UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Kegiatan pengembangan perumahan melibatkan banyak pelaku yang saling berhubungan, mulai dari pemasok paling awal hingga konsumen paling akhir, yaitu pemilik rumah. Keterlibatan berbagai pelaku ini membentuk pola hubungan yang disebut rantai pasok. Penelitian ini menerapkan konsep supply chain management untuk mengetahui pola jaringan supply chain dan kinerjanya terhadap indikator penilaian yang mengandung konsep value, conversion, dan flow. Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif di lokasi studi kasus. Data kualitatif berupa wawancara dan kuesioner mendeskripsikan pola supply chain, sedangkan data kuantitatif berupa catatan atau arsip data digunakan untuk mengukur kinerja supply chain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 perumahan, diperoleh pola jaringan umum dan khusus, di mana aktivitas pengembang menentukan jaringan supply chain, dipengaruhi oleh metoda kontrak, aktivitas konstruksi, dan strategi pengadaan. Dari 15 indikator terkait konsep conversion, flow, dan value, kinerja supply chain proyek perumahan Citra Garden BMW dinilai baik terhadap pemahaman dan penerapan konsep (conversion) dengan adanya usaha penerapan cooperative partnership. Konsep aliran (flow) juga diterapkan dengan manajemen pengadaan yang baik pada pelaksanaan pekerjaan. Untuk konsep nilai (value), pemahaman kontraktor masih bergantung pada kesesuaian antara perencanaan/design dengan hasil pekerjaan, hanya menyangkut mutu pekerjaan.

Dari 10 perumahan yang menjadi studi kasus penelitian, terdapat pola yang berbeda dari setiap klasifikasi, namun hanya diperoleh 2 pola keseluruhan perumahan, yaitu pola umum dan pola khusus keempat.Pola umum dan pola khusus keempat yang diperoleh menunjukkan hubungan kegiatan pasokan dan mempertimbangkan hubungan kontrak secara hirarkis antar tingkatan organisasi.Kinerja supply chain pada proyek studi kasus dapat dikatakan baik terhadap konsep conversion, flow, dan value.Penerapan konsep conversion sudah sangat baik, terlihat dengan adanya hubungan jangka panjang antara pengembang dan kontraktor, serta antara kontraktor dan supplier.Penerapan konsep aliran (flow) sudah dilakukan dengan usaha-usaha yang dilakukan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan.Penerapan konsep value pada proyek sudah mulai dilakukan, terlihat dengan pemahaman pihak yang terlibat untuk menyampaikan nilai yang sesuai dengan syarat pengembang dan dilaksanakan oleh kontraktor.Namun, pencapaian nilai hanya berdasarkan kesesuaian hasil pekerjaan yang menyangkut mutu.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelusuran lebih mendalam kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi, seperti pemilik rumah, pengembang, kontraktor, dan supplier, untuk memahami kontribusi mereka dalam menciptakan efektifitas dan efisiensi kinerja supply chain. Selain itu, perlu dilakukan penelusuran lebih mendalam mengenai pembentukan pola dan pengukuran kinerja dari 1 klasifikasi agar dapat diketahui secara mendalam pembentukan pola dan pengukuran kinerja supply chain disetiap klasifikasi. Pengukuran kinerja juga dapat dilakukan terhadap jenis proyek secara keseluruhan dan dalam waktu yang lebih lama untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Terakhir, diperlukan pengembangan terkait indicator penilaian yang mengandung konsep value agar dapat diketahui kinerja dari jaringan supply chain.

Read online
File size498.45 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test