STTIFSTTIF
Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)Beyond use date (BUD) dan expired date (ED) tentunya berbeda, dimana ED dicantumkan oleh industri farmasi sedangkan BUD tidak selalu tercantum. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan pasien di Apotek Waras Barokah Semarang terkait BUD dan ED. Data dikumpulkan dengan metode one group pretest posttest dan diukur menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi. Sampel ditentukan dengan total sampling dan didapatkan 50 responden sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Sebelum edukasi tingkat pengetahuan responden dikategorikan 43,2% kurang, 43,2% cukup, dan 13,5% baik sedangkan setelah edukasi diperoleh 100% baik. Hasil pretest dan posttest dianalisis dengan Wilcoxon test untuk mengetahui pengaruh edukasi dalam meningkatkan pengetahuan, didapatkan hasil signifikansi Wilcoxon test 0,000 (<0,05). Dapat diambil kesimpulan bahwa edukasi apoteker memiliki pengaruh signifikan terhadap pengetahuan pasien terkait BUD di apotek.
Setelah diberikan edukasi leaflet oleh apoteker, tingkat pengetahuan pasien meningkat menjadi 100% baik, dibandingkan dengan sebelum edukasi yang hanya 43,2% baik, 43,2% cukup, dan 13,5% kurang.Analisis Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) antara pre‑test dan post‑test, menandakan bahwa edukasi apoteker berpengaruh kuat terhadap pengetahuan mengenai Beyond Use Date dan Expired Date.Dengan demikian, intervensi edukasi di Apotek Waras Barokah Semarang efektif meningkatkan pemahaman pasien tentang BUD dan ED.
Penelitian selanjutnya dapat membandingkan efektivitas edukasi berbasis aplikasi seluler dengan leaflet tradisional dalam meningkatkan pengetahuan pasien tentang Beyond Use Date dan Expired Date, sehingga dapat menentukan media edukasi yang paling efisien. Selain itu, penting untuk meneliti sejauh mana pengetahuan yang diperoleh tetap terjaga selama tiga hingga enam bulan setelah intervensi, guna mengevaluasi keberlanjutan dampak edukasi pada perilaku penyimpanan obat. Selanjutnya, studi dapat memfokuskan pada perbandingan pengaruh edukasi apoteker antara kelompok demografis berbeda, seperti usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin, untuk menyesuaikan strategi penyuluhan yang lebih tepat sasaran dan meningkatkan pemahaman BUD serta ED secara merata di seluruh populasi.
| File size | 318.97 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Prediksi dini PSCI sangat penting untuk intervensi dan pengobatan yang lebih awal. Penelitian telah menunjukkan bahwa alkaline phosphatase (ALP) serumPrediksi dini PSCI sangat penting untuk intervensi dan pengobatan yang lebih awal. Penelitian telah menunjukkan bahwa alkaline phosphatase (ALP) serum
BALIMEDICALJOURNALBALIMEDICALJOURNAL Hasil: Kelompok tidak bertahan hidup menunjukkan nilai signifikan lebih tinggi pada usia, skor CCI, kadar laktat, skor SOFA, Age SI, dan skor APACHE IIHasil: Kelompok tidak bertahan hidup menunjukkan nilai signifikan lebih tinggi pada usia, skor CCI, kadar laktat, skor SOFA, Age SI, dan skor APACHE II
POLTEKKES JOGJAPOLTEKKES JOGJA Metode Jigsaw adalah pendekatan edukasi kolaboratif dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh edukasiMetode Jigsaw adalah pendekatan edukasi kolaboratif dan efektif untuk meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh edukasi
JURNALSENIORJURNALSENIOR Data diekstraksi dari lembar resep dan Surat Kelayakan Pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi karakteristik resep, pola kombinasi,Data diekstraksi dari lembar resep dan Surat Kelayakan Pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi karakteristik resep, pola kombinasi,
UMSBUMSB Kepuasan pasien di ruangan rawat inap Rumah Sakit M. Natsir Solok masih tergolong baik, dengan 50% responden menyatakan kepuasan terhadap pelayanan yangKepuasan pasien di ruangan rawat inap Rumah Sakit M. Natsir Solok masih tergolong baik, dengan 50% responden menyatakan kepuasan terhadap pelayanan yang
UMSBUMSB Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan one shot case study, sampel penelitian sejumlah 60 responden diambil padaMetodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan one shot case study, sampel penelitian sejumlah 60 responden diambil pada
UMSBUMSB Populasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 12-36 bulan. Sampel penelitian sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampelPopulasi dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 12-36 bulan. Sampel penelitian sebanyak 52 responden dengan teknik pengambilan sampel
UMSBUMSB Metodologi: Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil penelitianMetodologi: Penelitian ini dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Hasil Penelitian: Hasil penelitian
Useful /
PENERBITPENERBIT Faktor pendukung utama meliputi keterlibatan aktif keluarga, komunitas budaya lokal, serta kepemimpinan guru yang visioner. Kendala yang diidentifikasiFaktor pendukung utama meliputi keterlibatan aktif keluarga, komunitas budaya lokal, serta kepemimpinan guru yang visioner. Kendala yang diidentifikasi
PENERBITPENERBIT Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancaraPenelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara
PENERBITPENERBIT Sosiologi menawarkan solusi komprehensif untuk pencegahan bunuh diri dengan menggeser fokus dari masalah individu semata ke akar sosial dan strukturalSosiologi menawarkan solusi komprehensif untuk pencegahan bunuh diri dengan menggeser fokus dari masalah individu semata ke akar sosial dan struktural
YOSSOEDARSOYOSSOEDARSO Model ini berfungsi sebagai strategi vital untuk keberlanjutan bisnis, dengan tujuan utama meminimalkan dampak ekologis dan meningkatkan efisiensi operasional.Model ini berfungsi sebagai strategi vital untuk keberlanjutan bisnis, dengan tujuan utama meminimalkan dampak ekologis dan meningkatkan efisiensi operasional.