang dianut oleh Majapahit dan pengaruhnya terhadap masyarakat Bali saat ini. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang konsep ketuhanan Saguna Brahman dalam teks-teks Smerti dan relevansinya terhadap pemahaman teologi Hindu di Bali, serta bagaimana konsep ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencapai keseimbangan antara hal yang profan dengan hal yang sakral.
| File size | 444.01 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
PENERBITPENERBIT Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedisiplinan (penurunan 60% pelanggaran), kepatuhan berbusana (95%), kemandirian mahasiswa (80%Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kedisiplinan (penurunan 60% pelanggaran), kepatuhan berbusana (95%), kemandirian mahasiswa (80%
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis secara kritis pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu danPenelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis secara kritis pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi pada mata Pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan
PENERBITPENERBIT Kepercayaan terhadap Bhatara Kala mencerminkan pemahaman mendalam masyarakat Hindu Bali terhadap konsep waktu, ruang, dan perubahan (Desa, Kala, Patra),Kepercayaan terhadap Bhatara Kala mencerminkan pemahaman mendalam masyarakat Hindu Bali terhadap konsep waktu, ruang, dan perubahan (Desa, Kala, Patra),
PENERBITPENERBIT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari program pembuatan Banten dan Ulam di Balai Banjar Busana,Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman (SWOT) dari program pembuatan Banten dan Ulam di Balai Banjar Busana,
PENERBITPENERBIT Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan data-data yang didapat adapun hasil dari penelitian ini yaitu implementasiData dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Berdasarkan data-data yang didapat adapun hasil dari penelitian ini yaitu implementasi
PENERBITPENERBIT Populasi penelitian ini adalah 37 guru dengan teknik pengambilan total sampling. Analisis data menggunakan analisis jalur. Penelitian menunjukkan bahwaPopulasi penelitian ini adalah 37 guru dengan teknik pengambilan total sampling. Analisis data menggunakan analisis jalur. Penelitian menunjukkan bahwa
PENERBITPENERBIT Agama Hindu, dengan kekayaan filosofi dan ajarannya, juga berperan penting dalam mencegah bunuh diri melalui berbagai prinsip yang menekankan nilai kehidupan,Agama Hindu, dengan kekayaan filosofi dan ajarannya, juga berperan penting dalam mencegah bunuh diri melalui berbagai prinsip yang menekankan nilai kehidupan,
ASDKVIASDKVI Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kunci utama dalam menurunkan angka kematian bukan hanya terletak pada kemampuan deteksi dini, tetapiOrganisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa kunci utama dalam menurunkan angka kematian bukan hanya terletak pada kemampuan deteksi dini, tetapi
Useful /
PENERBITPENERBIT disarankan penelitian lanjutan menggunakan metode kualitatif lapangan seperti wawancara atau studi kasus untuk menguji penerapan praktis dalam pendidikan,disarankan penelitian lanjutan menggunakan metode kualitatif lapangan seperti wawancara atau studi kasus untuk menguji penerapan praktis dalam pendidikan,
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menunjukkan bahwa simbolisme Ogoh-Ogoh memiliki potensi besar sebagai media integrasi sosial dalam keragaman agama dan budaya di Kota Mataram,Penelitian ini menunjukkan bahwa simbolisme Ogoh-Ogoh memiliki potensi besar sebagai media integrasi sosial dalam keragaman agama dan budaya di Kota Mataram,
PENERBITPENERBIT Namun, pewarisan tradisional sering kali bersifat patriarkal dan kurang mengakomodasi hak perempuan serta anak angkat. Penelitian ini memfokuskan padaNamun, pewarisan tradisional sering kali bersifat patriarkal dan kurang mengakomodasi hak perempuan serta anak angkat. Penelitian ini memfokuskan pada
ASDKVIASDKVI Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam teknik pemotongan berhasil mengurangi limbah tekstil hingga 25%, sekaligus mempercepat proses desainHasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam teknik pemotongan berhasil mengurangi limbah tekstil hingga 25%, sekaligus mempercepat proses desain