UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Suatu bangunan tinggi sangatlah rentan terhadap gaya lateral. Gaya lateral yang terjadi pada bagunan, salah satunya adalah beban yang ditimbulkan akibat gempa. Beban gempa dihitung menggunakan perhitungan gempa statis atau gempa dinamis. Untuk kategori struktur tidak berarturan, gempa harus ditinjau menggunakan gempa dinamis. Dalam merencanakan suatu gedung yang sama fungsi dan lokasi, namun tidak menggunakan dan menggunakan shear wall, secara sistem gedung tersebut sudah berbeda. Dan gedung harus direncanakan dengan faktor reduksi gempa yang berbeda. Dan gerak ragam pertama haruslah dominan translasi. Salah satu struktur yang digunakan untuk menahan gaya lateral akibat gempa adalah struktur shear wall. Dengan adanya shear wall akan mempengaruhi kekakuan bangunan, sehingga gaya lateral tidak sepenuhnya dipikul oleh struktur rangka. Dengan adanya shear wall, gedung memiliki kekakuan yang lebih dibandingkan gedung yang tidak direncanakan menggunakan shear wall. Kekakuan lebih yang dimiliki gedung berdampak pada simpangan struktur. Simpangan layan dapat tereduksi, arah X 41,52% dan arah Y berkurang 10,36%. Untuk simpangan ultimit, simpangan arah X tereduksi sebesar 30,89%, sedangkan untuk arah Y bertambah 5,94%.

Setelah gedung ditambahi dengan shear wall terjadi perubahan simpangan, baik simpangan layan ataupun simpangan ultimit.a) Akibat gempa arah X berkurang 41,52%.b) Akibat gempa arah Y berkurang 10,36%.a) Simpangan ultimit arah X berkurang sebesar 30,89%.b) Simpangan ultimit arah Y bertambah 5,94%.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh variasi penempatan shear wall terhadap kinerja struktur gedung, khususnya pada kondisi gempa yang berbeda-beda. Hal ini penting untuk mengoptimalkan efisiensi dan efektivitas penggunaan shear wall dalam menahan gaya lateral. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis interaksi antara shear wall dan sistem rangka pada gedung tinggi, dengan mempertimbangkan pengaruh fleksibilitas dan kekakuan masing-masing elemen struktur. Ketiga, perlu dilakukan studi eksperimental untuk memvalidasi hasil analisis numerik, dengan membuat model skala struktur gedung yang dilengkapi dengan shear wall dan kemudian mengujinya pada platform getar. Dengan demikian, dapat diperoleh data empiris yang lebih akurat mengenai perilaku struktur gedung terhadap beban gempa.

Read online
File size1.49 MB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test