STIKES KESDAM UDAYANASTIKES KESDAM UDAYANA

Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana UsadaJurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada

Latarbelakang: Pengetahuan yang adekuat sangat penting sebagai dasar memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan penyakit kronis. Pengabdian masyarakat ini ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai penanganan kegawatdaruratan pada penyakit kronis di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung-Bali. Metode: Pendidikan kesehatan daring selama 90 menit diberikan pada 22 peserta dengan menggunakan media power point dan video. Perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan diketahui dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara rerata pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dengan nilai p= 0,78. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan disarankan untuk dilaksanakan secara rutin, jika memungkinkan dilakukan simulasi agar masyarakat bisa lebih mudah menyerap informasi yang diberikan.

Pendidikan kesehatan dilaksanakan dengan lancar menggunakan PowerPoint dan video, namun tidak meningkatkan pengetahuan peserta secara signifikan tentang penanganan kegawatdaruratan penyakit kronis.Untuk meningkatkan efektivitas, disarankan menggunakan simulasi interaktif, video animasi pendek yang menarik, dan fitur interaktif di Zoom.Dengan langkah ini, masyarakat dapat lebih mudah memahami dan menerapkan informasi kesehatan.

Apakah metode simulasi interaktif offline lebih efektif daripada pendidikan kesehatan daring dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penanganan kegawatdaruratan penyakit kronis? Bagaimana dampak jangka panjang dari pendidikan kesehatan berkala yang menggabungkan video animasi personalisasi dan latihan praktik terhadap kemampuan masyarakat desa dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus gawat darurat kronis? Dapatkah studi membandingkan efektivitas modul pendidikan kesehatan yang disesuaikan dengan usia peserta, seperti remaja Sekaa Teruna Teruni, perangkat desa, anggota PKK, dan masyarakat umum, dalam mengatasi keterbatasan distraksi daring dan meningkatkan interaksi aktif? Penelitian lanjutan bisa mengembangkan ide-ide ini untuk memperkuat program kesehatan komunitas di daerah pedesaan seperti Desa Tibubeneng, di mana penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes sering terjadi dan dapat berubah cepat menjadi kondisi darurat. Dengan fokus pada simulasi praktis yang melibatkan kelompok umur beragam, penelitian bisa mengeksplorasi bagaimana komunikasi dua arah yang intensif mengurangi miskonsepsi tentang gejala dan pengelolaan stres pada penyakit kronis, sehingga masyarakat lebih siap menghadapi tantangan kesehatan di era pandemi. Selain itu, evaluasi terhadap penggunaan media audio-visual canggih dapat menguji apakah kombinasi dengan sesi tanya jawab daring mempengaruhi perilaku pencegahan penyakit secara signifikan. Pendekatan ini akan membantu menciptakan model pendidikan kesehatan yang lebih inklusif dan efektif, mengingat hasil studi ini menunjukkan bahwa pendidikan daring saja belum cukup untuk perubahan pengetahuan yang bermakna. Akhirnya, penelitian bisa diperluas untuk membandingkan hasil di desa-desa lain di Bali, sehingga mampu mengidentifikasi faktor budaya atau lokal yang memengaruhi keberhasilan program kesehatan masyarakat.

Read online
File size378.35 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-1Ax
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test