LAAROIBALAAROIBA

Reslaj : Religion Education Social Laa Roiba JournalReslaj : Religion Education Social Laa Roiba Journal

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah ukuran yang mengukur tingkat pembangunan suatu negara berdasarkan tiga dimensi utama: kemajuan ekonomi, kesejahteraan sosial, dan tingkat kesehatan. GDP (Growth Domestic Product) dan Angka Harapan Hidup (AHH) memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap IPM. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan IPM antar negara Indonesia dan Brunei Darussalam dan untuk mengetahui faktor-faktor seperti AHH (Angka Harapan Hidup) dan GDP (Growth Domestic Product) atau PDB (Prodcut Domestic Bruto) seberapa besar pengaruhnya terhadap IPM. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kajian kepustakaan berdasarkan data sekunder yang diperoleh dari World Bank dengan model analisis regresi multivariabel. IPM dari negara Indonesia dan Brunei Darussalam diketahui relatif meningkat setiap tahunnya, hanya di beberapa tahun mengalami penurunan atau memiliki nilai yang sama. Faktor-faktor seperti AHH dan GDP atau PDB secara keseluruhan memiliki pengaruh dan keterkaitan terhadap nilai IPM. Hal tersebut terlihat pada hasil uji yang diperoleh seperti pada uji normalitas yang diperoleh dua negara yaitu Indonesia dan Brunei Darussalam terbukti memiliki data terdistribusi secara normal, dimana hal tersebut menggambarkan apabila secara keseluruhan selama 30 tahun IPM dari kedua negara terjadi pertumbuhan walau tidak secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa IPM Indonesia dan Brunei Darussalam secara umum mengalami peningkatan tahunan, meskipun terdapat beberapa tahun dengan penurunan atau nilai stagnan.Analisis mengindikasikan bahwa AHH dan GDP (atau PDB) secara keseluruhan berpengaruh signifikan dan berkorelasi dengan nilai IPM, sebagaimana terbukti dari uji normalitas yang menunjukkan distribusi data normal selama 30 tahun.Temuan ini dapat dijadikan acuan perbandingan bagi studi selanjutnya dengan mempertimbangkan faktor-faktor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dalam menentukan pertumbuhan manusia.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas rentang waktu data hingga tahun-tahun pasca 2021 untuk menilai dampak pandemi COVID-19 terhadap hubungan antara GDP, AHH, dan IPM di kedua negara. Selain itu, penambahan variabel tambahan seperti indeks pendidikan, pengeluaran kesehatan per kapita, dan tingkat ketimpangan pendapatan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi IPM. Selanjutnya, penerapan metode ekonometrika canggih seperti model panel data dinamis, analisis spasial, atau teknik pembelajaran mesin dapat membantu mengidentifikasi pola non‑linier dan perbedaan regional dalam pengaruh GDP dan AHH terhadap IPM. Dengan mengintegrasikan pendekatan multidimensi ini, penelitian lanjutan akan menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Read online
File size235.77 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test