UMJ PremiumUMJ Premium

KonstruksiaKonstruksia

Pada Proyek New Access Road terdapat beberapa jenis konstruksi salah satunya adalah Jembatan pada STA 0 937,32 sampai dengan 1 173,123. Jembatan ini akan dibangun dengan ketinggian pier 22 meter dan terletak pada sungai yang rawan banjir. Terdapat 5 pier pada jembatan tersebut, namun hanya beberapa pier yang tingkat resiko dalam pengerjaan pier head-nya tidak terlalu besar, hanya bekerja di ketinggian saja, pihak kontraktor dapat mengatasinya dengan metode kerja sistem shoring, namun pada pier P4 dan P5 resikonya terlalu besar karena banjir yang akan terjadi ditakutkan akan menghanyutkan perancah shoring tersebut. Oleh karena itu pada pier tersebut digunakan sistem bracket untuk penopang bekisting pier head selama proses konstruksi berlangsung. Seiring perjalanan waktu, dibutuhkan analisa biaya dan waktu pelaksanaan yang tepat dari kedua metode yang dipakai, untuk kedepannya pada proyek-proyek berikutnya dapat dipakai metode kerja yang efisien dalam biaya dan efektif dalam waktu pelaksanaannya. Dari analisa didapatkan bahwa metode dengan sistem bracket lebih mahal yaitu sebesar Rp. 1.014.090.624 dibandingkan dengan sistem Shoring yaitu sebesar Rp. 955.918.664. Dengan selisih biaya sebesar Rp. 58.171.960, maka sistem Shoring memiliki efisiensi sebesar 5,74 % dibandingkan dengan sistem Bracket Truss.

Dari hasil analisa didapatkan biaya pelaksanaan untuk pekerjaan 1 pier column pier head dengan sistem Bracket lebih mahal, yaitu sebesar Rp.624 (satu miliar empat belas juta sembilan puluh ribu enam ratus dua puluh empat rupiah), dibandingkan dengan sistem Shoring yaitu sebesar Rp.664 (sembilan ratus juta sembilan ratus delapan belas ribu enam ratus enam puluh empat rupiah).960 (lima puluh delapan juta seratus tujuh puluh satu ribu sembilan ratus enam puluh rupiah), maka sistem Shoring memiliki efisiensi sebesar 5,74 % dibandingkan dengan sistem Bracket Truss.Hal tersebut dikarenakan metode kerja dengan sistem Bracket banyak menggunakan bahan baja untuk penopang konstruksinya.

Berdasarkan analisis biaya dan risiko banjir pada proyek ini, penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan metode konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan efisien untuk area rawan banjir. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut tentang optimasi penggunaan bahan material alternatif yang tahan terhadap kondisi ekstrem seperti banjir. Sementara itu, penelitian juga dapat mengembangkan model prediksi risiko banjir yang lebih akurat untuk memperkirakan dampaknya terhadap metode konstruksi. Ketiga saran ini dapat menjadi dasar untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi proyek konstruksi di daerah dengan kondisi geografis yang kompleks.

Read online
File size1.06 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test