JURNALSENIORJURNALSENIOR

Herbal Medicine JournalHerbal Medicine Journal

Nyeri neuropatik merupakan salah satu tantangan klinis yang kompleks dan sering kali memerlukan terapi farmakologis jangka panjang. Pola peresepan obat analgesik dalam penanganan nyeri neuropati ini menjadi indikator penting dalam mengevaluasi efektivitas, rasionalitas, dan individualisasi terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pola penggunaan obat analgesik pada pasien neurologis di Poliklinik Rawat Jalan Neurologi RSUD Padang Panjang tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional retrospektif terhadap 100 resep pasien neurologis menggunakan purposive sampling berbasis resep. Data diekstraksi dari lembar resep dan Surat Kelayakan Pasien, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengevaluasi karakteristik resep, pola kombinasi, dan distribusi diagnostik. Hasil penelitian menunjukan bahwa Eperison merupakan obat yang paling banyak diresepkan (71%), diikuti oleh natrium diklofenak 56%, dan gabapentin 51%. Terapi kombinasi tiga obat menjadi yang tertinggi sebanyak 35%, dengan kombinasi natrium diklofenak-eperison-gabapentin sebagai rejimen yang paling sering (40%). Nyeri punggung bawah merupakan diagnosis yang dominan (31,42%), diikuti oleh artrosis (8,57%). Pola pemberian resep memperlihatkan pengobatan polifarmasi yang mengintegrasikan relaksan otot, NSAID, dan antikonvulsan. Dominasi terapi kombinasi menunjukkan patofisiologi nyeri neurologis yang kompleks yang memerlukan standarisasi protokol berbasis ilmiah.

Studi menunjukkan bahwa Eperison merupakan obat yang paling sering diresepkan (71%), diikuti oleh Natrium diklofenak (56%) dan Gabapentin (51%) pada pasien Poli Syaraf RSUD Padang Panjang.Sebanyak 35% pasien menerima kombinasi tiga obat, menjadikannya pola paling umum dalam peresepan.Diagnosis yang paling banyak terkait dengan kombinasi tersebut adalah low back pain (31,42%).Temuan ini menegaskan praktik analgesia multimodal yang cukup intensif, sekaligus menunjukkan pentingnya rasionalisasi terapi dan kolaborasi multidisipliner dalam manajemen nyeri neurologis.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari terapi kombinasi obat analgesik pada pasien neurologis, terutama untuk memantau risiko efek samping kumulatif. Selain itu, perlu dilakukan studi komparatif untuk mengevaluasi alternatif obat antikonvulsan atau antidepresan dalam pengelolaan nyeri neuropatik, terutama untuk kondisi seperti nyeri punggung bawah yang responsif terhadap terapi lain. Terakhir, penelitian dapat mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pasien terhadap resep obat, seperti kesadaran akan efek samping, biaya pengobatan, dan kepercayaan terhadap pengobatan konvensional.

  1. Pengaruh Mobilisisasi Dini Terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal... doi.org/10.46815/jk.v13i1.250Pengaruh Mobilisisasi Dini Terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Pasien Post Sectio Caesarea dengan Spinal doi 10 46815 jk v13i1 250
  2. DOI Name 10.24327 Values. doi name values index type timestamp data hs serv 21z crossref email support... doi.org/10.24327DOI Name 10 24327 Values doi name values index type timestamp data hs serv 21z crossref email support doi 10 24327
  3. DIAGNOSA PENYAKIT SARAF MANUSIA DENGAN METODE FORWARD CHAINING DALAM SISTEM PAKAR | JATISI. diagnosa... jurnal.mdp.ac.id/index.php/jatisi/article/view/2273DIAGNOSA PENYAKIT SARAF MANUSIA DENGAN METODE FORWARD CHAINING DALAM SISTEM PAKAR JATISI diagnosa jurnal mdp ac index php jatisi article view 2273
Read online
File size521.66 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test